Kurikulum merdeka membawa perubahan yang besar. Perubahan tersebut berpengaruh pada berbagai dimensi dari aktivitas pembelajaran. Salah satu aspek yang terpengaruh adalah bagaimana perencanaan pembelajaran dibuat. Program Tahunan atau Prota menjadi dokumen yang sangat penting. Dokumen ini berperan sebagai panduan untuk aktivitas belajar. Para guru perlu membuat Prota kurikulum merdeka dengan cara yang sistematis.

Prota SKI kelas 6 MI fase C kurikulum merdeka sangat krusial. Hal ini terutama berlaku untuk murid. Apa alasannya? Karena kelas 6 adalah tahap akhir di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Para murid memerlukan pemahaman yang mendalam tentang Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).
Program Tahunan (Prota) merupakan rencana untuk menetapkan pembagian waktu sepanjang tahun. Rencana ini mencakup semua tujuan pembelajaran yang harus dikuasai. Dokumen tersebut juga mencantumkan tema atau topik yang akan dipelajari. Prota kurikulum merdeka mengalami penyesuaian tertentu. Penyesuaian ini berdasarkan pada Capaian Pembelajaran (CP).
Program Tahunan kemudian dipecah menjadi Program Semester (Promes). Selanjutnya, Promes dirinci menjadi modul ajar kurikulum merdeka. Dengan demikian, dokumen ini mempunyai peranan yang sangat penting. Ia menjadi dasar bagi perencanaan pembelajaran tahunan. Tanpa adanya rencana pembelajaran, guru akan kesulitan dalam mengatur waktu. Akibatnya, tujuan pembelajaran tidak bisa tercapai dengan optimal. Oleh karena itu, setiap guru diharuskan untuk membuat Prota kurikulum merdeka.
Fase C dalam kurikulum merdeka mempunyai perbedaan. Fase ini ditujukan untuk kelas 5 dan 6. Namun, kelas 6 mempunyai ciri khas tersendiri. Murid di kelas 6 berusia sekitar 11-12 tahun. Mereka sudah mampu berpikir secara abstrak. Karena itu, Prota SKI kelas 6 MI fase C kurikulum merdeka harus mempertimbangkan hal ini.
Materi SKI kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah bukan hanya sekadar narasi. Murid perlu mendapatkan pelajaran moral dan contoh yang baik. Dokumen tersebut harus mendukung pembentukan karakter. Selain itu, dokumen ini juga harus mengarahkan kemampuan berpikir kritis. Contohnya, menganalisis peristiwa penting dalam sejarah Islam. Di samping itu, dokumen rencana pembelajaran perlu mengintegrasikan nilai-nilai toleransi antaragama. Ini menjadi keunikan Prota SKI kelas 6 fase C kurikulum merdeka.
Setiap Prota kelas 6 mempunyai komponen-komponen yang harus ada. Pertama, identitas dokumen. Identitas tersebut mencakup Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), kelas/fase (VI/C), dan semester (Ganjil/Genap). Kedua, capaian pembelajaran (CP) untuk setiap elemen. Elemen dalam Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) mencakup sejarah peradaban Islam. Juga tokoh-tokoh penting dalam sejarah Islam. Ketiga, pembagian waktu tahunan. Pembagian waktu tersebut dihitung dalam jam pelajaran.
Keempat, distribusi tema atau topik. Kelima, rincian minggu-minggu efektif. Keenam, info mengenai hari-hari libur. Ketujuh, target capaian untuk setiap semester. Kedelapan, catatan khusus untuk materi tambahan. Kesembilan, tanda tangan dari guru dan kepala Madrasah Ibtidaiyah. Kesepuluh, tanggal saat dokumen dibuat. Semua elemen tersebut harus diisi dengan lengkap.
Pembuatan Prota SKI kelas 6 MI fase C kurikulum merdeka memerlukan langkah-langkah yang jelas. Pertama, lakukan analisis terhadap Capaian Pembelajaran (CP). Baca dan pahami CP Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) fase C. Kedua, identifikasi elemen-elemen yang terdapat dalam CP. Elemen tersebut meliputi sejarah Khulafaur Rasyidin. Juga sejarah Dinasti Umayyah dan Abbasiyah. Ketiga, tentukan tema besar untuk setiap semester. Contohnya, semester ganjil berfokus pada Khulafaur Rasyidin. Semester genap berfokus pada Dinasti Umayyah.
Keempat, hitung jumlah minggu efektif dalam satu tahun. Kurangi dengan minggu libur serta ujian. Kelima, alokasikan waktu untuk masing-masing tema. Pastikan waktu tersebut sebanding dengan tingkat kesulitan. Keenam, buat tabel distribusi waktu setiap minggu. Ketujuh, catat hari efektif secara rinci. Kedelapan, lakukan validasi dengan rekan guru lainnya. Kesembilan, mintalah persetujuan dari kepala Madrasah Ibtidaiyah. Kesepuluh, sosialisasikan Prota kelas 6 kepada semua pihak terkait.
Mari kita telaah CP SKI kelas 6 MI fase C dengan lebih mendalam. CP terdiri dari beberapa komponen. Komponen pertama adalah sejarah peradaban Islam. Yang kedua adalah tokoh serta teladan. Komponen ketiga adalah warisan dari peradaban Islam. Di akhir tahap C, murid diharapkan bisa memahami. Mereka mengerti tentang kepemimpinan Khulafaur Rasyidin. Mereka juga mengetahui perkembangan Dinasti Umayyah. Selanjutnya, mereka memahami kejayaan Dinasti Abbasiyah.
Murid juga bisa menceritakan kisah-kisah teladan. Mereka bisa mencontohkan sifat-sifat mulia para khalifah. Selain itu, murid mudah mengenali peninggalan sejarah. Contohnya adalah masjid, istana, dan karya tulis. Ini adalah tujuan yang harus dicapai.
Alokasi waktu sangat penting dalam Prota kelas 6. Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas 6 di Madrasah Ibtidaiyah mempunyai jam yang berbeda. Biasanya, terdapat alokasi dua jam pelajaran setiap minggu. Satu jam pelajaran setara dengan 35 menit. Maka, total waktu dalam satu minggu adalah 70 menit. Dalam satu tahun, ada sekitar 36 minggu. Namun, minggu yang efektif hanya 32-34 minggu. Mengapa demikian? Karena terdapat minggu libur sekolah. Juga ada minggu untuk ujian dan penilaian.
Oleh karena itu, Prota kelas 6 harus menghitung dengan teliti. Untuk SKI kelas 6 MI, total jam efektif sekitar 64-68 jam. Angka ini sangat terbatas. Oleh sebab itu, guru perlu berhemat waktu. Tidak semua materi bisa diajarkan secara mendalam. Hanya pilih materi yang esensial saja. Materi yang lainnya bisa dijadikan sebagai pengayaan.
Kurikulum merdeka membawa konsep dimensi profil lulusan. Prota SKI kelas 6 MI fase C kurikulum merdeka perlu mengakomodasi hal ini. Ada enam dimensi utama dalam profil tersebut. Pertama, keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan. Kedua, kewargaan. Ketiga, kolaborasi. Keempat, kemandirian. Kelima, penalaran kritis. Keenam, kreativitas.
Dalam Prota kelas 6, setiap tema perlu mencakup dimensi-dimensi tersebut. Misalnya, saat mempelajari Abu Bakar. Murid dilatih untuk berpikir kritis. Mereka menganalisis keputusan dalam perang Riddah. Selanjutnya, mereka belajar untuk kemandirian. Mereka mencari informasi tambahan. Kemudian, mereka belajar untuk bersikap kolaborasi. Diskusi kelompok menjadi metode utama. Dengan cara tersebut, rencana pembelajaran tidak sekadar menjadi jadwal. Ia juga berfungsi sebagai sarana membentuk karakter.
Prota SKI kelas 6 fase C kurikulum merdeka bukanlah dokumen yang tidak bisa diubah. Ia perlu dievaluasi secara teratur. Evaluasi dilakukan pada akhir semester. Tanyakan kepada diri sendiri. Apakah alokasi waktu sudah tercapai?, apakah semua topik sudah disampaikan?, dan apakah murid mencapai target belajar?. Jika tidak, segera lakukan perbaikan. Perbaikan bisa berupa pengurangan atau penambahan waktu. Bisa juga mengubah topik tertentu.
Guru harus bersikap fleksibel terhadap situasi di lapangan. Pandemi atau bencana bisa mengubah jadwal. Oleh karena itu, Prota kurikulum merdeka perlu adaptif. Namun, perubahan tetap harus sesuai dengan CP SKI kelas 6 MI. Jangan sampai mengurangi inti pembelajaran.
Download Prota SKI kelas 6 fase C kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Prota SKI kelas 6 MI fase C kurikulum merdeka sangat vital. Ia berfungsi sebagai panduan dalam perencanaan. Tanpa panduan, aktivitas pembelajaran akan kehilangan arah. Dengan adanya panduan, guru mempunyai panduan yang jelas.
Pada akhirnya, Prota kurikulum merdeka yang baik bisa menghasilkan pembelajaran yang efektif. Murid kelas 6 pun bisa mencapai tujuan pembelajaran. Mereka memahami Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah dengan baik. Mereka juga bisa meneladani tokoh-tokoh yang mulia.