Salah satu perangkat utama dalam kurikulum merdeka adalah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran atau KKTP. Ia berfungsi sebagai standar minimum yang harus dicapai oleh murid. Ini berperan sebagai indikator keberhasilan dalam aktivitas pembelajaran.

Tanpa adanya KKTP kurikulum merdeka yang jelas, pendidikan bisa kehilangan fokus. Baik guru maupun murid akan kesulitan untuk menilai kemajuan yang sudah diraih. Mari kita eksplorasi penerapannya, khususnya dalam mata pelajaran Matematika Tingkat Lanjut kelas 11 SMA/MA.
Matematika Tingkat Lanjut kelas 11 SMA/MA fase F mempunyai tantangan tersendiri. Materi yang diajarkan menjadi lebih abstrak dan rumit dibandingkan sebelumnya. Murid mulai dikenalkan pada konsep penalaran tingkat tinggi. Contohnya adalah fungsi trigonometri dan limit fungsi aljabar.
Selain itu, terdapat juga materi tentang turunan fungsi aljabar. Konsep-konsep tersebut menjadi dasar untuk perkuliahan selanjutnya. Oleh sebab itu, pembuatan KKTP Matematika Tingkat Lanjut kelas 11 SMA/MA fase F harus dilakukan dengan sangat teliti. Guru perlu mengembangkan indikator yang mudah diukur dan objektif.
KKTP Matematika Tingkat Lanjut kelas 11 SMA/MA fase F kurikulum merdeka bukan sekadar rangkaian angka atau nilai. Ini adalah penjelasan konkret tentang keterampilan yang dimiliki murid. Penjelasan tersebut harus bisa diamati secara objektif oleh guru. Kemampuan tersebut mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Namun, fokus utama Matematika Tingkat Lanjut kelas 11 SMA/MA adalah pada ranah kognitif. Ranah kognitif meliputi pengetahuan, pemahaman, hingga penciptaan. Proses pengembangan KKTP kelas 11 SMA/MA dimulai dengan menganalisis Tujuan Pembelajaran (TP). TP perlu diambil langsung dari Capaian Pembelajaran (CP) yang ditetapkan pemerintah. Setiap TP kemudian dijelaskan menjadi indikator pencapaian yang spesifik. Indikator ini nantinya akan menjadi dasar dalam pembuatan KKTP kurikulum merdeka.
Asesmen yang dilakukan harus bervariasi dan sesuai dengan karakteristik indikator. Asesmen tersebut tidak semata-mata berupa tes tertulis di atas kertas. Guru bisa menggunakan tugas proyek atau portofolio murid sebagai alternatif. Metode observasi juga sangat berguna untuk menilai proses. Untuk Matematika Tingkat Lanjut kelas 11 SMA/MA, soal uraian masih sangat relevan. Soal uraian bisa mengukur proses berpikir murid secara mendalam. Selain itu, guru juga bisa menambahkan soal pilihan ganda yang memerlukan alasan. Kombinasi tersebut bisa menangkap kompetensi murid dengan lebih menyeluruh. Hasil asesmen akan menunjukkan level pencapaian murid.
Bagaimana seharusnya KKTP Matematika Tingkat Lanjut kelas 11 SMA/MA fase F dibuat dengan ideal? Rumusannya perlu jelas dan tidak samar. Misalnya, pada TP mengenai limit fungsi aljabar. Ia dapat dirumuskan: “Murid mampu menentukan nilai limit.” Namun, pernyataan tersebut masih terlalu umum dan kurang jelas. Perlu dijelaskan lebih lanjut menjadi beberapa level pencapaian. Kita bisa membagi KKTP kelas 11 SMA/MA ke dalam level 1, 2, dan 3.
Pada level 1, murid bisa menyelesaikan limit dengan substitusi langsung. Yang level 2, murid dapat menyelesaikan limit melalui pemfaktoran. Pada level 3, murid bisa menyelesaikan dengan perkalian akar sekawan. Murid yang berada di level 3 juga mampu memecahkan masalah kontekstual. Penggunaan level ini sejalan dengan prinsip kurikulum merdeka. Kurikulum tersebut menyadari bahwa setiap murid mempunyai kecepatan belajar yang berbeda.