BerandaKelas 10Promes Pendidikan Pancasila Kelas 10 Kurikulum Merdeka
Promes Pendidikan Pancasila Kelas 10 Kurikulum Merdeka
3 menit membaca
Share this:
Contoh Sederhana Alur dalam Promes Pendidikan Pancasila Kelas 10
Minggu 1-3: Mengembangkan Pemahaman Dasar
TP: Membedakan peran Pancasila sebagai landasan negara dan filosofi hidup dengan mempelajari teks sejarah.
Aktivitas: Analisis dokumen Piagam Jakarta dan Pancasila, diskusi tentang “Mengapa sila pertama berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa?”.
Asesmen: Esai singkat mengenai pentingnya Pancasila sebagai pemersatu.
Minggu 4-7: Memahami Nilai dan Merenungkan Konteks
TP: Menganalisis nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Persatuan Indonesia dalam konteks intoleransi dan kekerasan.
Aktivitas: Diskusi tentang kasus bullying, pembuatan poster digital anti-bullying yang berlandaskan nilai Pancasila.
Asesmen: Presentasi poster dan refleksi individu.
Minggu 8-12: Aksi Konkret dan Proyek Kolaboratif
TP: Merencanakan dan melaksanakan aksi sosial kecil di sekolah berdasarkan masalah yang diidentifikasi (contoh: sikap tak disiplin, kurangnya kepedulian terhadap lingkungan).
Aktivitas: Survei masalah, diskusikan aksi, perencanaan, pelaksanaan (contoh: gerakan “Jumat Bersih dan Tertib”), evaluasi.
TP: Menilai ancaman radikalisasi dan disinformasi terhadap Pancasila serta mengusulkan strategi untuk meningkatkan ketahanan.
Aktivitas: Analisis konten media sosial yang provokatif, simulasi debat yang sehat, membuat konten informasi untuk melawan hoaks.
Asesmen: Karya konten yang positif (video pendek, utas media sosial) dan ujian analisis kasus.
Minggu 17-18: Refleksi Akhir dan Konsolidasi
Konsolidasi pembelajaran, refleksi akhir semester, dan umpan balik untuk perbaikan.
Tantangan dan Strategi Implementasi
Penyusunan dan pelaksanaan Promes Pendidikan Pancasila kelas 10 fase E kurikulum merdeka menghadapi beberapa tantangan.
Pertama, beban administratif yang berat pada guru bisa menjadikan pembuatan Promes kurikulum merdeka sekadar formalitas. Solusinya, pengembangan Promes kelas 10 SMA/MA fase E harus bersifat kolaboratif antar-guru Pendidikan Pancasila dan mata pelajaran lainnya untuk mengoptimalkan integrasi.
Kedua, penilaian sikap yang subjektif. Dibutuhkan rubrik observasi yang rinci dan kebiasaan refleksi untuk siswa.
Ketiga, keterbatasan waktu dalam jam pelajaran. Proyek (kokurikuler) dan pembelajaran yang kontekstual memerlukan waktu yang fleksibel, mungkin perlu dikelola dengan menggunakan skala prioritas atau model pembelajaran campuran.
Download Promes Pendidikan Pancasila kelas 10 fase E kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Kesimpulan
Promes Pendidikan Pancasila kelas 10 SMA/MA fase E kurikulum merdeka pada dasarnya merupakan kerangka kerja yang bertujuan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang mengubah cara pandang. Ini berfungsi sebagai penghubung antara tujuan pembelajaran yang ideal dan kenyataan di lapangan. Promes kurikulum merdeka yang efektif tidak hanya membimbing siswa untuk “bisa lulus ujian Pancasila,” tetapi juga untuk “menginternalisasi nilai-nilai Pancasila” dalam pemikiran, ucapan, dan perilaku mereka. Melalui Promes kelas 10 yang dinamis, relevan, dan berfokus pada siswa, Pendidikan Pancasila akan menjadi alat yang mampu membentuk generasi Pelajar Pancasila yang berpikir kritis, kreatif, mandiri, beriman, takwa, serta bisa berkolaborasi dan mencintai tanah air, generasi yang siap menghadapi tantangan zaman dengan memahami identitas bangsa mereka.