Kurikulum merdeka telah menghasilkan perubahan besar dalam sektor pendidikan. Para guru diharuskan untuk memahami beragam perangkat penilaian yang baru. Salah satu perangkat penting adalah KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran). KKTP kurikulum merdeka menjadi pedoman utama untuk menilai murid.

Dalam membuat KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah fase C kurikulum merdeka, terdapat beberapa komponen penting yang perlu diperhatikan.
Sebagai contoh, mari kita gunakan materi surat Al-’Alaq. Tujuan pembelajarannya adalah untuk memahami makna dari surat Al-’Alaq. Indikator pencapaiannya termasuk: membaca surat Al-’Alaq dengan tartil, menyebutkan arti dari setiap kata dalam surat tersebut, menjelaskan inti pesan surat Al-’Alaq, mengaitkan pesan surat dengan kehidupan sehari-hari, dan menunjukkan sikap menghargai waktu di sekolah. Kriteria pencapaian juga bersifat berjenjang.
Langkah pertama dalam membuat KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 6 MI adalah guru mempelajari capaian pembelajaran fase C. Capaian pembelajaran untuk Al-Qur’an Hadis kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah mencakup beberapa elemen. Murid seharusnya mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil, memahami makna dari ayat-ayat pendek, menghafal hadis-hadis pilihan, dan menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an. Capaian ini menjadi landasan dalam membuat tujuan pembelajaran.
Langkah kedua adalah merumuskan tujuan pembelajaran untuk setiap bab. Tujuan pembelajaran dibuat dalam urutan yang logis. Sebagai contoh, untuk bab mengenai surat Al-Qadr, tujuan pertama adalah membaca surat Al-Qadr dengan benar, tujuan kedua adalah menghafal surat Al-Qadr secara lancar, tujuan ketiga adalah menjelaskan makna surat Al-Qadr, tujuan keempat adalah menyampaikan pesan utama surat tersebut, dan tujuan kelima adalah menunjukkan sikap bersyukur dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah ketiga adalah guru menentukan indikator pencapaian untuk setiap tujuan. Indikator harus jelas dan mudah diamati. Contoh indikator untuk tujuan pertama adalah murid mampu melafalkan huruf hijaiyah dengan makhraj yang tepat, membaca surat Al-Qadr tanpa kesalahan, dan melakukannya dengan kecepatan yang wajar. Indikator-indikator tersebut kemudian dibuat kriterianya.
Langkah keempat adalah guru membuat deskripsi kriteria untuk setiap indikator dengan kalimat yang jelas. Sebagai contoh untuk indikator membaca surat Al-Qadr: untuk kriteria “Perlu Bimbingan”, murid belum mampu membaca surat tersebut; untuk kriteria “Cukup”, murid membaca dengan bantuan guru; untuk kriteria “Baik”, murid membaca dengan lancar tetapi ada sedikit kesalahan; dan untuk kriteria “Sangat Baik”, murid mampu membaca dengan lancar dan tanpa kesalahan. Guru bisa menggunakan tiga atau empat level kriteria.
Langkah kelima adalah guru menentukan bukti pencapaian. Bukti ini dikumpulkan dari berbagai jenis asesmen seperti tes lisan membaca Al-Qur’an, tes tulis untuk arti ayat, serta observasi sikap murid. Portofolio juga bisa berfungsi sebagai bukti yang kuat. Semua bukti harus dicatat dan dianalisis.