Kurikulum merdeka mengubah metode pembelajaran seni rupa. Para guru dituntut untuk lebih inovatif dan adaptif. Program Tahunan atau Prota menjadi dokumen yang sangat penting. Prota Seni Rupa kelas 8 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka berfungsi sebagai panduan untuk pembelajaran selama satu tahun.

Program Tahunan memberikan panduan yang jelas. Para guru tidak akan kehilangan fokus. Panduan juga mencegah pembelajaran yang tidak terarah. Setiap pertemuan mempunyai tujuan yang jelas. Dokumen ini juga berguna untuk evaluasi di akhir tahun. Para guru dapat membandingkan rencana dengan apa yang dilaksanakan.
Orang tua juga mendapatkan informasi yang bermanfaat. Mereka bisa mengetahui materi yang diajarkan kepada anak mereka. Sekolah pun lebih mudah dalam melakukan pengawasan. Dokumen menjadi bukti perencanaan yang matang. Tanpa adanya rencana ini, pembelajaran akan terasa tidak terarah. Oleh sebab itu, setiap guru diwajibkan untuk membuat Prota kurikulum merdeka.
Prota Seni Rupa kelas 8 fase D kurikulum merdeka setidaknya harus memuat identitas. Identitas tersebut meliputi nama sekolah (SMP/MTs) dan kelas/fase (VIII/D). Termasuk juga tahun ajaran dan mata pelajaran yang diajarkan. Selanjutnya, komponen yang kedua adalah capaian pembelajaran. Para guru harus mencantumkan CP fase D Seni Rupa kelas 8 SMP/MTs secara lengkap.
Komponen ketiga adalah materi inti. Materi dibuat berdasarkan unit atau bab. Komponen keempat adalah alokasi waktu. Waktu ditentukan dalam minggu atau jam. Komponen kelima adalah semester dan minggu ke berapa. Para guru mengatur kapan materi tersebut diajarkan. Komponen terakhir adalah catatan tambahan. Contohnya, terkait dengan aktivitas proyek atau ujian. Semua komponen ini harus saling terhubung.
Sekarang, kita akan membuat Prota Seni Rupa kelas 8 fase D kurikulum merdeka langkah demi langkah.
Analisis CP Seni Rupa kelas 8 SMP/MTs. Bacalah CP fase D dengan teliti. CP ini terdiri dari beberapa elemen. Elemen pertama adalah melihat dan merespons. Kedua mencakup berkarya dan bereksperimen. Ketiga berhubungan dengan refleksi dan pemikiran. Elemen terakhir fokus pada dampak dan kolaborasi. Para guru perlu memahami setiap elemen tersebut. Tuliskan semua CP dalam lembar kerja. Setelah itu, jabarkan CP menjadi tujuan pembelajaran. Tujuan lebih konkret dibandingkan CP. Satu CP bisa dipecah menjadi beberapa tujuan.
Tetapkan jumlah minggu yang efektif. Hitunglah kalender akademik tahun ini. Kurangilah dengan hari libur nasional. Juga kurangi dengan ujian sekolah. Jangan lupa akan asesmen sumatif tengah semester (ASTS). Sekolah biasanya memiliki jeda satu minggu. Para guru bisa menghitung secara manual atau meminta data. Untuk kelas 8 SMP/MTs, satu tahun biasanya berlangsung sekitar 36 minggu. Namun, minggu yang efektif bisa jadi hanya 32 minggu. Sisa waktu bisa digunakan untuk cadangan dan evaluasi. Alokasikan waktu untuk setiap tujuan. Satu tujuan bisa membutuhkan 2-4 minggu. Seni rupa memerlukan praktik yang cukup panjang. Jangan terburu-buru dalam menetapkan durasi.
Urutkan materi dari yang paling mudah hingga yang sulit. Mulailah dengan menggambar dasar. Murid harus terlebih dahulu belajar garis dan bentuk. Kemudian, lanjutkan dengan unsur warna. Ajarkan dasar-dasar teori warna. Setelah itu, murid belajar tentang komposisi. Komposisi berfungsi untuk mengatur posisi objek. Kemudian barulah diperkenalkan teknik melukis. Gunakan cat air atau akrilik sebagai medium. Selanjutnya, eksplorasi seni cetak. Cetakan sederhana bisa menggunakan kentang. Setelah itu, murid belajar tentang seni patung. Bahan bisa menggunakan tanah liat. Akhirnya, proyek kolaborasi yang besar. Proyek tersebut akan menggabungkan semua teknik yang telah dipelajari. Urutan ini dibuat secara logis dan bertahap.
Integrasikan dengan proyek penguatan profil. Kurikulum merdeka mencakup aktivitas proyek (kokurikuler). Seni rupa bisa mendukung tema tertentu. Contohnya tema kearifan lokal. Murid bisa membuat karya dari material bekas. Atau mengangkat tema gaya hidup berkelanjutan. Dokumen ini harus mencakup proyek tersebut. Alokasikan waktu khusus untuk proyek. Biasanya berkisar 20-30% dari total jam pelajaran. Jangan pisahkan proyek dari dokumen tersebut. Jadikan proyek ini sebagai bagian utama. Sebagai contoh, di akhir semester gasal. Murid akan memamerkan karya seni mereka. Pameran ini merupakan bagian dari penilaian.
Buat semua informasi dalam bentuk tabel. Tabel membuat Prota kurikulum merdeka lebih mudah dibaca. Kolom pertama menunjukkan nomor urut. Kedua mencantumkan capaian pembelajaran. Ketiga mencakup materi utama. Keempat menunjukkan waktu yang diberikan. Kelima menandakan minggu keberapa. Kolom terakhir menyediakan keterangan. Gunakan kertas ukuran A3 atau F4. Pastikan tabel teratur dan jelas. Guru boleh memanfaatkan aplikasi Microsoft Word. Setelah selesai, mintalah masukan dari rekan. Perbaiki jika menemukan kekurangan. Program Tahunan siap dipakai sebagai panduan.
Selanjutnya, asesmen juga terkait dengan Prota Seni Rupa kelas 8 fase D kurikulum merdeka. Ia mencatat kapan asesmen akan dilaksanakan. Ada asesmen diagnostik di awal. Diadakan asesmen formatif setiap bab. Dan ada asesmen sumatif di akhir semester. Semua jadwal asesmen tercantum di perangkat tersebut. Guru tidak perlu bingung menentukan waktu. Murid pun mengetahui jadwal ujian. Orang tua dapat memantau perkembangan anak.
Prota kelas 8 SMP/MTs yang baik bersifat transparan untuk semua pihak. Sekolah bisa memanfaatkan perangkat ini untuk pembuatan rapor. Rapor fase D tidak menggunakan angka. Rapor berbentuk deskripsi capaian. Perangkat tersebut membantu dalam penulisan deskripsi tersebut.
Jangan lupakan aspek kolaboratif. Prota Seni Rupa kelas 8 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka bisa diintegrasikan dengan mata pelajaran lain. Misalnya, antara seni rupa dan IPA. Murid bisa menggambar struktur tumbuhan. Atau seni rupa dan sejarah. Murid bisa membuat ilustrasi peristiwa sejarah. Perangkat ini perlu mencatat kolaborasi ini. Cantumkan mata pelajaran yang berkolaborasi. Sebutkan juga topik kolaborasinya.
Kolaborasi memperkaya pengalaman belajar. Murid menjadi lebih memahami hubungan antar mata pelajaram. Ini sejalan dengan semangat kurikulum merdeka. Prota kurikulum merdeka bukanlah dokumen statis. Ia berfungsi sebagai alat yang dinamis.
Setelah Prota kurikulum merdeka selesai, sosialisasikan kepada murid. Jelaskan gambaran umum pembelajaran di tahun ini. Tempelkan dokumen ini di papan pengumuman kelas. Berikan salinan kepada orang tua. Mereka akan merasa diperhatikan.
Transparansi membangun kepercayaan. Guru juga harus menyimpan Prota kelas 8 SMP/MTs dalam portofolio. Portofolio bermanfaat untuk akreditasi. Atau untuk evaluasi kinerja guru. Ia menjadi bukti perencanaan profesional. Jangan anggap remeh dokumen ini.
Download Prota Seni Rupa kelas 8 fase D kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Prota Seni Rupa kelas 8 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka merupakan peta perjalanan belajar yang memberikan kepastian dan arah untuk para guru dan murid. Kurikulum merdeka memberikan kebebasan yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Prota kelas 8 harus sesuai dengan konteks dan menyenangkan. Libatkan murid dalam pemilihan tema dan buatlah Prota kurikulum merdeka dengan niat yang tulus.