BerandaKelas 3Prota Bahasa Indonesia Kelas 3 Fase B Kurikulum Merdeka
Prota Bahasa Indonesia Kelas 3 Fase B Kurikulum Merdeka
4 menit membaca
Share this:
Dalam ranah pendidikan yang terus berubah, Program Tahunan, yang biasa disingkat sebagai Prota, mempunyai peranan yang krusial sebagai panduan untuk guru dalam merencanakan pembelajaran sepanjang tahun ajaran. Terutama untuk Prota Bahasa Indonesia kelas 3 SD/MI fase B dalam kurikulum merdeka yang berfungsi sebagai pedoman utama supaya kegiatan belajar bisa berlangsung dengan lebih terstruktur, terukur, dan menyenangkan.
Komponen Prota Bahasa Indonesia Kelas 3 Fase B Kurikulum Merdeka
Di bawah ini adalah komponen-komponen kunci dari Prota Bahasa Indonesia kelas 3 SD/MI fase B dalam kurikulum merdeka, disusun berdasarkan prinsip dan struktur dari kurikulum tersebut:
1. Capaian Pembelajaran (CP) Fase B
Sumber utama dari dokumen CP Bahasa Indonesia kelas 3 fase B kurikulum merdeka
Membaca dan Memirsa: Mengerti teks naratif/informatif yang sederhana, menemukan informasi langsung, tokoh, latar belakang, dan nilai moral.
Menulis: Membuat teks naratif/pribadi (pengalaman, instruksi) dengan memperhatikan ejaan dan struktur kalimat dasar.
Berbicara dan Mendengarkan: Menyampaikan ide secara lisan, ikut dalam diskusi, serta mendengarkan cerita.
Literasi Dasar: Memperkuat pemahaman teks melalui kosakata, tata bahasa, dan penghargaan terhadap sastra anak.
2. Alokasi Waktu
Jumlah minggu efektif pada setiap semester (contoh: 18 minggu).
Total jam pelajaran per minggu (contoh: 4–5 JP/minggu).
Pembagian waktu untuk setiap materi/tema.
3. Pemetaan Materi Pokok per Semester
Materi dikelompokkan berdasarkan elemen CP fase B dan disesuaikan dengan tema pembelajaran
Teks fiksi, kalimat tentang perasaan tokoh dan diri sendiri
Tanda baca dan huruf kapital dalam kalimat
Kata-kata berima dalam teks
Semester 2:
Teks narasi yang memuat perasaan tokoh
Teks dengan tanda baca, khususnya tanda kutip
Tujuan pembuatan poster
Komposisi ilustrasi dan teks poster
4. Pengembangan Tema/Projek
Integrasi dengan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila)
Contoh Tema:
“Aku dan Temanku” (Semester 1: teks naratif tentang persahabatan).
“Lingkunganku Sehat” (Semester 2: teks prosedur tentang cara mencuci tangan).
Keterkaitan Projek:
Membuat buku cerita mini (kolaborasi dengan seni).
Presentasi mengenai kebiasaan baik (Profil: Gotong Royong).
5. Asesmen Diagnostik dan Formatif
Teknik asesmen: observasi, portofolio tulisan, unjuk karya bercerita.
Kriteria pencapaian diselaraskan dengan CP fase B.
6. Sarana dan Sumber Belajar
Buku teks Bahasa Indonesia kelas 3 kurikulum merdeka (misalnya, buku Kemendikbud).
Buku cerita anak, gambar, video pendek, dan lingkungan sekolah.
Strategi Penerapan Prota Kelas 3
Setelah Prota Bahasa Indonesia kelas 3 SD/MI fase B kurikulum merdeka disusun dengan rapi, langkah selanjutnya adalah pelaksanaannya dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari. Strategi implementasi yang tepat akan memastikan bahwa rencana tahunan dapat terwujud dan memberikan manfaat maksimal bagi perkembangan kompetensi bahasa siswa. Berikut adalah tiga pendekatan utama yang dapat dilakukan oleh guru di kelas.
Metode Pembelajaran Aktif
1. Diskusi Terstruktur
Guru mengatur diskusi dalam kelompok kecil untuk menganalisis makna teks, membandingkan kosakata, atau menggali pesan moral dari cerita rakyat.
Setiap siswa diberi kesempatan untuk berbicara, dengan bantuan pertanyaan terbuka (misalnya: “Menurutmu, apa yang membuat pemandangan ini terdengar indah?”).
2. Role Play dan Drama Pendek
Siswa berperan sebagai karakter dalam cerita rakyat atau situasi perilaku baik di sekolah.
Melalui drama, keterampilan berbicara, intonasi, dan ekspresi wajah akan berkembang, sekaligus menguatkan pemahaman terhadap isi teks.
3. Proyek Kolaboratif
Tugas menulis deskripsi tentang alam dilakukan secara bergiliran, kemudian hasilnya digabungkan menjadi satu makalah kelompok.
Proses berbagi ide dan tanggung jawab memicu semangat gotong royong sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.
Penggunaan Media dan Sumber Belajar
1. Buku Cerita Bergambar dan Peta Pikiran.
Ilustrasi pemandangan atau karakter dari cerita rakyat membantu siswa dalam membayangkan materi yang diajarkan.
Peta pikiran (mind map) dibuat secara bersama-sama untuk merangkum kata-kata kunci serta struktur dari cerita.
2. Video Pendek dan Animasi
Video dengan durasi 3 hingga 5 menit yang menampilkan gambaran alam, dokumentasi budaya, atau adaptasi dari cerita rakyat.
Animasi membantu memahami struktur narasi dan kosakata baru dengan cara yang lebih menarik.
Integrasi HOTS (Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi)
1. Pertanyaan Analitis
Tanyakan pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana”, contohnya: “Mengapa karakter dalam cerita ini bangga dengan lingkungan di sekitarnya?”
Latih siswa untuk memberikan alasan pada jawaban mereka dengan mengacu pada bukti dari teks.
2. Evaluasi dan Refleksi
Ajak siswa untuk membandingkan dua cerita rakyat yang berasal dari daerah yang berbeda, kemudian mengevaluasi nilai moral yang paling sesuai dengan kehidupan mereka.
Aktivitas ini meningkatkan kemampuan evaluasi dan introspeksi diri.
3. Kreasi dan Sintesis
Siswa diminta untuk membuat cerita pendek baru dengan topik “Kebiasaan Baik di Sekolah” dengan menggunakan kosakata serta struktur yang telah dipelajari.
Ini merangsang kreativitas dan pemahaman yang lebih dalam mengenai elemen teks.
Dengan penerapan metode pembelajaran aktif, penggunaan berbagai media, dan integrasi HOTS, Prota Bahasa Indonesia kelas 3 fase B bisa dilaksanakan dengan baik. Strategi ini memastikan bahwa setiap siswa tidak hanya menguasai kompetensi berbahasa, tetapi juga membangun karakter dan keterampilan berpikir kritis sesuai dengan standar kurikulum merdeka.