Kurikulum merdeka muncul sebagai inovasi baru dalam pendidikan di Indonesia, memberikan kebebasan dan variasi yang fokus pada kebutuhan siswa. Dalam konteks ini, perencanaan aktivitas belajar mengajar sangat penting untuk mencapai keberhasilan. Untuk pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di kelas 5 SD/MI yang termasuk dalam fase C, penyusunan Program Semester (Promes) kini bukan sekadar berkas administratif biasa.

Promes PJOK kelas 5 SD/MI fase C kurikulum merdeka telah bertransformasi menjadi panduan yang dinamis, strategis, dan sesuai dengan konteks, yang tidak hanya mengarahkan siswa pada penguasaan keterampilan fisik tetapi juga pada pembentukan dimensi profil lulusan melalui aktivitas fisik.
Kelas 5 SD/MI berada di dalam fase C dalam struktur kurikulum merdeka. Fase ini ditujukan untuk menumbuhkan dasar kompetensi yang lebih rumit dibandingkan Fase B (kelas 3-4). Dalam pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Capaian Pembelajaran (CP) fase C berfokus pada:
Promes kurikulum merdeka dibuat sebagai rincian operasional dari CP ini ke dalam alokasi waktu satu semester, menjembatani antara tujuan fase dengan aktivitas belajar harian (Modul Ajar Kurikulum Merdeka).
Sebuah Promes PJOK kelas 5 SD/MI fase C yang menyeluruh dan sejalan dengan semangat kurikulum merdeka setidaknya mencakup elemen-elemen berikut:
Bagian ini sering terabaikan. Sebelum menyusun rencana, guru harus memahami karakteristik siswa (minat, kemampuan fisik, kebutuhan khusus), sarana dan prasarana yang ada (lapangan, peralatan), serta lingkungan sekolah. Ini merupakan bentuk pembelajaran yang diferensiasi.
Merupakan ungkapan umum mengenai kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa di akhir semester, yang disusun berdasar pada CP fase C. Contoh: “Siswa dapat mengombinasikan keterampilan manipulatif (melempar, menangkap, memukul) dalam permainan bola kasti sederhana sambil menunjukkan kerjasama tim dan memahami peraturan dasar.”
Materi PJOK kelas 5 SD/MI fase C umumnya dibagi dalam beberapa ranah utama:
Materi-materi tersebut dibagi ke dalam minggu efektif dalam semester. Kurikulum merdeka mengarahkan penggunaan pembelajaran proyek (PJBL) atau tema tematik. Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) bisa bekerja sama dengan guru kelas untuk menciptakan tema yang integratif. Contohnya, tema “Lingkungan Sehat” bisa menggabungkan aktivitas jelajah alam (PJOK), pengukuran denyut nadi (Matematika), dan pembuatan poster PHBS (Seni Budaya).