Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) membantu guru dalam proses asesmen. KKTP kurikulum merdeka digunakan untuk menentukan bukti kemampuan murid dan tidak hanya fokus pada angka, tetapi juga proses dan sikap.

Kriteria yang jelas memungkinkan umpan balik tepat dan kegiatan tindak lanjut yang sesuai. KKTP Seni Musik kelas 7 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka menghubungkan tujuan pembelajaran, kegiatan belajar, asesmen, dan tindak lanjut.
Tujuan pertama pembuatan KKTP kurikulum merdeka ialah menentukan bukti yang menunjukkan pencapaian kompetensi murid. Dalam Seni Musik kelas 7 SMP/MTs, bukti tersebut dapat muncul melalui berbagai kegiatan. Murid bisa menunjukkan kemampuan melalui kegiatan bernyanyi, bermain alat musik, membaca notasi, atau membuat karya musik. Mereka juga mudah menunjukkan pemahaman melalui kegiatan mengidentifikasi unsur musik. Karena itu, guru perlu menentukan bukti yang sesuai dengan setiap tujuan pembelajaran. Misalnya, tujuan pembelajaran mengarahkan murid menyanyikan lagu daerah dengan teknik yang tepat. Guru bisa menentukan intonasi, artikulasi, ritme, pernapasan, dan ekspresi sebagai indikator.
Selanjutnya, guru mengamati penampilan murid berdasarkan indikator tersebut. Dengan cara tersebut, guru memperoleh informasi yang lebih konkret tentang pencapaian murid. Guru tidak lagi hanya mengandalkan kesan umum seperti “sudah bagus” atau “masih kurang”. Setiap penilaian mempunyai dasar yang mudah diamati dan dijelaskan. Hal tersebut membuat proses asesmen menjadi lebih terarah. Pada akhirnya, KKTP Seni Musik kelas 7 membantu guru mengubah tujuan yang bersifat umum menjadi kriteria pencapaian yang lebih konkret.
KKTP Seni Musik kelas 7 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka juga bertujuan membantu guru mengukur perkembangan kemampuan bermusik murid. Setiap murid mempunyai pengalaman dan kemampuan musikal yang berbeda. Ada murid yang sudah terbiasa bernyanyi atau memainkan alat musik. Namun, ada juga murid yang baru mengenal dasar-dasar musik. Karena itu, guru perlu melihat perkembangan berdasarkan indikator yang relevan. KKTP kelas 7 membantu guru membandingkan kemampuan murid dengan kriteria yang sudah ditetapkan. Guru mudah melihat apakah murid sudah mencapai tujuan, masih berkembang, atau membutuhkan bimbingan. Proses tersebut memberikan gambaran yang lebih lengkap daripada sekadar melihat nilai akhir. Misalnya, seorang murid mungkin belum mempunyai intonasi yang stabil.
Namun, murid tersebut sudah mampu menjaga tempo dan menunjukkan ekspresi yang baik. Data seperti itu membantu guru menentukan latihan berikutnya. Guru mudah memberikan latihan intonasi tanpa mengabaikan kemampuan lain yang sudah berkembang. Dengan demikian, asesmen menjadi alat untuk membaca perjalanan belajar murid. KKTP kurikulum merdeka membantu guru melihat kemajuan, bukan sekadar memberikan label berhasil atau gagal.
Tujuan berikutnya ialah memberikan umpan balik pembelajaran yang lebih spesifik. Guru membutuhkan informasi yang jelas untuk membantu murid memperbaiki kemampuan mereka. Tanpa kriteria yang jelas, umpan balik sering menjadi terlalu umum. Pernyataan seperti “latihan lagi” belum menunjukkan bagian yang harus diperbaiki. Sebaliknya, guru bisa mengatakan bahwa murid perlu memperbaiki ketepatan nada pada bagian tertentu. Guru juga bisa menyarankan latihan pernapasan untuk memperkuat kestabilan suara. Dalam permainan alat musik, guru mudah menunjukkan kesalahan tempo atau posisi jari. Umpan balik seperti itu lebih mudah dipahami dan langsung bisa diterapkan.
Selanjutnya, murid mudah melakukan latihan berdasarkan masukan tersebut. Guru kemudian bisa melakukan asesmen ulang untuk melihat perkembangan. Siklus tersebut membuat pembelajaran berlangsung secara berkelanjutan. Murid tidak berhenti setelah memperoleh hasil asesmen. Mereka memperoleh kesempatan untuk memperbaiki kemampuan berdasarkan informasi yang diterima. Oleh karena itu, KKTP Seni Musik kelas 7 mempunyai peran penting dalam membuat budaya belajar yang berorientasi pada perbaikan.