Prota Al-Qur’an Hadis kelas 4 MI fase B kurikulum merdeka menetapkan minggu ke-5 untuk melaksanakan asesmen harian pertama. Asesmen harian mengukur pencapaian setiap tujuan pembelajaran yang telah diajarkan. Hasil asesmen menjadi bahan refleksi perbaikan untuk guru dan murid. Refleksi mingguan membantu merevisi di semester berikutnya jika diperlukan. Revisi menunjukkan sikap adaptif terhadap kebutuhan belajar murid yang dinamis. Selanjutnya, kebutuhan murid berubah seiring perkembangan zaman dan teknologi. Perkembangan zaman menuntut inovasi dalam metode pengajaran yang kreatif. Inovasi metode pengajaran harus dituangkan secara eksplisit dalam Program Tahunan (Prota).
Penilaian mencakup tes lisan, tulis, dan perbuatan. Tes lisan menguji kelancaran membaca Al-Qur’an dengan tajwid benar. Tes tulisan menguji pemahaman makna kata dan kalimat hadis. Prota kurikulum merdeka mengintegrasikan penilaian sikap spiritual murid setiap hari. Sikap spiritual terlihat dari kedisiplinan shalat dan adab sehari-hari.
Sementara itu, pembuatan Prota Al-Qur’an Hadis kelas 4 MI fase B kurikulum merdeka menghadapi berbagai tantangan nyata di lapangan. Tantangan pertama adalah keterbatasan waktu tatap muka di Madrasah Ibtidaiyah. Waktu tatap muka berkurang akibat aktivitas kedinasan dan libur mendadak. Berikutnya tantangan kedua, perbedaan gaya belajar murid cukup signifikan dan beragam. Gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik perlu diakomodasi dengan bijak. Akhirnya, guru mengatasi tantangan dengan membuatnya yang fleksibel dan dinamis. Fleksibel berarti memberi ruang penyesuaian tanpa mengubah capaian akhir.
Penyesuaian dilakukan tanpa mengurangi esensi kompetensi yang ditargetkan. Esensi kompetensi harus tetap tercapai secara utuh di akhir tahun. Lagipula, guru membuat cadangan waktu untuk program remedial khusus. Remedial membantu murid yang mengalami kesulitan dalam menghafal surah. Program pengayaan juga tersedia untuk murid berprestasi dan cepat belajar. Pengayaan memperdalam pemahaman tafsir ayat-ayat pendek secara mandiri. Kemudian, Prota kurikulum merdeka mengakomodasi semua level kemampuan murid secara adil.
Akhirnya, guru mengevaluasi Prota Al-Qur’an Hadis kelas 4 MI fase B kurikulum merdeka secara berkala setiap bulan sekali. Evaluasi berkala menjamin kesesuaian rencana dengan perkembangan murid aktual. Perkembangan murid menjadi tolak ukur keberhasilan rencana pembelajaran. Keberhasilan rencana memotivasi guru untuk terus berinovasi tanpa henti. Inovasi berkelanjutan memperbaiki kualitasnya untuk masa depan cerah. Prota kelas 4 yang dinamis menghasilkan lulusan yang kompeten dan berkarakter kuat. Lulusan berkompeten mampu mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Pengamalan Al-Qur’an menjadi tujuan akhir pendidikan Islam di Madrasah Ibtidaiyah.
Download Prota Al-Qur’an Hadis kelas 4 fase B kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Pendidikan Islam di Madrasah Ibtidaiyah berlandaskan Program Tahunan (Prota) yang matang dan kontekstual. Prota Al-Qur’an Hadis kelas 4 fase B adalah kunci kesuksesan kurikulum merdeka. Selanjutnya, ia menjamin ketercapaian target kompetensi secara nasional dan lokal. Guru merayakan setiap pencapaian kecil murid sepanjang perjalanan tahun ajaran. Selain itu, perayaan bisa meningkatkan semangat belajar Al-Qur’an dan hadis dengan gembira. Oleh karena itu, semangat bisa menjadikannya bukan sekadar dokumen administratif formal. Akhirnya, ia menjelma menjadi petunjuk hidup yang hidup untuk guru dan murid. Dengan Prota kurikulum merdeka yang kuat, pembelajaran Al-Qur’an Hadis terasa bermakna dan memberdayakan.