Salah satu perangkat yang sangat penting dalam merencanakan aktivitas pembelajaran dalam kurikulum merdeka adalah Program Semester atau Promes. Ia berfungsi sebagai peta perjalanan belajar yang utama. Peta tersebut menjadi petunjuk untuk guru selama satu semester. Promes kurikulum merdeka sangat penting untuk pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), terutama untuk kelas 6 pada fase C yang merupakan tahap akhir di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Oleh karena itu, perencanaan yang matang dan teratur sangat diperlukan.

Pertama-tama, Promes SKI kelas 6 MI fase C kurikulum merdeka merupakan rencana belajar yang teratur untuk enam bulan ke depan. Rencana tersebut meliputi alokasi waktu untuk setiap topik sesuai dengan capaian pembelajaran. Ia menjadi acuan dalam aktivitas harian guru dan perlu dibuat sebelum tahun ajaran dimulai. Dokumen ini bersifat fleksibel dan mudah disesuaikan dengan kondisi madrasah.
Selanjutnya, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Ibtidaiyah mengajarkan tentang peradaban Islam yang berkontribusi pada pembentukan karakter murid. Aktivitas pembelajaran SKI kelas 6 MI mengarahkan murid untuk memahami pelajaran dari berbagai peristiwa sejarah. Promes kurikulum merdeka perlu dibuat dengan menggunakan metode yang bervariasi. Fase C berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dengan materi yang lebih rumit. Semua materi harus diorganisir untuk memastikan pencapaian capaian pembelajaran (CP).
Selanjutnya, bagaimana seharusnya struktur Program Semester (Promes) yang ideal untuk guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)? Struktur Promes SKI kelas 6 fase C kurikulum merdeka terdiri dari beberapa komponen penting. Yang pertama adalah identitas nama Madrasah Ibtidaiyah dan nama mata pelajaran. Kemudian, ada capaian pembelajaran (CP) yang menjadi pedoman utama. Pedoman tersebut dijabarkan ke dalam tujuan pembelajaran yang lebih spesifik. Tujuan ini dibuat secara berurutan berdasarkan tingkat kesulitan. Setiap tujuan dilengkapi dengan alokasi waktu dalam jam pelajaran.
Guru harus mencantumkan materi pokok bahasan dengan jelas, yang kemudian dipecah menjadi sub-sub bab yang lebih kecil. Sub-bab ini akan membantu guru dalam membuat rencana harian atau modul ajar kurikulum merdeka. Selain itu, Promes kelas 6 juga meliputi rencana penilaian yang menyeluruh, baik formatif selama proses berlangsung maupun sumatif di akhir. Terakhir, terdapat kolom untuk catatan khusus yang digunakan sebagai refleksi guru.
Proses pembuatan Promes kelas 6 dimulai dengan analisis mendalam terhadap Capaian Pembelajaran (CP). Guru membaca dan memahami CP dengan cermat tanpa terburu-buru. Pemahaman ini menjadi dasar untuk seluruh aktivitas pembelajaran selanjutnya. Selanjutnya, guru merumuskan tujuan pembelajaran yang mudah dioperasionalkan. Tujuan tersebut harus terukur dan mudah dilihat pelaksanaannya. Guru menggunakan kata kerja untuk membuat setiap tujuan, seperti “menjelaskan”, “menganalisis”, atau “menceritakan kembali”. Setelah itu, guru mengurutkan tujuan tersebut dari yang paling dasar. Urutan ini harus logis, sistematis, dan berhubungan antara materi. Kemampuan dasar menjadi pijakan untuk memahami kemampuan yang lebih lanjut.
Setelah urutan tujuan ditentukan, guru selanjutnya mengalokasikan waktu dengan proporsional. Satu semester biasanya terdiri dari 18 hingga 20 minggu efektif. Jumlah minggu ini dikurangi dengan hari libur nasional dan cuti bersama. Guru juga harus memperhitungkan aktivitas madrasah lainnya, seperti aktivitas proyek atau kokurikuler. Aktivitas ujian madrasah juga memerlukan waktu tersendiri.
Waktu yang tersisa harus dibagi dengan adil untuk setiap tujuan. Pembagian tersebut harus seimbang dan realistis sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Materi yang lebih sulit memerlukan waktu lebih untuk pendalaman, sementara materi yang lebih mudah bisa diselesaikan lebih cepat. Guru tidak boleh terpaku pada satu metode pengajaran saja, karena fleksibilitas waktu sangat penting untuk dicantumkan dalam Promes SKI kelas 6 fase C kurikulum merdeka.
Selanjutnya, pengajar menggabungkan elemen dimensi profil lulusan dan kurikulum berbasis cinta (Panca Cinta) dalam rencana Promes kelas 6. Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kaya dengan nilai-nilai mulia dan teladan. Nilai tersebut meliputi toleransi, kerja keras, dan cinta tanah air. Guru menyisipkan dimensi-dimensi tersebut secara tidak langsung dalam aktivitas yang dilakukan. Integrasi ini tidak perlu dijelaskan secara jelas di setiap kalimat. Pengajar dapat memasukkan nilai-nilai ini dalam aktivitas diskusi.
Contohnya, saat menggali strategi dakwah Sunan Kudus yang beragam. Murid mempelajari tentang toleransi antaragama yang diterapkan di daerah tersebut. Pengajar juga bisa menekankan nilai teladan dari berbagai tokoh Wali Songo. Semua nilai-nilai ini didokumentasikan dengan baik dalam rencana semester.
Peralihan dari Promes kurikulum merdeka ke rencana harian merupakan langkah yang sangat penting. Ia berfungsi sebagai petunjuk makro dan bukan rencana rinci harian. Pengajar mengembangkannya menjadi modul ajar yang lebih terperinci. Modul ajar ini berisi langkah-langkah pembelajaran yang nyata. Meskipun begitu, program tersebut tetap menjadi pedoman utama bagi pengajar. Program menjamin tema besar tetap konsisten.
Dengan adanya Promes kurikulum merdeka, guru akan tetap pada jalurnya selama proses mengajar. Selain itu, Promes kelas 6 juga mendukung koordinasi antar guru di Madrasah Ibtidaiyah. Guru SKI kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah bisa mendiskusikan perkembangan materi yang diajarkan setiap minggu. Diskusi tersebut berkontribusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara kolaboratif dan terarah.