Pendidikan pada abad ke-21 memerlukan penguasaan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kompetensi secara menyeluruh. Di Madrasah Aliyah (MA), misi ini menjadi lebih menantang karena harus membentuk individu yang cerdas baik secara intelektual maupun spiritual serta mempunyai akhlak yang baik. Pembelajaran Bahasa Arab kelas 10 MA, yang esensial untuk memahami sumber-sumber agama Islam, sering kali dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan tidak menarik. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan baru dalam menyusun perangkat ajar KBC kelas 10, seperti CP, ATP, Modul Ajar, Promes, Prota, dan KKTP.
Perangkat ajar KBC Bahasa Arab kelas 10 di Madrasah Aliyah bisa dipadukan dengan dua kerangka utama: Kurikulum Berbasis Cinta yang berlandaskan Panca Cinta dan Prinsip Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menekankan aspek Mindful, Meaningful, dan Joyful learning.
Panca Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang mengedepankan:
Cinta kepada Allah (Hubbullah): Menumbuhkan rasa syukur dan semangat belajar sebagai bentuk ibadah.
Cinta kepada Rasul (Hubbur Rasul): Meneladani akhlak dan semangat belajar Nabi Muhammad SAW.
Cinta kepada Ilmu (Hubbul ‘Ilmi): Menciptakan motivasi internal untuk mengeksplorasi pengetahuan.
Cinta kepada Sesama (Hubbun Naas): Mengembangkan kerjasama, empati, dan komunikasi yang konstruktif selama aktivitas belajar.
Cinta kepada Alam (Hubbul ‘Alam): Menghubungkan pembelajaran dengan konteks lingkungan dan pelestarian.
Deep Learning dengan tiga pilar:
Mindful Learning: Aktivitas belajar yang penuh kesadaran, fokus, dan refleksi. Murid tidak hanya melakukan penguasaan materi, tetapi juga memahami makna, konteks, dan hubungan dengan diri mereka.
Meaningful Learning: Aktivitas belajar yang relevan dan terhubung dengan kehidupan nyata serta pengetahuan lainnya. Murid memahami “untuk apa” dan “bagaimana” Bahasa Arab diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Joyful Learning: Aktivitas belajar yang menyenangkan dan menantang tanpa menambah kecemasan. Lingkungan kelas yang aman dan menyenangkan mengarahkan partisipasi aktif.
Integrasi dalam Penyusunan Perangkat Ajar KBC Bahasa Arab Kelas 10
Berikut ini adalah langkah-langkah integrasi dalam setiap elemen perangkat ajar KBC Bahasa Arab kelas 10 Madrasah Aliyah:
Capaian Pembelajaran (CP): Menetapkan Tujuan Akhir yang Menyeluruh
CP fase E Bahasa Arab kelas 10 tidak hanya mencakup kompetensi bahasa (mendengarkan, berbicara, membaca, menulis), tetapi juga dipengaruhi oleh nilai-nilai Panca Cinta.
Contoh CP yang Diintegrasikan: “Di akhir fase E, murid dapat memahami teks lisan dan tulisan sederhana tentang identitas diri, keluarga, dan lingkungan sekolah (Meaningful) menggunakan kosa kata dan struktur dasar. Mereka menyampaikan pemahamannya secara lisan dan tulisan dengan rasa percaya diri dan kerja sama (Hubbun Naas, Joyful). Dalam proses ini, murid menyadari keagungan bahasa Al-Qur’an sebagai karunia Allah (Hubbullah, Mindful) dan termotivasi untuk mempelajarinya lebih dalam (Hubbul ‘Ilmi).”
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP): Menyusun Rencana Berjenjang Menuju CP
ATP membuat serangkaian tujuan pembelajaran yang sistematis. Setiap tahap dalam ATP bisa dibuat untuk mendukung prinsip Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Contoh ATP Tema “Al-Usrah” (Keluarga):
Tahap 1: Murid dapat mengenali dan menyebutkan kosakata anggota keluarga dalam Bahasa Arab (Joyful lewat permainan flashcard).
Tahap 2: Murid dapat mendeskripsikan hubungan antar anggota keluarga memakai struktur هذا / هذه dan أبي يعمل. . . (Meaningful dengan menyertakan foto keluarga).
Tahap 3: Murid dapat membaca teks singkat tentang keluarga Nabi Muhammad SAW (Hubbur Rasul) dan merefleksikan nilai-nilai keluarga dalam perspektif Islam (Mindful).
Tahap 4: Murid dapat menyusun silsilah keluarga yang sederhana (Hubbun Naas) dan menyampaikannya dengan penuh rasa syukur (Hubbullah).
Modul Ajar: Mesin Operasional Pembelajaran di Kelas
Modul ajar merupakan penerapan nyata dari integrasi perangkat ajar KBC Bahasa Arab kelas 10. Setiap elemen modul ajar KBC Bahasa Arab kelas 10 Madrasah Aliyah dibuat secara hati-hati.
Tujuan Pembelajaran: Jelas, terukur, dan mencakup sikap (cinta) serta keterampilan berpikir (deep learning).
Aktivitas Pembelajaran (Langkah-Langkah):
Pendahuluan: Memulai dengan ayat Al-Qur’an yang menjelaskan pentingnya keluarga (Hubbullah, Mindful), atau lagu Arab sederhana mengenai keluarga (Joyful).
Kegiatan Inti:
Eksplorasi: Murid melakukan peran untuk memperkenalkan anggota keluarga (Joyful, Meaningful).
Asosiasi: Murid menganalisis teks mengenai keluarga ideal dalam Islam dan mendiskusikan nilai-nilainya (Hubbur Rasul, Hubbun Naas, Mindful).
Komunikasi: Murid merancang proyek poster berjudul “Keluarga Bahagia” dengan deskripsi dalam bahasa Arab, kemudian mempresentasikannya (Meaningful, Hubbun Naas).
Penutup: Diskusi reflektif: “Apa yang kalian hargai dari keluarga kalian?” dan “Bagaimana bahasa Arab membantu kita memahami ajaran Islam mengenai keluarga?” (Mindful, Hubbullah).
Penilaian: Menerapkan penilaian autentik seperti proyek, portofolio, serta pengamatan sikap kerja sama dan pengakuan.
Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes): Peta Wawasan yang Terintegrasi
Prota dan Promes mengatur waktu untuk mencapai CP melalui berbagai tema. Prota memastikan bahwa dalam setahun, tema-tema yang diusung tidak hanya bersifat linguistik, tetapi juga mengandung nilai karakter Panca Cinta. Contohnya, semester pertama berfokus pada tema An-Nafs (Diri) dan Al-Usrah (Keluarga), sementara semester kedua berkembang ke Al-Bi’ah (Lingkungan – Hubbul ‘Alam) dan Al-Mujtama’ (Masyarakat – Hubbun Naas).
Promes menjelaskan alokasi waktu mingguan, menjaga prinsip Joyful Learning dengan menyeimbangkan antara pembelajaran yang intensif (seperti tata bahasa/qawaid) dan pembelajaran aktif-proyek (seperti drama, pembuatan video).
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP): Tolak Ukur yang Komprehensif
KKTP berfungsi sebagai petunjuk untuk menilai apakah tujuan pembelajaran telah tercapai. KKTP yang efektif mencakup aspek kognitif, psikomotor, dan afektif.
Contoh KKTP Bahasa Arab Kelas 10 untuk Keterampilan Menulis Deskripsi Keluarga:
Aspek Kebahasaan (Kognitif): Penggunaan kosakata yang tepat (minimal 80%), struktur kalimat yang benar.
Aspek Keterampilan (Psikomotorik): Tulisan harus rapi, terstruktur, dan kreatif (misalnya dengan ilustrasi).
Aspek Sikap (Afektif / Panca Cinta): Menunjukkan rasa syukur dan penghargaan terhadap keluarga dalam tulisan (Hubbullah, Hubbun Naas), serta menunjukkan kesungguhan dan keceriaan selama proses pengerjaan (Joyful, Hubbul ‘Ilmi).
Perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Bahasa Arab kelas 10 di Madrasah Aliyah yang disesuaikan dengan Panca Cinta dan Deep Learning merupakan tindakan yang krusial. Metode tersebut mengubah pandangan bahwa Bahasa Arab itu sulit menjadi aktivitas pembelajaran yang bermanfaat dan menyenangkan. Dengan adanya berbagai perangkat ajar KBC kelas 10 yang dibuat dengan teliti, pembelajaran tidak hanya menekankan pada aspek bahasa, tetapi juga pada pengembangan karakter yang cinta Allah, Rasul, ilmu, sesama, serta lingkungan. Tujuan utamanya adalah untuk membentuk generasi yang tidak hanya mahir berbahasa Arab, tetapi juga bijaksana dan penuh kasih sayang dalam menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.