Dunia pendidikan Islam, terutama di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs), saat ini menghadapi momen penting. Kebutuhan untuk menghasilkan siswa yang tidak hanya menghafal materi, tetapi juga yang menghayati dan menerapkan nilai-nilai Ilahi dalam kehidupan sehari-hari semakin mendesak. Dalam hal ini, pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta yang dipadukan dengan prinsip Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 7 Madrasah Tsanawiyah hadir sebagai inovasi baik dalam filosofi maupun metodologi. Metode tersebut tidak hanya berfokus pada pemindahan informasi ke dalam pikiran siswa, tetapi juga membangun hubungan emosional, spiritual, dan intelektual yang mendalam dengan sumber ajaran Islam.

Pelaksanaannya memerlukan pengembangan perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Al-Qur’an Hadis kelas 7 Madrasah Tsanawiyah seperti Modul Ajar, Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Program Semester (Promes), Program Tahunan (Prota), dan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang secara menyeluruh dibuat untuk mencapai visi tersebut.
Kurikulum Berbasis Cinta berawal dari pemahaman bahwa relasi antara manusia dengan Allah, Rasul-Nya, dan ajaran-Nya seharusnya dibangun di atas dasar mahabbah (cinta). Dalam pelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 7 MTs, tujuannya adalah untuk menumbuhkan rasa cinta siswa (1) kepada Allah sebagai sumber wahyu, (2) kepada Rasulullah SAW sebagai contoh penafsir wahyu, (3) kepada Al-Qur’an dan Hadis sebagai firman dan sabda yang penuh kasih, serta (4) kepada sesama makhluk sebagai pelaksanaan wahyu. Cinta ini bertindak sebagai pendorong intrinsik bagi siswa untuk memahami, merenungkan, dan mengamalkan isinya.
Prinsip Deep Learning selanjutnya menjadi metodologi yang digunakan. Deep Learning dalam pendidikan merujuk pada proses di mana siswa secara aktif membangun makna, menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang telah ada, berpikir dengan kritis, bekerja sama, berkomunikasi, dan menciptakan karya yang berarti. Dalam pelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 7 Madrasah Tsanawiyah, Deep Learning berarti melangkah lebih jauh dari sekadar menghafal literal (surface learning) menuju pemahaman yang kontekstual, refleksi pribadi, dan perubahan perilaku. Siswa didorong untuk “menyelam” dalam lautan makna ayat dan hadis, serta mengaitkannya dengan kenyataan diri, sosial, dan alam semesta.
Penggabungan kedua konsep ini harus tergambar secara jelas dalam semua perangkat ajar KBC Al-Qur’an Hadis kelas 7 Madrasah Tsanawiyah. Berikut adalah rencana implementasinya:
Pada tahap ini, CP Al-Qur’an Hadis kelas 7 dibuat tidak hanya dalam aspek pengetahuan dan keterampilan (knowing dan doing), tetapi juga diperkuat oleh dimensi sikap (being dan loving). Contohnya:
Prota menetapkan tema besar tiap semester dengan fokus pada pengembangan emosional cinta dan kedalaman pemahaman. Semester 1 bisa difokuskan pada “Mengenal dan Mencintai Sumber Wahyu (Allah dan Rasul)” melalui surat-surat makkiyah yang penuh pesan tauhid dan penguatan akidah. Semester 2 beralih ke “Mencintai Melalui Aksi: Akhlak Baik dalam Al-Qur’an dan Hadis” dengan materi dari surat-surat madaniyah dan hadis-hadis praktis.
Promes membagi tema utama menjadi unit-unit bulanan yang lebih terperinci, menjamin terdapat tahapan kognitif dan afektif yang jelas: mulai dari pengenalan, penjelajahan makna, refleksi pribadi, hingga tindakan atau proyek nyata.
ATP berfungsi sebagai peta perjalanan dalam setiap sesi pembelajaran. Rencananya dibuat untuk mengembangkan pemahaman secara bertahap. Contohnya, untuk topik “Surat Al-‘Asr”: