Langkah pertama dalam membuat KKTP kurikulum merdeka adalah menganalisis Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). CP menjadi acuan utama karena memuat kompetensi yang harus dicapai murid pada akhir fase D. Setelah memahami CP, guru mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan dalam ATP. Analisis tersebut membantu guru memahami hubungan antara kompetensi yang harus dikuasai dengan materi yang akan diajarkan pada setiap pertemuan.
Melalui analisis CP dan ATP, guru mudah menentukan tujuan pembelajaran yang paling sesuai untuk diukur melalui KKTP kelas 9. Setiap tujuan pembelajaran harus mempunyai indikator yang jelas sehingga ketercapaiannya mudah diamati dan diukur. Tahapan tersebut juga membantu guru membuat pembelajaran yang lebih terarah karena seluruh kegiatan belajar mengacu pada kompetensi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, KKTP Fikih kelas 9 Madrasah Tsanawiyah yang dibuat mempunyai dasar yang kuat dan selaras dengan prinsip-prinsip kurikulum merdeka.
Setelah menganalisis CP dan ATP, langkah berikutnya adalah menentukan indikator ketercapaian serta membuat rubrik penilaian. Indikator harus menggambarkan kemampuan yang dapat diamati secara langsung dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Guru perlu menggunakan kata kerja operasional yang jelas supaya indikator mudah diukur melalui berbagai bentuk asesmen. Semakin spesifik indikator yang dibuat, semakin mudah guru menentukan tingkat pencapaian kompetensi murid.
Selanjutnya, guru membuat rubrik penilaian sebagai pedoman dalam memberikan skor atau deskripsi terhadap hasil belajar murid. Rubrik harus memuat kriteria yang objektif, konsisten, dan mudah dipahami. Pada mata pelajaran Fikih kelas 9 Madrasah Tsanawiyah, rubrik bisa digunakan untuk menilai kemampuan menjelaskan konsep, mempraktikkan ibadah, menyelesaikan studi kasus, maupun menunjukkan sikap sesuai ajaran Islam. Dengan adanya rubrik yang jelas, proses penilaian menjadi lebih transparan dan menghasilkan data yang akurat mengenai perkembangan kompetensi murid.
Langkah terakhir adalah menyesuaikan KKTP Fikih kelas 9 MTs fase D kurikulum merdeka dengan ciri khas murid. Setiap kelas mempunyai kemampuan awal, gaya belajar, minat, serta latar belakang yang berbeda. Oleh karena itu, guru perlu mempertimbangkan kondisi tersebut ketika membuat indikator, menentukan bentuk asesmen, maupun menetapkan kriteria ketercapaian. Penyesuaian tersebut membuatnya lebih realistis dan bisa diterapkan secara efektif dalam kegiatan pembelajaran.
Penyesuaian terhadap ciri khas murid juga mendukung penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Guru bisa memberikan variasi kegiatan belajar dan bentuk asesmen supaya setiap murid mempunyai kesempatan yang sama untuk menunjukkan kompetensinya. Murid yang memerlukan pendampingan bisa memperoleh pembelajaran remedial, sedangkan murid yang telah mencapai kompetensi mudah mengikuti kegiatan pengayaan. Dengan demikian, KKTP kurikulum merdeka tidak hanya menjadi alat penilaian, tetapi juga menjadi dasar dalam membuat pembelajaran Fikih kelas 9 Madrasah Tsanawiyah yang inklusif, adaptif, dan berpusat pada kebutuhan murid.
Download KKTP Fikih kelas 9 fase D kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
KKTP Fikih kelas 9 MTs fase D kurikulum merdeka merupakan komponen penting yang membantu guru mendesain kegiatan pembelajaran dan penilaian secara lebih terarah. KKTP kurikulum merdeka menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan pembelajaran Fikih di Madrasah Tsanawiyah yang efektif, adaptif, dan mampu membentuk murid yang mempunyai pemahaman agama yang baik serta mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.