Tahap ini menjadi pusat dari pembelajaran yang berbasis Deep Learning di mana siswa diminta bekerjasama, bereksperimen, dan berpikir kritis untuk menghasilkan ide-ide baru berdasarkan hasil eksplorasi yang dilakukan. Guru berfungsi sebagai fasilitator yang membantu siswa merencanakan proyek kerajinan melalui kegiatan seperti:
Pada fase ini, pendekatan Meaningful Learning diterapkan dengan mengaitkan proyek tersebut dengan nilai-nilai dari kehidupan nyata. Misalnya, guru bisa mengarahkan siswa untuk membuat produk kerajinan yang mendukung keberlanjutan hidup atau pelestarian budaya setempat.
Contoh kegiatan fase kolaborasi dan eksperimen:
“Kelompok siswa memilih proyek untuk membuat tempat pensil dari limbah bambu. Mereka berdiskusi mengenai desain, fungsi, serta bagaimana cara mengolah bahan supaya lebih menarik dan tahan lama. Guru kemudian memfasilitasi dengan pertanyaan reflektif seperti, ‘Nilai apa yang ingin kalian sampaikan melalui karya ini?’”
Fase terakhir ini berfokus pada realisasi ide ke dalam bentuk produk nyata serta proses refleksi yang mendalam terhadap pengalaman belajar. Siswa, baik secara mandiri maupun dalam kelompok, mulai membuat produk kerajinan berdasarkan desain yang telah disetujui. Selama kegiatan tersebut, guru berperan sebagai mentor yang memberikan umpan balik, bimbingan teknis, dan dorongan semangat.
Setelah produk selesai, siswa melakukan refleksi, baik secara individu maupun kelompok, dengan menjawab pertanyaan seperti:
Refleksi tersebut mengintegrasikan prinsip Mindful dan Meaningful Learning, karena siswa dilibatkan untuk menyadari setiap langkah, menemukan makna, serta belajar dari pengalaman yang didapat.
Untuk menjaga suasana Joyful Learning, guru bisa menyelenggarakan pameran hasil karya di kelas atau di lingkungan sekolah, di mana setiap kelompok akan mempresentasikan proses serta makna dari karya mereka kepada teman-teman dan guru lainnya.
Contoh aktivitas fase kreasi dan refleksi:
“Setelah menyelesaikan produk kerajinan, siswa menulis jurnal refleksi pribadi yang mencakup perasaan, tantangan, dan pembelajaran yang diperoleh. Karya tersebut kemudian dipamerkan di aula sekolah dengan konsep ‘Galeri Karya Sadar dan Bermakna’.”
Silahkan download modul ajar deep learning Prakarya Kerajinan kelas 8 kurikulum merdeka klik disini
Modul ajar deep learning Prakarya Kerajinan kelas 8 SMP/MTs fase D dalam kurikulum merdeka menggabungkan Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning merupakan bentuk pembelajaran yang menyeluruh dan berpusat pada manusia. Metode tersebut tidak hanya mengembangkan kemampuan teknis, tetapi juga meningkatkan kesadaran, empati, dan rasa suka dalam kegiatan belajar. Dengan modul ajar deep learning kurikulum merdeka ini, siswa tidak hanya berperan sebagai “penghasil” karya, tetapi juga sebagai “pikir” dan “merasakan” dalam proses kreasi.