Kurikulum merdeka telah mengubah paradigma pembelajaran. Pendekatan tersebut memerlukan perencanaan yang lebih matang dan fleksibel, di mana guru memegang peranan sentral dalam proses tersebut. Program Tahunan (Prota) menjadi instrumen penting dalam konteks ini, berfungsi sebagai peta jalan pendidikan selama setahun.

Prota SKI kelas 11 Madrasah Aliyah (MA) fase F kurikulum merdeka adalah petunjuk yang sangat penting. Fase tersebut ditujukan bagi murid kelas 11 dan 12, di mana mereka berada pada tahap perkembangan tertentu. Murid di fase ini sudah mempunyai kemampuan berpikir kritis dan mampu menganalisis peristiwa sejarah secara kompleks.
Oleh karena itu, Program Tahunan harus bisa mengakomodasi kemampuan tersebut dengan menyediakan materi yang lebih mendalam dan kontekstual. Ia tidak lagi sekadar berupa daftar topik, melainkan berfungsi sebagai kompas yang mengarahkan eksplorasi sejarah, sehingga setiap langkah pembelajaran terukur dan terarah dengan baik.
Materi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas 11 MA fase F sangat menarik, mencakup peradaban Islam klasik. Murid akan mempelajari Dinasti Umayyah dan Abbasiyah, serta mengkaji Dinasti Usmani, Safawi, dan Mughal. Prota kurikulum merdeka membuat urutan penyampaian materi tersebut secara kronologis dan tematik, di mana pendekatan kronologis membantu pemahaman sebab-akibat, sementara pendekatan tematik mengaitkan berbagai aspek peradaban. Ia memadukan kedua pendekatan tersebut secara seimbang, memberi kebebasan kepada guru untuk memilih pendekatan yang paling sesuai.
Prota SKI kelas 11 MA fase F kurikulum merdeka terdiri dari beberapa komponen utama. Komponen pertama adalah identitas, yang mencakup nama Madrasah Aliyah dan jenjang kelas. Yang kedua adalah capaian pembelajaran (CP), yaitu kompetensi yang harus dikuasai murid. Ketiga adalah alokasi waktu pembelajaran, yang dihitung berdasarkan minggu efektif, di mana jumlah minggu efektif berkisar antara 34 hingga 38 minggu. Keempat adalah materi pokok atau topik, yang dijabarkan ke dalam sub-topik.
Komponen kelima adalah penjabaran alokasi waktu per topik bahasan. Yang keenam adalah aktivitas pembelajaran umum, yang mencakup pendahuluan, inti, dan penutup. Ketujuh adalah metode dan media pembelajaran, yang harus dipilih berdasarkan karakteristik materi SKI kelas 11 MA dan menunjang efektivitas penyampaian materi. Kedelapan adalah sistem penilaian yang direncanakan, meliputi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Kesembilan adalah sumber belajar yang digunakan, termasuk buku dan referensi lainnya. Komponen terakhir adalah catatan atau pengayaan tambahan.
Prota SKI kelas 11 MA fase F kurikulum merdeka membuka akses untuk menggali kekayaan sejarah Islam. Murid tidak hanya menghafal tanggal dan nama, tetapi juga diarahkan untuk memahami dinamika sosial dan politik. Ia mengajak murid melakukan analisis kritis terhadap peristiwa masa lalu, seperti mengkaji faktor kemajuan Dinasti Abbasiyah dan menganalisis penyebab keruntuhan sebuah dinasti.
Analisis tersebut sesuai dengan konteks kehidupan berbangsa saat ini, di mana Prota kelas 11 menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Hal ini berkontribusi dalam membangun kesadaran sejarah yang kuat, yang sangat penting bagi generasi muda.
Prota kurikulum merdeka di sekolah tidak hanya berfungsi sebagai petunjuk pembelajaran, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai penting seperti toleransi dan keberagaman budaya. Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Aliyah mencerminkan interaksi yang kaya dengan berbagai peradaban, dan melaluinya, murid diajarkan untuk menghargai perbedaan serta persamaan dalam budaya.
Prota SKI kelas 11 fase F kurikulum merdeka mendukung pembelajaran yang inklusif dan humanis, dengan materi yang tidak hanya berfokus pada Timur Tengah tetapi juga mencakup peradaban Islam di Asia dan Afrika. Murid diperkenalkan kepada tokoh-tokoh berpengaruh seperti Ibnu Sina dan Al-Khawarizmi, yang kontribusinya bagi dunia sangat signifikan. Ia memastikan bahwa semua aspek tersebut disampaikan dengan baik kepada murid.