Kurikulum merdeka memberikan kebebasan dalam berpikir dan bertindak di bidang pendidikan. Dalam hal ini, guru berfungsi sebagai fasilitator, sementara murid menjadi pusat dari pembelajaran aktif. Bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah (MI) diajarkan dengan pendekatan kontekstual, khususnya dalam fase B yang sangat penting untuk murid kelas 4 untuk memahami struktur kalimat dan kosakata. Perencanaan yang matang melalui Program Semester (Promes) Bahasa Arab kelas 4 fase B kurikulum merdeka sangat diperlukan untuk mengarahkan dan mengukur capaian pembelajaran (CP).

Promes Bahasa Arab kelas 4 MI fase B kurikulum merdeka terdiri dari beberapa komponen wajib yang harus ada. Komponen pertama adalah identitas dan mata pelajaran. Identitas mencakup nama Madrasah Ibtidaiyah, kelas, dan semester, sedangkan mata pelajaran yang dimaksud adalah Bahasa Arab. Komponen kedua adalah capaian pembelajaran pada fase B, yang bersumber dari dokumen kurikulum. Terdapat empat elemen utama dalam pembelajaran Bahasa Arab kelas 4: menyimak (istima’), berbicara (kalam), membaca (qira’ah), dan menulis (kitabah). Keempat elemen ini saling terintegrasi, dan guru tidak mengajarkan secara terpisah. Pembelajaran terpadu memberikan makna lebih baik untuk murid.
Komponen ketiga adalah alokasi waktu per minggu, yang dihitung dalam jam pelajaran. Satu jam pelajaran setara dengan 35 menit. Jumlah jam pelajaran per minggu dapat bervariasi antar sekolah; sekolah umum biasanya mempunyai dua jam pelajaran per minggu, sedangkan Madrasah Ibtidaiyah bisa mempunyai tiga hingga empat jam. Selain itu, guru juga mencantumkan jumlah minggu efektif yang biasanya berkisar antara 18-20 minggu. Perhitungan tersebut harus dilakukan secara akurat dan realistis.
Komponen keempat memuat materi pokok atau topik pembelajaran Bahasa Arab kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah. Di kelas 4 fase B, tema pokok meliputi keluarga, anggota tubuh, pakaian, lingkungan madrasah, dan aktivitas sehari-hari. Setiap tema dilengkapi dengan kosakata dan kalimat sederhana yang digunakan dalam percakapan sehari-hari, termasuk tanya jawab tentang identitas diri, serta pembelajaran angka 1 sampai 100, waktu, dan hari. Materi gramatikal juga diajarkan, meliputi mufrad dan jama’, serta dhamir untuk kata ganti, dengan penekanan pada pola kalimat nominal dan verbal. Semua materi disesuaikan dengan tingkat kognitif murid.
Komponen kelima adalah aktivitas pembelajaran dan penilaian. Aktivitas tersebut terdiri dari pembukaan, inti, dan penutup. Asesmen terbagi menjadi dua, yaitu formatif dan sumatif. Asesmen formatif dilakukan di akhir setiap bab, sedangkan asesmen sumatif dilakukan di akhir semester. Semua komponen tersebut dibuat dalam tabel untuk memudahkan pembacaan dan evaluasi.
Pembuatan Promes Bahasa Arab kelas 4 MI fase B kurikulum merdeka dimulai dengan mempelajari Program Tahunan (Prota) secara mendalam, yang mencakup jadwal semester ganjil dan genap. Guru harus mengidentifikasi jumlah minggu efektif berdasarkan kalender akademik yang dikeluarkan oleh dinas pendidikan, yang mencakup hari libur nasional, libur keagamaan, dan cuti bersama. Proses perhitungan minggu tanpa libur dan ujian harus dilakukan dengan teliti. Selanjutnya, guru memetakan capaian pembelajaran sesuai dengan kompleksitas elemen yang berbeda. Alokasi waktu per tema biasanya berkisar antara 2-4 minggu, tergantung pada tingkat kesulitan tema tersebut.
Guru Bahasa Arab kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah kemudian membuat jadwal mingguan yang terperinci, dengan minggu pertama dikhususkan untuk pengenalan dan minggu-minggu berikutnya fokus pada tema pertama. Setiap minggu dilengkapi dengan indikator pencapaian yang berkaitan dengan capaian pembelajaran. Aktivitas pembelajaran didesain supaya bervariasi dan interaktif dengan memanfaatkan media seperti lagu, permainan, dan gambar. Penilaian harian dilakukan untuk refleksi dan perbaikan, serta waktu proyek diintegrasikan dalam jadwal.