Tantangan utama dalam membuat Promes Fikih kelas 12 MA fase F kurikulum merdeka adalah fleksibilitas. Kurikulum merdeka memberi guru kebebasan berkreasi, namun harus tetap dalam kerangka capaian pembelajaran (CP). Guru juga perlu responsif terhadap isu terkini, seperti fatwa baru tentang cryptocurrency, yang bisa dimasukkan dalam unit ekonomi atau topik fikih digital di akhir semester. Penyesuaian alokasi waktu diperlukan untuk hal ini.
Implementasi Promes kurikulum merdeka tidak selalu berjalan lancar; terkadang guru tertinggal jadwal karena ujian mendadak atau aktivitas lain. Jika ini terjadi, guru harus melakukan tindakan korektif, seperti memadatkan materi tertentu dan membiarkan murid belajar secara mandiri melalui modul atau video. Namun, guru tetap harus memastikan pemahaman konsep utama, karena pengabaian bisa berdampak fatal pada pemahaman murid ke depan. Oleh karena itu, prioritisasi materi sangat penting.
Selanjutnya, kolaborasi dengan guru lain juga sangat dianjurkan. Terutama dengan guru mata pelajaran terkait. Misalnya, guru Fikih di Madrasah Aliyah berkolaborasi dengan guru Sosiologi. Kolaborasi tersebut menghasilkan proyek penguatan profil yang menarik. Proyek (kokurikuler) bisa berupa penelitian tentang praktik zakat di masyarakat. Atau, proyek tentang kesadaran hukum waris di desa. Proyek semacam ini memperkaya pengalaman belajar murid. Pengalaman belajar menjadi lebih nyata dan aplikatif. Aplikatif sesuai dengan semangat kurikulum merdeka. Semangat tersebut mengarahkan murid belajar dari lingkungan sekitar. Lingkungan adalah laboratorium terbaik untuk memahami fiqih. Karena itu, Promes Fikih kelas 12 MA fase F kurikulum merdeka harus menyediakan ruang untuk proyek kolaboratif. Ruang ini diisi dengan jadwal observasi lapangan. Observasi lapangan membutuhkan waktu dan perencanaan matang.
Dari sisi administratif, Promes kurikulum merdeka juga menjadi bukti kinerja guru. Dokumen tersebut diperiksa oleh pengawas atau kepala Madrasah Aliyah. Tujuannya untuk menjamin kualitas perencanaan pembelajaran. Kualitas perencanaan mencerminkan profesionalisme seorang guru. Guru profesional selalu membuatnya sebelum tahun ajaran baru. Promes kelas 12 yang baik menunjukkan kesiapan mengajar yang maksimal. Kesiapan tersebut membuat lingkungan belajar yang kondusif. Lingkungan belajar yang kondusif meningkatkan efektivitas transfer pengetahuan. Pengetahuan fiqih tidak lagi dihafal, tetapi dipahami. Pemahaman akan membentuk karakter ibadah yang kokoh. Karakter inilah tujuan akhir dari pendidikan fiqih. Pendidikan fiqih bukan sekadar transfer ilmu. Lebih dari itu, fiqih adalah pembentukan kepribadian muslim.
Download Promes Fikih kelas 12 fase F kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Akhirnya, Promes Fikih kelas 12 MA fase F kurikulum merdeka adalah fondasi utama. Fondasi tersebut menyangga seluruh aktivitas belajar selama semester. Tanpa Program Semester (Promes), pembelajaran di Madrasah Aliyah akan kehilangan arah yang jelas. Kehilangan arah menyebabkan pemborosan waktu dan energi. Waktu dan energi murid adalah aset berharga yang tidak boleh disia-siakan. Oleh karena itu, mari kita buat Promes kelas 12 dengan sungguh-sungguh. Kesungguhan tersebut adalah wujud pengabdian pada pendidikan. Pendidikan adalah investasi untuk masa depan umat. Masa depan yang cerah dimulai dari perencanaan yang baik hari ini.