Setelah ini, guru memvalidasi Prota Al-Qur’an Hadis kelas 5 MI fase C kurikulum merdeka bersama kepala Madrasah Ibtidaiyah atau supervisor. Validasi memastikan kesesuaian dengan kebijakan madrasah dan visi-misinya. Setelah validasi, Prota kelas 5 resmi digunakan sebagai pedoman tetap tahun itu. Ia memberikan kemudahan bagi guru dalam merencanakan setiap pertemuan. Guru tidak bingung menentukan materi yang harus diajarkan setiap minggu. Ia menjadi kontrol realisasi capaian target tahunan yang sudah ditetapkan. Murid mendapat pengalaman belajar yang konsisten tanpa lonjakan materi mendadak. Orang tua juga memahami alur pembelajaran anak melalui sosialisasi.
Dengan demikian, komunikasi antara guru dan orang tua terjalin erat. Prota kurikulum merdeka mendukung terciptanya lingkungan belajar yang terencana dan kondusif. Pembelajaran terencana meningkatkan motivasi intrinsik murid secara nyata. Murid percaya diri karena target belajar mereka terlihat jelas dari awal.
Namun, pembuatan Prota Al-Qur’an Hadis kelas 5 MI fase C kurikulum merdeka menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Karakter murid yang beragam menjadi tantangan terbesar bagi guru. Guru menyesuaikan target tanpa menurunkan standar kompetensi minimal. Solusinya, guru membuat beberapa skenario pembelajaran tersebut. Skenario pertama untuk murid cepat tanggap dan hafal cepat. Skenario kedua untuk murid yang perlu bimbingan intensif lebih banyak. Kedua skenario tetap merujuk pada dokumen yang sama secara prinsip.
Waktu terbatas juga menjadi kendala klasik yang sering muncul. Guru mengatasi hal ini dengan memprioritaskan materi inti terlebih dahulu. Materi inti wajib tuntas sebelum pelaksanaan ujian semester berlangsung. Materi tambahan disisipkan melalui aktivitas ekstrakurikuler di luar jam inti. Ekstrakurikuler seperti tadarus pagi sangat mendukung pencapaian target Prota kurikulum merdeka. Dengan cara tersebut, ia tetap efektif dilaksanakan meski ada keterbatasan jam.
Guru membuat jadwal asesmen tengah semester dalam Prota Al-Qur’an Hadis kelas 5 fase C kurikulum merdeka untuk mengukur pemahaman murid. Hasil asesmen digunakan untuk evaluasi efektivitasnya dan jika banyak murid belum tuntas akan direvisi. Revisi bisa meliputi pengurangan materi atau penambahan jam pelajaran dari waktu luang. Guru berkoordinasi dengan guru lain untuk menghindari tumpang tindih ujian. Di setiap pertemuan, guru mencatat metode pengajaran yang dipilih sesuai ciri khas materi. Media pembelajaran digital seperti video animasi digunakan untuk menarik minat murid, namun interaksi langsung tetap diutamakan untuk membangun hubungan emosional dan menanamkan nilai-nilai agama. Penanaman nilai menjadi inti dari mata pelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 5 MI itu sendiri.
Download Prota Al-Qur’an Hadis kelas 5 fase C kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Prota Al-Qur’an Hadis kelas 5 fase C kurikulum merdeka adalah fondasi utama pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. Selanjutnya, guru tidak mengabaikan pembuatan Program Tahunan secara asal-asalan. Selain itu, Prota kurikulum merdeka yang baik menghasilkan murid berkarakter Qur’ani dan berakhlak mulia. Karakter Qur’ani tercermin dalam perilaku sehari-hari di madrasah dan rumah. Perilaku itu adalah tujuan akhir dari seluruh pendidikan Islam. Semoga artikel ini bermanfaat untuk setiap guru yang bergerak di bidangnya.