Guru mendesain Program Tahunan (Prota) Al-Qur’an Hadis kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI) fase B yang akan menjadi fondasi utama pembelajaran. Kurikulum merdeka memberikan kebebasan kepada guru untuk berkreasi secara bertanggung jawab. Kebebasan tersebut tetap berpedoman pada capaian pembelajaran (CP) fase B.

Prota kurikulum merdeka yang baik menghasilkan aktivitas belajar yang terarah dan sistematis. Sebab itu, guru harus membuatnya dengan perencanaan yang matang. Selain itu, Guru perlu menyesuaikan metode supaya tidak membosankan untuk mereka.
Pertama-tama, guru melakukan analisis mendalam terhadap capaian pembelajaran (CP) fase B. Analisis tersebut menjadi langkah awal pembuatan Prota Al-Qur’an Hadis kelas 4 fase B kurikulum merdeka yang akurat. Capaian pembelajaran memuat empat elemen utama yang saling terintegrasi. Elemen-elemen itu mencakup membaca, menulis, dan menghafal Al-Qur’an dengan tartil. Elemen keempat berkaitan dengan pemahaman hadis nabawi secara kontekstual. Guru memetakan keempat elemen tersebut ke dalam aktivitas semesteran secara proporsional.
Aktivitas semesteran memerlukan perhitungan minggu efektif yang cermat. Minggu efektif memperhitungkan libur sekolah dan jadwal asesmen tengah semester. Selanjutnya, guru menentukan alokasi waktu setiap tujuan pembelajaran secara adil. Alokasi waktu yang tepat mencegah ketertinggalan materi di akhir tahun. Al-Qur’an Hadis kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah semester ganjil berlangsung selama 18 minggu efektif dalam satu periode. Guru mengalokasikan 4 minggu untuk Surah al-‘Ashr secara khusus. Tiga minggu berikutnya dikhususkan untuk surah Al-Ma’un dengan pendalaman makna. Dua minggu digunakan untuk penguatan bacaan dan tajwid dasar. Sisa minggu dimanfaatkan untuk hadis tentang niat dan keikhlasan.
Semester genap mempunyai 16 minggu efektif karena adanya libur panjang. Guru mengalokasikan 5 minggu untuk hadis kebersihan sebagai fokus utama. Kemudian, 5 minggu untuk pengulangan total semua hafalan surah pendek. Dua minggu terakhir digunakan untuk evaluasi akhir tahun secara menyeluruh.
Prota Al-Qur’an Hadis kelas 4 MI fase B kurikulum merdeka juga memuat tujuan pembelajaran yang terukur dan operasional. Tujuan pembelajaran tersebut merupakan turunan langsung dari capaian pembelajaran (CP). Guru merumuskan tujuan pembelajaran dengan kata kerja operasional yang jelas. Kata kerja itu seperti membaca, menulis, menghafalkan, dan mengartikan. Menghafal surah pendek menjadi target utama di kelas 4. Guru menargetkan hafalan Juz 30 secara bertahap selama satu tahun. Bertahap berarti setiap bulan murid menghafal minimal satu surah baru.
Di sisi lain, pemahaman hadis memerlukan pendekatan kontekstual yang kuat. Pendekatan kontekstual menghubungkan hadis dengan peristiwa kehidupan nyata. Hadis tentang kebersihan sangat sesuai untuk keseharian murid kelas 4. Setelah membuat tujuan, guru membuat alur tujuan pembelajaran atau ATP. ATP menjadi jembatan penting antara Prota kelas 4 dan modul ajar harian. Modul ajar kurikulum merdeka merupakan rencana pelaksanaan pembelajaran yang lebih rinci. Oleh sebab itu, ia mempunyai posisi paling strategis dalam perencanaan kurikulum.
Prota Al-Qur’an Hadis kelas 4 fase B kurikulum merdeka mengatur target khatam bacaan sesuai dengan kemampuan murid yang bervariasi. Murid kelas 4 mempunyai kemampuan awal yang berbeda-beda, sehingga diperlukan strategi diferensiasi dalam Program Tahunan (Prota). Guru membagi murid dalam beberapa kelompok membaca dengan kemampuan setara dan memberikan tugas berbeda tetapi dengan bobot yang sama. Prinsip diferensiasi penting untuk keberhasilannya. Guru Al-Qur’an Hadis di Madrasah Ibtidaiyah berkolaborasi dalam forum musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) untuk membahas tantangan dan solusi pembelajaran. Prota kelas 4 memuat kecakapan kognitif, afektif, dan psikomotorik, termasuk pengetahuan tajwid, sikap saat membaca Al-Qur’an, dan keterampilan menulis ayat pendek. Latihan rutin dijadwalkan setiap minggu.