Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) merupakan dasar yang penting dalam proses evaluasi pendidikan. Guru Al-Qur’an Hadis kelas 1 di Madrasah Ibtidaiyah (MI) membutuhkan KKTP kurikulum merdeka sebagai pedoman penilaian yang jelas dan bisa diukur. Kurikulum merdeka menawarkan kebebasan yang besar untuk guru dalam membuatnya. Namun, kebebasan tersebut memerlukan pemahaman yang mendalam mengenai prinsip-prinsip penilaian.

KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 1 MI fase A kurikulum merdeka terdiri dari beberapa komponen yang saling berkaitan satu sama lain. Komponen pertama adalah tujuan pembelajaran yang dirumuskan dengan menggunakan bahasa yang operasional. Tujuan tersebut harus jelas, terukur, dan bisa diamati dengan baik. Selanjutnya, indikator pencapaian berfungsi sebagai tanda bukti ketercapaian dari setiap tujuan. Indikator tersebut dirincikan menjadi beberapa pernyataan yang lebih spesifik. Ketiga, rentang kriteria atau skala penilaian digunakan untuk mengevaluasi setiap indikator. Keempat, deskripsi capaian yang memberikan gambaran tentang tingkat pemahaman murid. Kelima, berbagai bukti hasil karya atau kinerja yang menjadi indikator ketercapaian tersebut.
Guru Al-Qur’an Hadis di Madrasah Ibtidaiyah dituntut untuk membuat KKTP kurikulum merdeka dengan teliti dan cermat. Faktor utama yang perlu dipertimbangkan adalah kemampuan rata-rata murid di setiap kelas. Karakteristik materi Al-Qur’an Hadis kelas 1 juga berpengaruh dalam perumusan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Materi tentang ibadah dan akhlak membutuhkan pendekatan penilaian yang berbeda. Penilaian untuk hafalan surat pendek pasti berbeda dengan penilaian terhadap sikap. Setiap aspek pembelajaran memerlukan alat penilaian sesuai dengan karakteristiknya. Oleh karena itu, guru perlu kreatif dalam mengembangkan berbagai jenis alat penilaian.
Format KKTP Al-Qur’an Hadis kelas 1 MI fase A kurikulum merdeka yang berkualitas harus mencantumkan identitas secara lengkap. Kelas, semester, dan alokasi waktu juga harus dijelaskan dengan jelas. Tujuan pembelajaran ditulis dengan menggunakan kalimat yang mencakup kata kerja operasional. Kata kerja seperti “membaca”, “menghafal”, dan “mempraktikkan” sering dipakai. Selanjutnya, indikator pencapaian perlu dirincikan dalam tingkatan, mulai dari rendah hingga tinggi. Skala penilaian bisa menggunakan angka, huruf, atau deskripsi kualitas. Deskripsi capaian memberikan gambaran konkret mengenai kemampuan murid. Dengan begitu, KKTP kelas 1 menjadi petunjuk yang menyeluruh dan bermanfaat.
Tujuan pembelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah di fase A sangatlah mendasar. Pertama, murid diharapkan mudah mengenali huruf hijaiyah beserta tanda bacanya dengan tepat. Kedua, mereka harus bisa melafalkan ayat-ayat pendek dengan tartil dan lancar. Ketiga, murid diharapkan bisa menghafal surat-surat pendek pilihan dengan baik. Keempat, mereka perlu memahami pesan-pesan moral yang terkandung dalam ayat-ayat yang mereka baca. Kelima, murid diharapkan untuk mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Keenam, mereka perlu mengenal hadis-hadis yang berkaitan dengan akhlak mulia serta kebersihan. Ketujuh, murid diharapkan bisa meneladani Nabi Muhammad melalui kisah-kisah sederhana.
Setiap tujuan pembelajaran harus dijelaskan dengan indikator yang terukur. Misalnya, tujuan pengenalan huruf hijaiyah harus mempunyai indikator yang spesifik. Murid diharapkan bisa membedakan huruf yang mempunyai bentuk yang mirip. Mereka juga bisa menyebutkan nama-nama huruf hijaiyah dengan benar. Selain itu, mereka perlu mampu membaca huruf dengan harakat yang tepat. Indikator semacam ini membantu guru dalam menilai kemajuan membaca murid dengan akurat. Guru mudah mengidentifikasi kesulitan yang dihadapi oleh setiap murid. Intervensi yang tepat bisa diberikan sebelum masalah membaca menjadi lebih serius.
Tujuan mengenai hafalan surat pendek juga dilengkapi dengan indikator yang jelas. Murid diharapkan hafal surat Al-Fatihah dengan pengucapan yang benar. Mereka juga diharapkan hafal surat An-Nas dan Al-Falaq secara berurutan. Surat Al-Ikhlas dan Al-Kautsar termasuk dalam target hafalan untuk semester ganjil. Setiap surat mempunyai indikator terkait kelancaran dan ketepatan pelafalan. Guru Al-Qur’an Hadis kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah menilai hafalan secara individual melalui metode setoran atau sima’an. Murid juga diarahkan untuk memahami arti setiap kata secara individual. Pemahaman tersebut diharapkan menjadi dasar untuk memahami kandungan Al-Qur’an di kemudian hari.