Membuat Prota Seni Tari kelas 9 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka memerlukan perencanaan yang sistematis. Guru harus memahami capaian pembelajaran (CP) sebelum menentukan materi tahunan.

Selanjutnya, guru perlu memetakan tujuan pembelajaran berdasarkan kemampuan murid. Dengan langkah-langkah tersebut, Prota kurikulum merdeka bisa berfungsi sebagai pedoman pembelajaran yang realistis dan mudah diterapkan.
Langkah pertama dalam membuat Prota kurikulum merdeka adalah menganalisis Capaian Pembelajaran (CP) Seni Tari fase D. Guru perlu memahami kompetensi yang harus dicapai oleh murid pada akhir fase. Analisis tersebut membantu guru menentukan arah pembelajaran kelas 9 SMP/MTs dengan tepat. Selain itu, guru juga mudah melihat keterkaitan materi antara pembelajaran kelas 7 dan kelas 8.
Guru sebaiknya tidak langsung membuat daftar materi hanya berdasarkan buku teks. Sebaliknya, guru perlu mempertimbangkan kompetensi yang harus berkembang melalui pembelajaran Seni Tari kelas 9 SMP/MTs. Kompetensi yang dimaksud bisa memuat kemampuan mengamati, mengeksplorasi, membuat, menampilkan, dan mengevaluasi karya tari. Setelah itu, guru mudah menentukan materi yang mendukung perkembangan kompetensi tersebut.
Setelah menganalisis CP, guru perlu menetapkan tujuan pembelajaran dalam Prota Seni Tari kelas 9 SMP/MTs yang akan dicapai sepanjang tahun. Tujuan pembelajaran harus mencerminkan kemampuan yang mudah ditunjukkan oleh murid setelah mengikuti kegiatan belajar. Guru bisa merumuskan tujuan pembelajaran dengan menggunakan kata kerja operasional yang jelas, sehingga lebih mudah dalam menentukan kegiatan dan asesmen yang sesuai.
Di kelas 9 SMP/MTs, tujuan pembelajaran bisa diarahkan pada kemampuan yang lebih kompleks. Selain mengenali unsur-unsur tari, murid juga diharapkan mudah menganalisis karakter karya, mengeksplorasi gerak, mengembangkan ide, dan menyajikan karya. Selanjutnya, murid bisa melakukan refleksi terhadap proses dan hasil karya mereka.
Tahap berikutnya adalah memetakan materi Seni Tari kelas 9 SMP/MTs. Guru perlu menghubungkan setiap materi dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Materi yang dimaksud bisa memuat apresiasi tari, unsur gerak, pola lantai, tari tradisional, tari kreasi, eksplorasi, penciptaan, hingga pementasan. Guru mudah menyesuaikan cakupan materi ini dengan kondisi di sekolah.
Pemetaan materi sebaiknya mengikuti prinsip bertahap. Guru disarankan untuk memulai dari materi yang sudah dikenal oleh murid, kemudian secara perlahan meningkatkan kompleksitas materi. Pola tersebut membantu murid dalam membangun pemahaman sebelum memasuki kegiatan penciptaan karya yang lebih kompleks.
Guru perlu melakukan perhitungan minggu efektif sebelum menentukan alokasi waktu. Perhitungan tersebut berpedoman pada kalender pendidikan dan agenda sekolah. Guru harus mempertimbangkan hari libur, kegiatan sekolah, asesmen, dan agenda lain yang bisa mengurangi waktu pembelajaran. Hasil perhitungan ini akan menjadi dasar dalam pembagian waktu dalam Prota Seni Tari kelas 9 fase D kurikulum merdeka.
Tahap tersebut sangat krusial, karena alokasi waktu tidak bisa dibuat sembarangan. Pembelajaran Seni Tari kelas 9 SMP/MTs memerlukan waktu yang cukup untuk demonstrasi, latihan, eksplorasi, dan evaluasi. Oleh karena itu, guru perlu memberikan alokasi waktu yang realistis. Materi praktik biasanya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan materi yang hanya berfokus pada pemahaman konsep.
Setelah mengetahui waktu yang tersedia, guru membagi materi ke dalam Prota Seni Tari kelas 9 fase D kurikulum merdeka. Pembagian materi berdasarkan semester harus memperhatikan hubungan antara satu materi dengan materi berikutnya. Materi awal sebaiknya menjadi dasar untuk materi lanjutan, sehingga pembelajaran mempunyai alur logis sepanjang tahun.
Semester ganjil seharusnya difokuskan pada penguatan apresiasi, pemahaman unsur-unsur tari, eksplorasi, dan pengembangan gerak. Sementara itu, semester genap bisa diarahkan pada penciptaan, penyajian, dan evaluasi karya tari. Meskipun demikian, guru tetap mempunyai fleksibilitas untuk menyesuaikan pembagian materi berdasarkan karakteristik sekolah dan kemampuan murid.