Program Tahunan (Prota) adalah rencana pembelajaran yang dibuat untuk satu tahun penuh. Sebelum tahun ajaran dimulai, guru diharuskan untuk membuat Prota kurikulum merdeka.

Prota SKI kelas 7 fase D kurikulum merdeka berfungsi sebagai pedoman utama untuk guru di Madrasah Tsanawiyah (MTs). Tanpa adanya rencana, aktivitas pembelajaran bisa kehilangan fokus. Oleh karena itu, pembuatan rencana tersebut harus dilakukan dengan sistematis.
Program Tahunan merujuk pada rencana umum pembelajaran yang berlangsung selama satu tahun. Ia meliputi alokasi waktu untuk setiap bab. Alokasi waktu ini meliputi jam pelajaran yang efektif. Guru juga mencatat kompetensi yang ingin dicapai. Rencana tersebut dibuat berdasarkan kalender pendidikan. Kalender pendidikan memuat hari-hari efektif pembelajaran. Hari efektif merupakan hasil pengurangan hari ujian dan masa liburan.
Prota kurikulum merdeka berbeda dari program semester. Program semester lebih spesifik dan mempunyai jangka waktu pendek. Sementara Program Tahunan berkarakter makro dan berlangsung dalam setahun. Keduanya saling melengkapi dalam proses perencanaan. Ia menjadi dasar pembuatan program semester. Oleh karena itu, ia harus dibuat terlebih dahulu.
Prota SKI kelas 7 MTs fase D kurikulum merdeka terdiri dari beberapa komponen penting. Pertama, identifikasi mata pelajaran dan kelas. Identifikasi ini meliputi SKI kelas 7 di Madrasah Tsanawiyah. Kedua, capaian pembelajaran (CP) fase D. CP adalah target pencapaian kompetensi akhir untuk fase tersebut. Ketiga, tujuan pembelajaran (TP) untuk setiap bab. TP dijabarkan dari CP secara bertahap. Keempat, materi utama yang akan diajarkan. Kelima, alokasi waktu per bab. Keenam, informasi mengenai asesmen dan remedial.
Semua komponen tersebut harus disajikan dengan jelas. Guru perlu memastikan bahwa tidak ada satu pun komponen yang terlewat. Keterlengkapan perangkat ajar akan membantu dalam evaluasi pada akhir tahun.
Membuat Prota SKI kelas 7 MTs fase D kurikulum merdeka membutuhkan langkah-langkah yang teratur. Langkah pertama adalah menganalisis CP fase D. Analisis dilakukan dengan menelaah dokumen kurikulum. Guru mencatat segala elemen dalam CP. Elemen Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) mencakup sejarah dan budaya. Selanjutnya, guru menguraikan CP menjadi TP.
Langkah kedua adalah menetapkan alokasi waktu tahunan. Guru menghitung jumlah minggu efektif. Perhitungan ini didasarkan pada kalender pendidikan. Misalnya, dalam satu tahun terdapat 36 minggu efektif. Dalam seminggu, pelajaran SKI kelas 7 Madrasah Tsanawiyah terdapat 2 jam pelajaran. Maka total jam pelajaran efektif adalah 72 JP. JP merupakan singkatan dari jam pelajaran.
Langkah ketiga adalah membagikan TP ke dalam minggu. Setiap TP memerlukan waktu tertentu. Waktu minimal untuk satu TP adalah 2 JP. Namun, TP yang kompleks bisa memerlukan hingga 4 JP. Guru harus realistis dalam membagi waktu.
Langkah keempat adalah membuat urutan materi. Urutan materi harus logis dan mengikuti kronologi. Pembelajaran sejarah kebudayaan Islam dimulai dari periode awal. Kemudian, dilanjutkan ke periode berikutnya. Urutan yang baik akan mempermudah pemahaman murid.
Langkah kelima adalah mencantumkan jadwal asesmen.
Guru juga menjadwalkan aktivitas remedial dan pengayaan.
Pertama, Prota SKI kelas 7 fase D kurikulum merdeka harus berfokus pada murid. Segala keputusan harus mempertimbangkan kebutuhan murid. Kedua, harus bersifat fleksibel dan mudah diubah sesuai kebutuhan. Perubahan diperlukan jika ada situasi yang tidak terduga. Ketiga, harus terintegrasi dengan dimensi profil lulusan. Profil tersebut mencakup nilai-nilai keimanan, kemandirian, dan kolaborasi. Keempat, harus menyertakan penguatan literasi dan numerasi. Kelima, harus mempertimbangkan keragaman murid.
Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) perlu mengimplementasikan prinsip-prinsip tersebut. Penerapan tersebut akan menghasilkan Prota kelas 7 yang berkualitas. Dokumen yang berkualitas akan berdampak positif pada pembelajaran. Pembelajaran menjadi lebih terarah dan efektif. Murid pun mudah mencapai kompetensi yang diharapkan.
Kurikulum merdeka menghapus istilah kompetensi dasar. Sebagai gantinya, digunakan capaian pembelajaran (CP). CP yang baru ini lebih komprehensif dan berbasis konteks. Prota kurikulum merdeka lebih ringkas. Guru tidak perlu mencantumkan terlalu banyak indikator. Hanya perlu menyertakan tujuan pembelajaran yang penting.
Selain itu, Kurikulum merdeka menambahkan jam untuk proyek (kokurikuler). Proyek yang mendukung dimensi profil lulusan disertakan. Jumlah jam proyek sekitar 20-30% dari total waktu yang ada. Proyek bisa digabungkan dengan SKI kelas 7 MTs. Contoh proyeknya: pameran tentang sejarah kebudayaan Islam. Proyek lain yang mungkin: drama tentang peristiwa hijrah. Semua integrasi tersebut harus terdaftar dalam dokumen tersebut.
Kurikulum yang lama memakai analisis minggu efektif yang kompleks. Sebaliknya, kurikulum merdeka lebih praktis dan fleksibel. Para guru hanya perlu menghitung total jam pelajaran. Tidak perlu menghitung minggu dengan cara yang rumit. Kemudahan ini membantu dalam pembuatan Prota SKI kelas 7 fase D kurikulum merdeka.