Membuat Program Semester (Promes) Al-Qur’an Hadis kelas 12 di Madrasah Aliyah (MA) fase F memerlukan langkah-langkah yang sistematis. Guru harus memahami capaian pembelajaran sebelum menentukan materi, jadwal, dan memetakan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran perlu dibagi secara proporsional dalam setiap semester, dengan mempertimbangkan minggu efektif, serta aspek asesmen, remedial, pengayaan, dan kegiatan madrasah.

Promes kurikulum merdeka harus memuat perjalanan belajar selama satu semester, dan jika ada perubahan jadwal, rencana tersebut harus mudah disesuaikan tanpa mengubah tujuan utama. Pembuatannya juga harus memperhatikan kurikulum, karakter murid, dan kondisi di Madrasah Aliyah.
Langkah pertama dalam membuat Promes kurikulum merdeka adalah menganalisis Capaian Pembelajaran (CP). Guru perlu membaca CP Al-Qur’an Hadis kelas 12 Madrasah Aliyah fase F secara menyeluruh. Kemudian, mengidentifikasi kompetensi yang harus dikuasai oleh murid. Sebaliknya dari membagi materi berdasarkan jumlah pertemuan, guru perlu memahami kemampuan yang harus terbentuk pada akhir pembelajaran.
Dari analisis tersebut, guru bisa menentukan prioritas kompetensi dan menghubungkannya dengan materi yang relevan, sehingga Promes kelas 12 mempunyai landasan yang kokoh. Selain itu, guru juga harus memperhatikan hubungan antara pembelajaran di kelas XI dan XII. Mengingat keduanya berada dalam fase F, pembelajaran perlu menunjukkan kontinuitas sehingga guru tidak mengulang seluruh materi secara tidak perlu, melainkan memberikan penguatan pada kompetensi yang masih memerlukan perhatian. Setelah itu, guru mudah meningkatkan tingkat kompleksitas pembelajaran untuk membantu murid berkembang secara bertahap.
Setelah menganalisis CP, langkah selanjutnya dalam membuat Promes Al-Qur’an Hadis kelas 12 fase F kurikulum merdeka adalah memetakan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran harus merefleksikan kemampuan yang mudah dicapai oleh murid, dimulai dari kemampuan sederhana menuju yang lebih kompleks. Contohnya, pembelajaran bisa dimulai dengan memahami kandungan ayat, lalu murid dianjurkan untuk menganalisis pesan dalam ayat tersebut, dan menghubungkan pesan tersebut dengan kehidupan sehari-hari.
Tahapan tersebut memberikan alur pembelajaran yang jelas. Guru juga perlu memilih kata kerja operasional yang tepat, seperti menjelaskan, menganalisis, membandingkan, mengevaluasi, dan menerapkan, untuk memperjelas tujuan. Selanjutnya, guru perlu memasukkan tujuan tersebut ke dalam program semester dan memastikan seluruh tujuan telah mendapatkan alokasi waktu yang memadai. Jika ada tujuan yang memerlukan kegiatan diskusi atau praktik, alokasi waktu juga harus cukup disiapkan. Dengan cara tersebut, pemetaan tujuan menjadi dasar untuk pembagian materi dan waktu dalam Promes Al-Qur’an Hadis kelas 12 fase F kurikulum merdeka.
Selanjutnya, guru harus menentukan materi Al-Qur’an Hadis kelas 12 MA yang mendukung tujuan pembelajaran. Pemilihan materi harus berdasar pada CP dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Kuantitas materi tidak harus banyak untuk mencapai pembelajaran yang berkualitas. Yang terpenting adalah memilih materi yang benar-benar mendukung pencapaian kompetensi. Setelah materi ditentukan, guru bisa mengelompokkannya menjadi beberapa unit pembelajaran, di mana setiap unit mempunyai keterkaitan yang jelas dengan tujuan pembelajaran.
Perhatian juga perlu diberikan pada tingkat kesulitan masing-masing materi. Materi yang memerlukan pemahaman mendalam akan memerlukan waktu yang lebih banyak, sedangkan materi penguatan bisa mendapat alokasi waktu yang lebih singkat. Selain itu, penting bagi guru untuk menghubungkan materi dengan konteks kehidupan murid, sehingga pembelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 12 MA terasa lebih relevan. Dengan demikian, pemilihan materi harus mempertimbangkan baik pengetahuan teori maupun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah tujuan dan materi pembelajaran dibuat, guru perlu menghitung jumlah minggu efektif. Guru bisa menggunakan kalender pendidikan madrasah sebagai dasar perhitungan. Selanjutnya, guru harus mengurangi minggu-minggu yang digunakan untuk libur, kegiatan di Madrasah Aliyah, asesmen, dan agenda lainnya. Hasil perhitungan ini akan menunjukkan waktu yang benar-benar tersedia untuk pembelajaran. Guru kemudian mudah membagi waktu tersebut berdasarkan jumlah tujuan pembelajaran.
Namun, penting bagi guru untuk tidak membagi waktu secara merata, karena setiap materi mempunyai karakteristik dan tingkat kesulitan yang berbeda. Materi yang kompleks biasanya memerlukan waktu yang lebih panjang, sedangkan materi yang lebih sederhana mudah diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat. Selain itu, guru juga harus menyediakan waktu untuk asesmen formatif dan mempertimbangkan kegiatan remedial serta pengayaan. Dengan langkah-langkah tersebut, Promes Al-Qur’an Hadis kelas 12 fase F kurikulum merdeka akan menjadi lebih realistis dan guru bisa menghindari penetapan target yang tidak sesuai dengan waktu yang tersedia.
Setelah mengetahui jumlah minggu efektif, guru bisa menentukan alokasi waktu untuk setiap tujuan pembelajaran. Alokasi waktu dalam Promes kelas 12 perlu disesuaikan dengan tingkat kesulitan materi. Selain itu, jenis kegiatan yang akan dilakukan juga harus diperhatikan. Misalnya, diskusi mendalam membutuhkan waktu yang berbeda dibandingkan dengan kegiatan membaca. Demikian pula untuk presentasi, proyek, praktik, dan asesmen. Oleh karena itu, guru perlu membuat estimasi yang realistis.
Selanjutnya, guru bisa menempatkan setiap tujuan pada minggu yang tersedia dan harus menghindari penumpukan tujuan dalam satu pertemuan. Jika terlalu banyak tujuan yang diajukan dalam satu kelas, murid berisiko mengalami beban belajar yang tinggi. Sebaliknya, waktu yang terlalu longgar bisa mengurangi efektivitas pembelajaran. Oleh karenanya, guru perlu mencari keseimbangan yang tepat. Alokasi waktu yang cukup penting supaya murid mudah memahami materi, melakukan kegiatan, dan melaksanakan asesmen. Dengan demikian, waktu pembelajaran bisa mendukung pencapaian kompetensi secara maksimal.
Promes Al-Qur’an Hadis kelas 12 MA fase F kurikulum merdeka yang baik harus memperhatikan asesmen pembelajaran. Guru perlu menentukan waktu pelaksanaan asesmen formatif dan menyiapkan asesmen di akhir unit atau tujuan tertentu. Asesmen akan membantu guru mengetahui pencapaian murid dan hasilnya menjadi dasar untuk tindak lanjut.
Jika murid belum mencapai tujuan, guru bisa memberikan remedial, sedangkan untuk yang sudah mencapai tujuan bisa diberikan pengayaan. Oleh karena itu, asesmen perlu menjadi bagian dari perencanaan sejak awal, dan bentuk asesmen harus dipilih sesuai dengan tujuan pembelajaran. Misalnya, jika tujuan adalah untuk menganalisis, gunakan pertanyaan terbuka; jika untuk penerapan, gunakan tugas kontekstual.
Guru perlu memastikan bahwa Promes Al-Qur’an Hadis kelas 12 fase F kurikulum merdeka sesuai dengan kalender pendidikan madrasah, yang akan menjadi dasar untuk jadwal pembelajaran. Hal ini mencakup perhatian terhadap hari libur nasional, kegiatan khusus di Madrasah Aliyah, kegiatan keagamaan, dan agenda akademik, yang semuanya bisa mengurangi jumlah pertemuan efektif.
Sebelum menetapkan jadwal, guru harus memeriksa kalender pendidikan dengan seksama. Jika ada perubahan dalam kalender, guru harus menyesuaikan Promes kelas 12 tanpa perlu membuat dokumen baru sepenuhnya, cukup dengan mengubah bagian yang terdampak. Fleksibilitas tersebut sangat penting karena kondisi pendidikan mudah berubah sewaktu-waktu.
Download Promes Al-Qur’an Hadis kelas 12 fase F kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Promes Al-Qur’an Hadis kelas 12 fase F kurikulum merdeka bisa membantu guru dalam mendesain pembelajaran yang lebih terarah dan realistis. Guru juga perlu memastikan bahwa setiap komponen dalam Program Semester mempunyai hubungan yang jelas. Dengan demikian, Promes kurikulum merdeka tidak hanya memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi juga benar-benar membantu guru dalam mengelola pembelajaran Al-Qur’an Hadis di Madrasah Aliyah secara efektif.