Guru Sejarah kelas 10 SMA/MA menghadapi tantangan signifikan saat ini. Mereka perlu membuat rencana pembelajaran yang terstruktur. Program Semester atau Promes menjadi solusi praktis untuk permasalahan ini. Promes kurikulum merdeka memudahkan guru dalam mengatur waktu pengajaran.

Program Semester merupakan dokumen perencanaan waktu pembelajaran. Dokumen tersebut meliputi aktivitas selama enam bulan aktivitas pembelajaran. Sebelum memulai semester, guru menyiapkan rencana pembelajaran. Rencana ini mencakup distribusi materi pelajaran secara teratur. Selain itu, dokumen ini juga berisi pembagian jam pelajaran. Rencana pembelajaran juga menetapkan waktu pelaksanaan evaluasi. Kurikulum merdeka memberi keleluasaan dalam pembuatannya. Guru bisa mengubah rencana pembelajaran sesuai dengan kebutuhan murid. Karena itu, Promes kurikulum merdeka bersifat fleksibel dan kontekstual.
Fase E dalam kurikulum merdeka ditujukan bagi kelas 10. Murid fase E berusia sekitar 15-16 tahun. Mereka mengalami transisi dari SMP ke SMA. Pada fase ini, sejarah diajarkan dengan pendekatan tematis. Pendekatan tematis berbeda dari pendekatan kronologis biasa. Guru Sejarah kelas 10 SMA/MA perlu memahami ciri khas fase E. Pemahaman tersebut akan memudahkan dalam membuat rencana pembelajaran yang efektif. Selanjutnya, Promes Sejarah kelas 10 fase E kurikulum merdeka mempunyai karakteristik khusus. Karakteristik tersebut muncul dari capaian pembelajaran (CP) yang telah ditetapkan.
Promes Sejarah kelas 10 SMA/MA fase E kurikulum merdeka yang baik harus mencakup beberapa komponen utama. Komponen pertama adalah identitas dokumen pembelajaran. Identitas tersebut mencakup nama lembaga pendidikan (SMA/MA). Selanjutnya, identitas juga mencakup mata pelajaran Sejarah. Di samping itu, identitas meliputi kelas/fase (X/E).
Komponen kedua adalah alokasi waktu semester. Alokasi waktu dihitung berdasarkan minggu efektif. Minggu efektif adalah minggu yang tidak termasuk hari libur nasional. Guru harus menghitung minggu efektif secara teliti. Kesalahan perhitungan akan memengaruhi keseluruhan aktivitas pembelajaran.
Komponen ketiga adalah distribusi materi inti. Materi Sejarah kelas 10 SMA/MA fase E cukup luas. Kurikulum merdeka membagi materi menjadi beberapa elemen. Elemen pertama adalah manusia dalam sejarah. Kedua adalah peradaban awal di dunia. Ketiga adalah kerajaan besar di Nusantara. Keempat adalah kolonialisme dan perlawanan bangsa. Setiap elemen memerlukan alokasi waktu yang berbeda. Guru perlu memetakan kompleksitas setiap elemen. Pemetaan ini membantu dalam menentukan alokasi waktu yang sesuai.
Komponen keempat adalah jadwal asesmen. Asesmen dalam kurikulum merdeka bersifat menyeluruh. Ada asesmen harian, tengah semester, dan akhir semester. Promes kelas 10 SMA/MA harus mencakup ketiga jenis asesmen ini. Selanjutnya, dokumen ini mencantumkan aktivitas remedial dan pengayaan. Kedua aktivitas tersebut sering diabaikan oleh guru. Padahal, kedua hal ini sangat penting bagi murid. Oleh karena itu, komponen tersebut tidak boleh diabaikan.
Membuat Promes Sejarah kelas 10 SMA/MA fase E kurikulum merdeka memerlukan langkah yang sistematis. Langkah pertama adalah melakukan analisis capaian pembelajaran (CP). CP Sejarah kelas 10 fase E ditetapkan oleh pemerintah. Guru tidak diperbolehkan merubah CP tersebut. Namun, guru bisa mengembangkan indikator pencapaiannya. Indikator tersebut harus bersifat operasional dan mudah diukur.
Langkah kedua adalah menghitung minggu efektif untuk semester. Gunakan kalender akademik dari instansi pendidikan. Tandai semua hari libur dan aktivitas di sekolah. Kurangi total minggu dengan hari-hari tersebut. Hasilnya adalah jumlah minggu efektif untuk aktivitas pembelajaran.
Langkah ketiga adalah menentukan alokasi waktu untuk setiap materi. Hitung jam pelajaran dalam seminggu dibagi dengan jumlah minggu efektif. Sebagai contoh, jika mata pelajaran Sejarah kelas 10 SMA/MA mempunyai 2 jam dalam seminggu, dan ada 18 minggu efektif, maka totalnya adalah 36 JP. Sebarkan 36 JP tersebut kepada semua materi utama. Materi yang lebih sulit sebaiknya mendapatkan lebih banyak waktu. Sementara itu, untuk materi yang mudah, waktu yang dialokasikan bisa lebih sedikit.
Langkah keempat adalah membuat jadwal aktivitas secara berurutan. Mulailah dari minggu pertama hingga akhir. Sertakan materi, aktivitas, dan asesmen dengan urutan yang jelas.
Kemudian, langkah kelima adalah mencantumkan aktivitas lintas elemen. kurikulum merdeka mendukung pembelajaran berbasis proyek. Proyek (kokurikuler) yang memperkuat dimensi profil lulusan bisa diintegrasikan. Integrasikan proyek tersebut ke dalam Promes kurikulum merdeka. Proyek sejarah bisa menyentuh nilai-nilai lokal yang ada.
Selanjutnya, langkah keenam adalah memvalidasi dokumen yang sudah dibuat. Minta masukan dari rekan-rekan atau kepala sekolah. Lakukan revisi jika ada hal yang kurang tepat atau kurang lengkap. Akhirnya, sosialisasikan dokumen ini kepada murid. Mereka berhak mengetahui tentang rencana pembelajaran untuk semester ini.
Promes Sejarah kelas 10 fase E kurikulum merdeka bermanfaat untuk pembelajaran sangat beragam.
Banyak guru menghadapi tantangan saat pembuatan Promes Sejarah kelas 10 SMA/MA fase E kurikulum merdeka.
Download Promes Sejarah kelas 10 fase E kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Program Semester merupakan elemen penting dalam aktivitas belajar. Pembuatan Promes Sejarah kelas 10 SMA/MA fase E harus dilakukan dengan teliti, sambil tetap memahami kurikulum merdeka. Fleksibilitas dalam membuat rencana juga sangat penting, namun tetap mengikuti kerangka yang ada. Libatkan rekan sejawat, validasi rencana yang telah dibuat, sosialisasikan kepada murid dan orang tua, serta lakukan evaluasi secara berkala dan revisi jika diperlukan.