Kurikulum merdeka membawa konsep dimensi profil lulusan. Prota SKI kelas 6 MI fase C kurikulum merdeka perlu mengakomodasi hal ini. Ada enam dimensi utama dalam profil tersebut. Pertama, keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan. Kedua, kewargaan. Ketiga, kolaborasi. Keempat, kemandirian. Kelima, penalaran kritis. Keenam, kreativitas.
Dalam Prota kelas 6, setiap tema perlu mencakup dimensi-dimensi tersebut. Misalnya, saat mempelajari Abu Bakar. Murid dilatih untuk berpikir kritis. Mereka menganalisis keputusan dalam perang Riddah. Selanjutnya, mereka belajar untuk kemandirian. Mereka mencari informasi tambahan. Kemudian, mereka belajar untuk bersikap kolaborasi. Diskusi kelompok menjadi metode utama. Dengan cara tersebut, rencana pembelajaran tidak sekadar menjadi jadwal. Ia juga berfungsi sebagai sarana membentuk karakter.
Prota SKI kelas 6 fase C kurikulum merdeka bukanlah dokumen yang tidak bisa diubah. Ia perlu dievaluasi secara teratur. Evaluasi dilakukan pada akhir semester. Tanyakan kepada diri sendiri. Apakah alokasi waktu sudah tercapai?, apakah semua topik sudah disampaikan?, dan apakah murid mencapai target belajar?. Jika tidak, segera lakukan perbaikan. Perbaikan bisa berupa pengurangan atau penambahan waktu. Bisa juga mengubah topik tertentu.
Guru harus bersikap fleksibel terhadap situasi di lapangan. Pandemi atau bencana bisa mengubah jadwal. Oleh karena itu, Prota kurikulum merdeka perlu adaptif. Namun, perubahan tetap harus sesuai dengan CP SKI kelas 6 MI. Jangan sampai mengurangi inti pembelajaran.
Download Prota SKI kelas 6 fase C kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Prota SKI kelas 6 MI fase C kurikulum merdeka sangat vital. Ia berfungsi sebagai panduan dalam perencanaan. Tanpa panduan, aktivitas pembelajaran akan kehilangan arah. Dengan adanya panduan, guru mempunyai panduan yang jelas.
Pada akhirnya, Prota kurikulum merdeka yang baik bisa menghasilkan pembelajaran yang efektif. Murid kelas 6 pun bisa mencapai tujuan pembelajaran. Mereka memahami Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah dengan baik. Mereka juga bisa meneladani tokoh-tokoh yang mulia.