Pendidikan Pancasila kelas 10 SMA/MA fase E pada era kurikulum merdeka mengalami perubahan yang sangat berarti. Mata pelajaran tersebut tidak hanya menjadi fokus untuk menghafal sila-sila, tetapi juga berfungsi sebagai inti dalam aktivitas pembelajaran yang membantu membentuk identitas, karakter, dan keterampilan hidup untuk siswa. Untuk mencapai hal ini secara terencana dan terukur di tiap satuan pendidikan, Program Semester (Promes) menjadi alat yang sangat penting.

Program Semester (Promes) yang berhasil adalah perpaduan yang seimbang antara elemen administrasi dan elemen pengajaran. Berikut adalah susunan dan penjelasan dari setiap elemennya:
Promes Pendidikan Pancasila kelas 10 fase E kurikulum merdeka dimulai dengan mencantumkan identitas sekolah, semester, kelas, dan nama guru. Yang paling penting adalah melakukan analisis kondisi awal siswa. Guru perlu menjalankan asesmen diagnostik untuk memahami seberapa jauh pemahaman, pengalaman, dan pandangan siswa mengenai Pancasila. Apakah mereka masih melihatnya sebagai sekadar hafalan? Isu sosial apa yang paling menarik perhatian mereka? Analisis tersebut akan menjadi dasar untuk menyesuaikan metode pembelajaran.
Ini adalah bagian paling penting dari Promes kurikulum merdeka. Tujuan Pembelajaran dirumuskan berdasar pada CP fase E, namun dituliskan dalam tujuan yang praktis, terukur, dan fokus pada siswa. Pemetaan ATP kurikulum merdeka sepanjang semester harus mempertimbangkan kompleksitas materi, keterhubungan antar konsep, dan kesinambungan dalam proses internalisasi.
Tujuan Pembelajaran seperti ini jelas mengintegrasikan dimensi pengetahuan (analisis), sikap (mencari solusi berdasarkan nilai), dan keterampilan (membuat kampanye digital).
Materi Pendidikan Pancasila kelas 10 SMA/MA fase E biasanya dibagi menjadi beberapa elemen utama, seperti:
Promes kelas 10 SMA/MA fase E harus mengatur urutan materi ini dengan logis, misalnya dari konsep dasar (pemahaman konsep) ke aplikasi (analisis isu) hingga penciptaan (tindakan nyata).
Kurikulum merdeka mengharuskan adanya diferensiasi dalam pembelajaran. Promes Pendidikan Pancasila kelas 10 SMA/MA fase E harus membuat beragam metode yang sesuai:
Media yang digunakan harus bervariasi: video dokumenter, artikel, data infografis, platform kolaborasi digital, dan lain-lain.
Penilaian dalam Promes Pendidikan Pancasila kelas 10 fase E kurikulum merdeka harus bersifat otentik dan berkesinambungan, mencakup tiga dimensi:
Rubrik penilaian yang jelas harus menjadi elemen penting dalam Program Semester (Promes).
Promes kurikulum merdeka mengatur pembagian waktu untuk setiap unit pendidikan, termasuk waktu untuk asesmen formatif, umpan balik, dan proyek (kokurikuler). Sumber belajar sebaiknya tidak hanya berasal dari buku teks, tetapi juga dari jurnal, situs web resmi (seperti BPIP), literatur, film, dan sumber utama di sekitar kita.