Membuat Program Semester (Promes) SKI kelas 12 fase F kurikulum merdeka membutuhkan perencanaan yang sistematis. Guru perlu menghubungkan capaian pembelajaran (CP), tujuan pembelajaran, materi, alokasi waktu, dan asesmen. Karena itu, guru tidak sebaiknya membuatnya hanya dengan menyalin dokumen tahun sebelumnya.

Setiap komponen perlu diperiksa supaya sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan kondisi di Madrasah Aliyah (MA). Dengan perencanaan yang tepat, Promes kurikulum merdeka mudah menjadi pedoman pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang praktis sepanjang semester.
Langkah pertama yaitu memeriksa Capaian Pembelajaran (CP) SKI kelas 12 fase F yang berlaku di Madrasah Aliyah. CP menjadi dasar utama dalam menentukan arah pembelajaran. Guru perlu memahami kompetensi yang harus murid kuasai pada akhir fase. Setelah memahami CP, guru bisa mengidentifikasi kemampuan yang perlu dikembangkan selama semester. Proses tersebut membantu guru memilih materi yang benar-benar mendukung pencapaian kompetensi. Selain itu, guru bisa menghindari materi yang tidak mempunyai hubungan dengan tujuan pembelajaran. Dengan demikian, Promes kurikulum merdeka mempunyai dasar yang kuat dan tidak sekadar berisi daftar materi.
Setelah memahami CP, guru perlu menelaah Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). ATP memberikan gambaran mengenai urutan tujuan pembelajaran yang akan murid capai. Guru mudah memilih tujuan pembelajaran yang masuk dalam semester tersebut. Kemudian, guru mengurutkannya berdasarkan alur yang sudah tersedia. Jika kondisi madrasah membutuhkan penyesuaian, guru bisa melakukan pengaturan secara kontekstual. Namun, perubahan tersebut tetap harus menjaga keterkaitan antartujuan pembelajaran. Dengan langkah tersebut, Promes SKI kelas 12 fase F kurikulum merdeka akan mempunyai hubungan yang jelas dengan perencanaan pembelajaran lainnya.
Berikutnya dalam membuat Program Semester (Promes), guru menentukan materi SKI kelas 10 MA yang mendukung setiap tujuan pembelajaran. Guru sebaiknya tidak memilih materi hanya berdasarkan banyaknya topik dalam buku. Sebaliknya, guru perlu melihat kompetensi yang ingin murid capai. Materi harus membantu murid memahami perkembangan sejarah dan kebudayaan Islam secara mendalam. Guru juga mudah memilih sumber belajar yang sesuai dengan ciri khas murid. Selanjutnya, guru mengelompokkan materi berdasarkan unit atau tema pembelajaran. Pengelompokan tersebut memudahkan guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) menentukan urutan dan alokasi waktu.
Dalam membuat Promes SKI kelas 12 MA fase F kurikulum merdeka, guru perlu menghitung minggu efektif dalam satu semester. Gunakan kalender pendidikan madrasah sebagai dasar perhitungan. Guru perlu mengurangi hari libur, kegiatan di Madrasah Aliyah, asesmen, dan agenda lain yang mengurangi waktu belajar. Setelah itu, guru memperoleh jumlah minggu yang benar-benar tersedia. Jumlah tersebut menjadi dasar untuk membagi materi dan tujuan pembelajaran. Langkah tersebut penting karena setiap semester mempunyai jumlah waktu yang berbeda. Dengan perhitungan yang tepat, guru bisa membuat jadwal pembelajaran yang lebih realistis.
Setelah mengetahui minggu efektif, guru menentukan alokasi Jam Pelajaran (JP) dalam Promes SKI kelas 12 fase F kurikulum merdeka. Guru bisa memberikan waktu berbeda sesuai tingkat kesulitan setiap materi. Materi yang membutuhkan analisis mendalam tentu membutuhkan waktu lebih panjang. Sebaliknya, materi penguatan bisa memperoleh alokasi yang lebih singkat. Guru juga perlu menyediakan waktu untuk asesmen dan tindak lanjut. Dengan demikian, pembagian waktu tidak hanya berfokus pada penyampaian materi. Perencanaan tersebut membantu guru menjaga keseimbangan antara pembelajaran, asesmen, remedial, dan pengayaan.