Guru memiliki posisi yang sangat penting dalam aktivitas belajar. Mereka perlu membuat rencana pembelajaran dengan sistematis. Salah satu perangkat penting dalam perencanaan ialah Program Tahunan yang disingkat Prota. Prota kurikulum merdeka berfungsi sebagai petunjuk utama untuk guru sepanjang tahun.

Kurikulum merdeka menawarkan kebebasan yang baru. Namun, kebebasan tersebut memerlukan perencanaan yang baik. Prota Akidah Akhlak kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) fase C kurikulum merdeka dibuat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Akidah Akhlak merupakan pelajaran yang sangat esensial. Pelajaran ini berkontribusi dalam pembentukan karakter murid. Kelas 6 tergolong dalam fase C. Fase C dari kurikulum merdeka mencakup kelas 5 dan 6. Oleh karena itu, kelas 6 menjadi puncak dari fase ini. Murid di fase C berusia antara 11 hingga 12 tahun. Mereka mulai mampu berpikir secara kritis dan abstrak. Karena itu, materi Akidah Akhlak kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah perlu disesuaikan dengan tahap perkembangan mereka. Guru sebaiknya menekankan pemahaman yang mendalam, bukan hanya menghafal ayat atau hadis.
Kurikulum merdeka memberikan kebebasan kepada guru. Guru bisa membuat materi dengan cara mereka sendiri. Namun, mereka tetap harus mengikuti Capaian Pembelajaran (CP) yang ada. CP Akidah Akhlak kelas 6 MI fase C telah ditetapkan. CP tersebut terdiri dari tiga elemen utama. Elemen pertama adalah akidah atau kepercayaan. Kedua adalah akhlak atau perilaku. Ketiga adalah adab atau tata krama. Ketiga elemen tersebut saling berkaitan dengan baik.
Prota Akidah Akhlak kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah fase C kurikulum merdeka harus mencakup komponen yang standar. Komponen pertama adalah identitas sekolah. Identitas ini mencakup nama dan tahun ajaran. Komponen kedua adalah capaian pembelajaran (CP). CP diambil dari dokumen kurikulum yang ada. Komponen ketiga adalah alokasi waktu selama setahun. Alokasi waktu tersebut dihitung dalam jam pelajaran. Komponen keempat adalah materi inti. Materi inti diambil dari CP dan buku teks yang relevan. Komponen kelima adalah penjadwalan waktu per unit. Guru harus membagi jam pelajaran secara proporsional.
Selanjutnya, Prota kurikulum merdeka juga mencantumkan target pencapaian. Target tersebut bisa berupa kompetensi minimum yang diharapkan. Selain itu, perangkat ini bisa berisi catatan khusus. Catatan tersebut mungkin berkaitan dengan aktivitas proyek atau perayaan hari besar nasional. Semua komponen tersebut dibuat secara berurutan. Urutan pembuatan dimulai dari yang umum hingga yang khusus. Transisi antar komponen harus berjalan lancar. Misalnya, setelah CP, dilanjutkan dengan alokasi waktu. Setelah itu, baru disusul dengan materi inti.
Pertama, guru perlu membaca CP fase C tersebut. Bacalah CP dengan cermat dan teliti. Kedua, lakukan analisis terhadap elemen-elemen dalam CP. Akidah, akhlak, dan adab menjadi fokus utama. Ketiga, tentukan total jam pelajaran yang efektif. Umumnya, satu tahun ajaran mempunyai durasi 34-36 minggu. Keempat, kurangi minggu-minggu yang tidak efektif. Minggu-minggu yang tidak efektif termasuk waktu ujian dan libur. Kelima, hitung total jam pelajaran yang tersedia. Misalnya, jika sisa waktu efektif adalah 30 minggu, dan alokasi untuk Akidah Akhlak kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 2 jam per minggu, maka totalnya menjadi 60 jam untuk setahun.
Selanjutnya, bagilah 60 jam tersebut ke dalam unit-unit pembelajaran. Setiap unit mewakili satu topik besar. Contoh unit adalah “Bersihkan Hati Dengan Memohon Ampun”. Contoh lainnya: “Mengenal Allah Melalui Asmaul Husna”. Lalu, alokasikan waktu untuk setiap unit secara proporsional. Unit yang lebih sulit sebaiknya mendapatkan porsi waktu lebih besar. Selanjutnya, urutkan unit-unit tersebut dalam susunan yang logis. Dasar pengetahuan harus diajarkan terlebih dahulu. Akhirnya, semua informasi tersebut dicatat dalam format Prota kurikulum merdeka. Gunakan tabel supaya mudah dibaca.
Prota Akidah Akhlak kelas 6 fase C kurikulum merdeka tidak bisa dibuat tanpa adanya kalender pendidikan. Kalender pendidikan diterbitkan oleh pihak berwenang setempat. Kalender ini mencantumkan tanggal aktif serta hari libur. Para guru perlu memperhatikan kalender tersebut. Selanjutnya, mereka harus menyesuaikan rencana pembelajaran sesuai dengan kalender.
Misalnya, pada awal bulan Ramadan bisa menjadi hari libur. Oleh karena itu, pembahasan tentang puasa harus diajukan lebih awal. Contoh lainnya, ujian sekolah dijadwalkan pada minggu tertentu. Pada saat ujian, guru sebaiknya tidak memberikan materi yang terlalu rumit. Penyesuaian ini menjadikan Prota kelas 6 lebih praktis. Praktis berarti bisa dilaksanakan di lapangan. Tanpa adanya kalender, Prota kurikulum merdeka hanya menjadi khayalan semata.
Prota Akidah Akhlak kelas 6 MI fase C kurikulum merdeka menawarkan berbagai keuntungan yang signifikan. Bagi guru, bisa membantu mengurangi tekanan dalam mengajar. Mereka tidak perlu bingung mengenai materi yang akan diajarkan keesokan harinya. Semua telah direncanakan sebelumnya. Guru mempunyai kesempatan untuk mempersiapkan media lebih awal. Mereka juga bisa membagikan tugas dengan rekannya.
Untuk murid, memastikan pembelajaran yang berkelanjutan. Materi tidak terputus. Murid tidak berpindah-pindah topik. Prota kelas 6 juga membantu murid dalam memahami peta pembelajaran mereka. Orang tua juga bisa mengetahui jadwal materi yang diajarkan. Dengan demikian, komunikasi antara sekolah dan orang tua menjadi lebih baik.
Di samping itu, Prota kelas 6 mempermudah evaluasi di akhir tahun. Guru hanya perlu mencocokkan pelaksanaan dengan rencana yang telah dibuat. Jika ada perbedaan, guru bisa melakukan refleksi. Proses refleksi tersebut penting untuk perbaikan di tahun berikutnya. Perangkat ini juga menjadi dokumen fisik untuk akreditasi. Akreditasi sekolah memerlukan dokumen perencanaan. Dengan demikian, Prota Akidah Akhlak kelas 6 fase C kurikulum merdeka bukan sekadar sebuah formalitas.
Meskipun memberikan keuntungan, penerapan tidak selalu berjalan mudah. Tantangan yang pertama adalah perubahan jadwal yang tiba-tiba. Misalnya, ketika ada upacara atau lomba di sekolah. Pengajar harus cepat menyesuaikan Prota Akidah Akhlak kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah fase C kurikulum merdeka. Tantangan kedua adalah variasi kecepatan belajar di antara murid. Beberapa murid belajar dengan cepat, sementara yang lain butuh lebih banyak waktu. Guru harus memberikan remedial atau pengayaan sesuai kebutuhan. Rencana pembelajaran harus menyisakan waktu untuk hal ini. Tantangan ketiga adalah ketersediaan bahan ajar. Buku teks mungkin belum tersedia. Guru perlu berinovasi untuk menemukan referensi lain. Tantangan keempat adalah motivasi dari guru itu sendiri. Tidak semua guru secara disiplin mengikuti Prota kelas 6 yang telah dibuat.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, kerja sama menjadi sangat penting. Para guru Akidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah dalam fase yang sama bisa saling berbagi. Mereka bisa membuat Prota kurikulum merdeka secara bersama-sama. Mereka juga bisa saling mengingatkan mengenai jadwal. Sekolah perlu memberikan dukungan yang diperlukan. Dukungan bisa berupa pelatihan dalam pembuatan Program Tahunan. Selain itu, pemantauan yang berkala juga sangat dibutuhkan. Dengan semangat bersama, Prota kelas 6 akan bisa dilaksanakan dengan baik.
Download Prota Akidah Akhlak kelas 6 fase C kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Prota Akidah Akhlak kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah fase C dalam kurikulum merdeka bukan merupakan beban berat. Sebaliknya, ia adalah sahabat yang setia untuk para guru. Dengan adanya Program Tahunan, guru mempunyai petunjuk yang jelas. Tanpa Prota kurikulum merdeka, proses pengajaran menjadi tidak terarah dan tidak fokus. Dengan perencanaan yang tepat, generasi yang berakhlak baik akan bisa terlahir. Generasi yang tetap berpegang pada akidah yang benar. Inilah sumbangsih nyata guru untuk masa depan bangsa.