Program Tahunan atau Prota adalah dokumen perencanaan penting. Prota Al-Qur’an Hadis kelas 5 fase C menjadi petunjuk utama untuk guru di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Kelas 5 fase C mempunyai ciri khas tersendiri dalam kurikulum merdeka. Kurikulum merdeka menuntut perencanaan yang lebih terarah dan fleksibel. Guru membuatnya dengan cermat dan sistematis sebelum tahun ajaran dimulai.

Oleh karena itu, Prota kurikulum merdeka berfungsi sebagai kompas untuk seluruh aktivitas pedagogik. Kompas tersebut memastikan setiap langkah guru tetap pada rel yang benar.
Pertama, kita pahami esensi Prota Al-Qur’an Hadis kelas 5 MI fase C kurikulum merdeka di fase ini secara mendalam. Fase C meliputi kelas 5 dan 6 secara bersamaan dalam struktur kurikulum. Namun, kelas 5 membutuhkan fondasi bacaan dan hafalan yang matang. Ia menjawab kebutuhan tersebut dengan cara yang konkret dan terukur. Berikutnya, Program Tahunan memuat capaian pembelajaran atau CP dari pemerintah. CP menjadi acuan utama dalam pembuatannya.
Guru menjabarkan CP menjadi tujuan pembelajaran konkret setiap minggunya. Guru membuat tujuan tersebut dalam alur logis yang berkesinambungan. Kemudian, alur itu kita kenal sebagai ATP atau alur tujuan pembelajaran. Prota kelas 5 memuat seluruh ATP selama setahun penuh secara utuh. ATP membantu guru melihat keterkaitan antarkompetensi secara horizontal dan vertikal.
Selanjutnya, Prota kurikulum merdeka menetapkan alokasi waktu setiap minggu secara proporsional. Guru menghitung jam pelajaran efektif secara akurat sejak awal. Kalender akademik mempengaruhi jumlah minggu efektif di setiap semester. Oleh karena itu, Prota kelas 5 bersifat fleksibel namun tetap terstruktur dengan baik. Guru harus mencermati libur nasional dan aktivitas di Madrasah Ibtidaiyah lainnya. Semua faktor eksternal itu dimasukkan ke dalam perhitungan waktu. Dengan perhitungan matang, target tahunan tidak terhambat oleh kendala teknis.
Materi Al-Qur’an Hadis kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah mencakup surah-surah pendek pilihan. Murid belajar Q.S. At-Tin, al-‘Adiyat, dan Al-Bayyinah secara mendalam. Hadis tentang menyayangi anak yatim menjadi materi pokok lainnya yang wajib diajarkan. Guru memasukkan hadis tentang ciri-ciri orang munafik. Setiap tema mempunyai bobot jam pembelajaran yang berbeda-beda. Guru mengatur urutan tema secara berjenjang dari yang termudah. Tema sulit diletakkan pada semester ganjil saat konsentrasi murid tinggi. Tema ringan mengisi semester genap dengan lingkungan belajar lebih santai. Strategi tersebut mengurangi beban kognitif murid secara bertahap dan efektif.
Mula-mula, guru menganalisis karakteristik murid terlebih dahulu sebelum membuat. Analisis tersebut melibatkan tes awal kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Hasil tes menentukan titik awal pembelajaran yang paling tepat untuk kelas. Berikutnya, guru memetakan sumber daya yang tersedia di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah. Buku teks, media audio, dan kalender madrasah dipetakan secara rinci. Pemetaan membantu pembagian waktu secara proporsional untuk setiap aktivitas. Guru juga mencatat fasilitas pendukung seperti papan tulis dan proyektor. Semua sumber daya itu dimaksimalkan demi kelancaran pelaksanaan Prota Al-Qur’an Hadis kelas 5 fase C kurikulum merdeka.
Kemudian, guru membuat minggu efektif dalam satu tahun ajaran. Jumlah minggu efektif sekitar 32 hingga 36 minggu tergantung kalender. Libur semester dan hari besar dikurangi terlebih dahulu dari total pekan. Sisa waktu dibagi untuk delapan tema besar secara merata. Setiap tema mendapatkan durasi 4 hingga 6 minggu sesuai kompleksitas materi. Durasi itu mencakup ulangan harian, projek, dan pengayaan murid.
Sesudah itu, guru menuangkan semua rencana dalam format tabel yang rapi. Tabel berisi kolom tema, sub-tema, waktu, dan keterangan penting. Guru mencantumkan indikator pencapaian setiap pertemuan di dalam tabel. Indikator itu mengacu pada kata kerja operasional yang terukur dengan jelas. Kata kerja seperti mengidentifikasi, membaca, menghafal, dan menerapkan. Guru memilih kata kerja yang terukur dengan mudah dalam keseharian.