Perangkat Ajar KBC Akidah Akhlak Kelas 6 MI

Pendidikan Agama Islam, terutama pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas 6, memainkan peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian murid di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Di kelas 6, murid mengalami masa transisi menuju pendidikan yang lebih tinggi, di mana pemahaman akidah yang kuat dan akhlak yang baik menjadi dasar yang sangat penting. Namun, banyak tantangan di zaman digital dan kompleksitas sosial yang mengharuskan kita untuk menggunakan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya mencakup transfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai, kebiasaan, dan pengalaman belajar yang mendalam (deep learning). Selain itu, kurikulum yang digunakan memerlukan perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Akidah Akhlak kelas 6 MI yang terstruktur seperti Modul Ajar, CP, ATP, Promes, Prota, dan KKTP.

Perangkat Ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Akidah Akhlak Kelas 6

Perangkat ajar KBC Akidah Akhlak kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah menggabungkan dua kerangka utama: Deep Learning (dengan prinsip Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning) dan Kurikulum Berbasis Cinta berdasarkan Panca Cinta. Integrasi tersebut bertujuan untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang tidak hanya memenuhi persyaratan administratif kurikulum, tetapi juga menyentuh emosi dan pikiran murid serta mengakar dalam kehidupan sehari-hari.

Landasan Filosofis Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning

Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang berlandaskan Panca Cinta merupakan nilai-nilai dasar untuk pengembangan kurikulum dan aktivitas pembelajaran yang terdiri dari lima cinta:

  1. Cinta kepada Allah SWT (Hubbullah) sebagai landasan segala cinta, yang diajarkan melalui ketaatan dan rasa syukur.
  2. Cinta kepada Rasulullah SAW (Hubbur Rasul) dengan meniru akhlak Nabi.
  3. Cinta kepada Ilmu (Hubbul ‘Ilmi) yang membangkitkan rasa ingin tahu serta sikap kritis.
  4. Cinta kepada Sesama Makhluk (Hubbun Naas wal Alam) untuk meningkatkan empati dan rasa tanggung jawab.
  5. Cinta kepada Tanah Air (Hubbul Wathan) untuk menanamkan semangat kebanggaan dan kontribusi positif.

Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) dalam edukasi melibatkan murid secara keseluruhan untuk menggapai pemahaman yang mendalam dan pengalaman yang bermakna. Ada tiga pilar dari Deep Learning yaitu:

  1. Mindful Learning yang mendorong murid untuk berfokus dan merefleksikan sejumlah konsep
  2. Meaningful Learning yang menghubungkan aktivitas belajar dengan kehidupan sehari-hari
  3. Joyful Learning yang menghadirkan suasana belajar yang positif serta menggembirakan.

Penggabungan keduanya dalam perangkat ajar KBC kelas 6 menghasilkan suatu rumusan: Pembelajaran Akidah Akhlak yang Mindful dalam penghayatan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, Meaningful dalam penerapan cinta kepada sesama dan tanah air, serta Joyful dalam penjelajahan cinta kepada ilmu.

Merancang Perangkat Ajar KBC Akidah Akhlak Kelas 6 yang Terintegrasi

Berikut ini adalah contoh penerapan integrasi dalam semua komponen perangkat ajar KBC Akidah Akhlak kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah untuk satu tema, misalnya “Akhlak Terpuji dalam Keberagaman”.

Capaian Pembelajaran (CP)

CP Akidah Akhlak kelas 6 fase C dibuat dengan menggabungkan elemen pengetahuan, keterampilan sosial, dan sikap yang mencerminkan Panca Cinta.

Contoh CP: “Di akhir fase, murid dapat menganalisis (Hubbul ‘Ilmi) dalil-dalil tentang penghormatan terhadap keberagaman (QS. Al-Hujurat: 13), menunjukkan sikap toleransi dan empati (Hubbun Naas) dalam simulasi interaksi sosial, serta memperlihatkan perilaku menghargai perbedaan sebagai wujud kecintaan kepada Allah yang Maha Pencipta (Hubbullah) dan cinta tanah air (Hubbul Wathan) yang harmonis.”

Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes)

Prota dan Promes memetakan waktu dan tema besar secara sistematik. Setiap semester bisa difokuskan untuk menekankan beberapa aspek kurikulum berbasis cinta (KBC).

  • Semester 1: Menekankan penguatan Hubbullah dan Hubbur Rasul melalui tema-tema seperti Iman kepada Hari Akhir, dan Keteladanan Nabi Muhammad. Pendekatan Mindful Learning lebih dominan dengan metode refleksi dan kontemplasi.
  • Semester 2: Mengutamakan penerapan Hubbun Naas dan Hubbul Wathan melalui tema seperti Akhlak Terpuji, Hidup Bertetangga, dan Cinta Lingkungan. Metode Meaningful dan Joyful Learning dilakukan lebih banyak melalui proyek dan simulasi.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

ATP Akidah Akhlak kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah berfungsi sebagai peta yang menjelaskan langkah-langkah dari CP menuju tujuan pembelajaran di setiap sesi. Setiap langkah dilengkapi dengan kegiatan pembelajaran mendalam.

  • Tahap 1 (Mengamati): Murid menonton video atau animasi tentang keragaman budaya Indonesia (Joyful). Tujuannya: mendorong rasa ingin tahu (Hubbul ‘Ilmi) dan cinta tanah air (Hubbul Wathan).
  • Tahap 2 (Menanya): Murid diarahkan untuk merumuskan pertanyaan kritis: “Mengapa Allah menciptakan perbedaan?” (Mindful). Tujuannya: menggali makna penciptaan (Hubbullah).
  • Tahap 3 (Mengeksplorasi): Murid mencari bukti dan kisah teladan Nabi tentang menghargai perbedaan (Hubbur Rasul) secara berkelompok (Meaningful).
  • Tahap 4 (Mengasosiasi): Murid mengaitkan bukti dan teladan dengan situasi konflik sosial sederhana di sekolah (Meaningful & Mindful).
  • Tahap 5 (Mengomunikasikan): Murid merancang poster kampanye toleransi dan mempresentasikannya dengan keyakinan tinggi (Joyful & Meaningful).

Modul Ajar KBC Akidah Akhlak Kelas 6

Modul ajar KBC Akidah Akhlak kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah berfungsi sebagai alat operasional yang terperinci. Komponennya meliputi kegiatan yang berdasarkan Panca Cinta dan Pembelajaran Mendalam.

  • Tujuan Pembelajaran: “Setelah mengikuti pembelajaran, murid mampu menjelaskan makna keberagaman dengan rasa syukur (cinta kepada Allah) dan merancang sikap santun terhadap perbedaan (cinta kepada sesama).”
  • Aktivitas Pembelajaran:
    • Ice Breaker Joyful: Permainan “Tebak Asal Daerah” menggunakan baju adat mini.
    • Literasi Mindful: Membaca kisah interaksi Nabi Muhammad dengan non-Muslim (Majelisnya dengan delegasi Najran) dengan metode pembacaan yang khidmat.
    • Diskusi Meaningful: Menganalisis kasus bullying di sekolah akibat perbedaan suku, terkait dengan konsep dosa besar (dzulm).
    • Proyek oyful dan Meaningful: Menyusun “Buku Harian Kebaikan” untuk mencatat perilaku menghargai teman yang berbeda selama seminggu.
  • Asesmen: Beragam, termasuk evaluasi sikap melalui pengamatan buku harian (cinta sesama), evaluasi pengetahuan melalui esai reflektif (cinta ilmu dan cinta Allah), serta evaluasi keterampilan melalui presentasi poster.

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)

KKTP menjadi indikator nyata dari keberhasilan. KKTP mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

  1. KKTP pada Aspek Pengetahuan (Kognitif): Murid dapat menyebutkan minimal dua bukti dan dua contoh hadis tentang nilai menghargai perbedaan dengan benar.
  2. KKTP pada Aspek Sikap (Afektif): Murid menunjukkan perilaku aktif mendengarkan pandangan yang berbeda saat diskusi kelompok (Hubbun Naas) dan semangat dalam mengerjakan proyek buku harian (Joyful Learning).
  3. KKTP pada Aspek Keterampilan (Psikomotorik): Murid dapat menciptakan poster kampanye toleransi yang informatif dan berisi pesan ajaran Islam (Hubbul ‘Ilmi dan Hubbul Wathan).

Silahkan download perangkat ajar KBC Akidah Akhlak kelas 6 MI klik disini

Penutup

Perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Akidah Akhlak kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah mulai dari Prota, Promes, CP, ATP, Modul Ajar, hingga KKTP, tidak hanya sebatas dokumen administratif. Ini adalah perwujudan dari filosofi pendidikan yang dipegang oleh sebuah lembaga. Dengan memadukan Kurikulum Berbasis Cinta yang berlandaskan Panca Cinta dan pendekatan Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning), perangkat ajar KBC Kelas 6 bisa berubah menjadi pedoman hidup yang dinamis. Aktivitas belajar tidak lagi hanya terfokus pada menghafal konsep, melainkan menjadi perjalanan spiritual dan sosial untuk mengembangkan individu yang beriman, mencintai Tuhan, menghargai ilmu, menyayangi sesama, dan mencintai tanah air dengan penuh kesadaran, makna, serta kebahagiaan. Akhirnya, harapan dari integrasi tersebut adalah untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga bijaksana dan penuh cinta dalam kehidupannya. Ini adalah inti dari pendidikan Akidah Akhlak yang sejati dan relevan untuk masa depan.

You might also like
Perangkat Ajar KBC SKI Kelas 12 MA

Perangkat Ajar KBC SKI Kelas 12 MA

Perangkat Ajar KBC Al-Qur’an Hadis Kelas 12 MA

Perangkat Ajar KBC Al-Qur’an Hadis Kelas 12 MA

Perangkat Ajar KBC Bahasa Arab Kelas 12 MA

Perangkat Ajar KBC Bahasa Arab Kelas 12 MA

Perangkat Ajar KBC Fikih Kelas 12 MA

Perangkat Ajar KBC Fikih Kelas 12 MA

Perangkat Ajar KBC Akidah Akhlak Kelas 12 MA

Perangkat Ajar KBC Akidah Akhlak Kelas 12 MA

Perangkat Ajar KBC Fikih Kelas 11 MA

Perangkat Ajar KBC Fikih Kelas 11 MA