Implementasi kurikulum merdeka telah membawa perubahan positif sekaligus tantangan baru untuk para guru di Indonesia. Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah peningkatan fleksibilitas dalam membuat aktivitas pembelajaran, termasuk dalam mata pelajaran Seni Rupa kelas 2 pada tingkat Sekolah Dasar (SD/MI). Bagi guru kelas 2 yang termasuk dalam kategori Fase A, membuat rencana pembelajaran yang komprehensif menjadi faktor kunci keberhasilan dalam pengajaran.

Pada titik ini, peran Program Semester (Promes) Seni Rupa kelas 2 SD/MI fase A dalam kurikulum merdeka sangat penting. Promes kurikulum merdeka bukan hanya sekadar dokumen administratif, melainkan merupakan panduan yang akan membantu guru dalam mengembangkan kreativitas, kepekaan estetis, dan keterampilan berekspresi murid selama satu semester.
Program Semester (Promes) adalah perencanaan yang menetapkan pembagian waktu dalam satu semester untuk mencapai setiap Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang sudah ditentukan. Promes kurikulum merdeka adalah rincian lebih lanjut dari Program Tahunan (Prota). Jika Prota menargetkan pencapaian dalam satu tahun, maka Program Semester merincinya ke dalam dua semester, dengan mencakup jumlah minggu efektif dan perkiraan waktu yang diperlukan untuk setiap unit atau materi pembelajaran.
Promes Seni Rupa kelas 2 SD/MI fase A kurikulum merdeka berfungsi sebagai:
Fase A ditujukan untuk murid kelas 1 dan 2 SD. Pada fase tersebut, anak-anak berada dalam fase operasional konkret. Mereka belajar paling efektif melalui pengalaman langsung, bermain, dan interaksi dengan objek nyata. Oleh karena itu, Promes Seni Rupa kelas 2 fase A kurikulum merdeka perlu dibuat dengan memperhatikan karakteristik berikut:
Dalam membuat Promes Seni Rupa kelas 2 fase A kurikulum merdeka yang baik, ada beberapa unsur yang perlu dipahami dan diisi dengan teliti:
Mencakup nama sekolah, mata pelajaran (Seni Rupa), kelas/semester (II/1 atau II/2), dan tahun akademik.
Total minggu efektif yang ada dalam satu semester. Perhitungan tersebut dilakukan dengan mengurangi minggu-minggu yang tidak efektif seperti orientasi, asesmen tengah semester, asesmen akhir semester, serta hari libur nasional atau keagamaan.
ATP adalah serangkaian tujuan pembelajaran yang telah direncanakan secara sistematis dan logis dari awal sampai akhir fase. Untuk kelas 2 SD/MI, ATP ini merupakan turunan dari Capaian Pembelajaran (CP) fase A. Contoh CP fase A dalam Seni Rupa kelas 2 SD/MI adalah: “Di akhir Fase A, murid diharapkan bisa membuat karya dengan mengeksplorasi unsur seni rupa, bahan, alat, dan metode yang bervariasi serta mengenal karya seni rupa di sekitarnya”. Dari CP tersebut, guru bisa menetapkan beberapa ATP, seperti:
Topik yang akan diajarkan pada setiap pertemuan atau unit. Di kelas 2 SD/MI, materi bisa berhubungan dengan tema umum seperti “Keluargaku”, “Hobi”, “Hewan di Sekitarku”, atau “Lingkunganku”.
Penjelasan tentang kapan suatu ATP akan diajarkan serta waktu yang diperlukan. Contohnya, untuk mencapai ATP mengenai “membuat karya cetak”, guru merencanakan waktu selama 2 sesi pertemuan (masing-masing 2 x 35 menit).