Prota adalah singkatan dari Program Tahunan. Setiap tahun, guru Fikih di Madrasah Aliyah diharapkan untuk membuatnya sebagai petunjuk utama dalam aktivitas belajar mengajar. Prota Fikih kelas 11 fase F kurikulum merdeka mempunyai peran yang sangat penting, yang secara langsung mempengaruhi efektivitas pembelajaran.

Kurikulum merdeka menuntut adanya fleksibilitas dan substansi dalam aktivitas pembelajaran. Dokumen tersebut berfungsi sebagai jembatan antara tujuan nasional dan kondisi yang ada di kelas. Tanpa adanya Prota kurikulum merdeka, guru akan kehilangan arahan yang jelas untuk proses pengajaran.
Langkah pertama yang dilakukan guru adalah memahami Capaian Pembelajaran (CP) fase F. CP Fikih kelas 11 MA fase F terdiri dari tiga elemen besar. Elemen pertama adalah Fiqih Ibadah yang bersifat ritualistik. Kedua adalah Fiqih Muamalah yang berkaitan dengan aspek sosial dan ekonomi. Ketiga adalah Fiqih Jinayah yang berhubungan dengan hukum pidana. Guru mempelajari setiap elemen tersebut secara mendalam.
Setelah memahami CP, guru merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP) yang merupakan penjabaran konkret dari CP tersebut. TP dituliskan dalam format yang terukur untuk memudahkan evaluasi di akhir pembelajaran. Semua TP yang telah dirumuskan kemudian dijadikan sebagai bahan utama dalam pembuatan Prota Fikih kelas 11 fase F kurikulum merdeka.
Selanjutnya, guru mengidentifikasi alokasi waktu yang tersedia berdasarkan kalender pendidikan Madrasah Aliyah. Guru menghitung jumlah minggu efektif dalam satu tahun, di mana minggu efektif adalah minggu tanpa libur dan ujian. Jika tahun ini terdapat 36 minggu efektif, maka guru harus mengurangi waktu untuk Asesmen Tengah Semester dan Asesmen Akhir Semester.
Dengan pengurangan tersebut, sisa minggu efektif menjadi sekitar 32 minggu. Guru kemudian membagi 32 minggu tersebut ke dalam dua semester, di mana masing-masing semester ganjil dan genap mempunyai 16 minggu efektif. Perhitungan waktu ini harus dilakukan dengan akurat sejak awal pembuatan.
Setelah mengetahui total waktu yang tersedia, guru melakukan pemetaan materi Fikih kelas 11 MA, dengan memperhatikan kompleksitas setiap bab. Sebagai contoh, bab tentang Zakat memerlukan pemahaman mengenai hitungan nisab, sementara tentang Wakaf memerlukan analisis hukum terkait perbedaan pendapat. Bab Jual Beli juga mencakup syarat dan rukun transaksi. Guru membuat urutan bab mulai dari yang paling sederhana. Penataan urutan yang logis tersebut bertujuan untuk membantu murid dalam membangun pemahaman kognitif mereka.
Kemudian, guru mendistribusikan bab-bab tersebut ke dalam minggu-minggu yang aktif. Proses distribusi tersebut menghasilkan draf awal, yang kemudian dituangkan dalam bentuk tabel tahunan yang mencakup kolom bab, sub-bab, dan jam pelajaran. Kolom keterangan juga ditambahkan untuk metode pengajaran, yang bisa berupa ceramah, diskusi, atau proyek. Prota Fikih kelas 11 fase F kurikulum merdeka ini didesain untuk mengakomodasi berbagai metode pengajaran yang aktif, sejalan dengan prinsip pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum merdeka.
Guru juga menandai bab-bab yang memerlukan praktik langsung, seperti praktik menghitung zakat mal dan simulasi pengelolaan wakaf produktif. Proyek penguatan dimensi profil lulusan disisipkan dalam aktivitas pembelajaran, yang bertujuan untuk melatih kolaborasi dan kemandirian murid. Dengan demikian, Prota Fikih kelas 11 fase F kurikulum merdeka secara organik mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek, yang pada gilirannya meningkatkan relevansi pembelajaran.
Setelah draf Prota kurikulum merdeka selesai, guru mengonsultasikannya kepada kepala madrasah. Kepala Madrasah Aliyah memberikan masukan serta persetujuan terhadap draf tersebut. Setelah mendapatkan persetujuan, guru kemudian menjabarkannya ke dalam Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) per semester. ATP berfungsi untuk memecahnya menjadi unit-unit yang lebih kecil, di mana setiap unit setara dengan satu atau dua minggu. Selanjutnya, guru Fikih kelas 11 MA mengembangkan modul ajar berdasarkan ATP, yang berisi rencana pelaksanaan harian. Dengan cara tersebut, Prota kelas 11 menjadi fondasi untuk semua dokumen pengajaran, dan fondasi tersebut harus kuat serta akurat.