Dengan mengetahui jumlah minggu efektif, guru bisa menetapkan alokasi waktu untuk setiap TP. Penetapan alokasi waktu harus mempertimbangkan:
Alokasi waktu yang realistis bisa membantu menjaga keseimbangan dalam pembelajaran supaya tidak berlangsung terlalu cepat atau lambat.
Tahap berikutnya adalah mendistribusikan setiap tujuan pembelajaran ke dalam minggu-minggu yang efektif. Pada tahap ini, guru perlu merencanakan urutan yang logis, contohnya:
Distribusi ini berfungsi sebagai panduan terperinci yang akan membantu guru selama semester.
Setiap TP harus dilengkapi dengan materi pembelajaran yang relevan. Guru juga perlu mencantumkan kegiatan yang mendukung pencapaian kompetensi, seperti membaca, diskusi, presentasi, analisis teks, hingga penulisan kreatif. Dalam kurikulum merdeka, kegiatan belajar yang menekankan proyek atau tugas kolaboratif sangat disarankan supaya siswa bisa memperoleh keterampilan sosial dan komunikasi.
Penyusunan Promes kurikulum merdeka harus mempertimbangkan agenda sekolah seperti:
Penyesuaian ini bertujuan untuk menghindari bentrokan jadwal dan memastikan bahwa pembelajaran tetap berlangsung maksimal meskipun terdapat kegiatan tambahan.
Download Promes Bahasa Indonesia kelas 9 fase D kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Promes Bahasa Indonesia kelas 9 SMP/MTs fase D dalam kurikulum merdeka adalah dokumen yang krusial bagi guru. Fungsi Promes kelas 9 adalah untuk mengatur waktu, merencanakan kegiatan pembelajaran, dan menjamin bahwa seluruh Tujuan Pembelajaran (TP) bisa tercapai dengan baik. Dengan mengetahui bagian-bagian dan proses pembuatannya, guru bisa membuat Promes kurikulum merdeka yang terstruktur, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.