Guru memegang posisi penting dalam aktivitas pembelajaran. Mereka wajib merencanakan pembelajaran dengan seksama. Salah satu alat untuk perencanaan adalah Program Semester (Promes). Promes SKI Kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Fase B kurikulum merdeka berfungsi membantu guru dalam membuat jadwal mengajar.

Promes SKI kelas 3 MI fase B kurikulum merdeka terdiri beberapa komponen penting. Pertama, informasi tentang Madrasah Ibtidaiyah dan mata pelajaran. Misalnya, “MI Al-Falah” dan “Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)”. Kedua, jelas mencantumkan kelas dan semester. Kelas 3 dengan semester ganjil atau genap. Ketiga, mencantumkan tahun ajaran.
Keempat, alokasi waktu untuk setiap pertemuan. Umumnya 2 x 35 menit per minggu. Kelima, daftar minggu yang efektif. Guru menghitung minggu yang tidak ada libur. Keenam, topik utama atau tema. SKI kelas 3 MI membahas tentang teladan Nabi. Lalu, ada kolom untuk jam pelajaran dan tanggal. Terakhir, informasi dan tanda tangan guru. Semua komponen tersebut saling berhubungan.
Guru perlu mengikuti langkah-langkah teratur. Pertama, menganalisis kalender pendidikan. Tentukan tanggal awal dan akhir semester. Kedua, identifikasi minggu yang efektif. Kurangi minggu yang mempunyai libur nasional. Ketiga, hitung total jam pelajaran yang tersedia. Misalnya, ada 18 minggu efektif. Setiap minggu ada 2 jam, sehingga totalnya 36 jam.
Keempat, alokasikan ke capaian pembelajaran. Kelima, buatlah materi ajar dari yang paling mudah ke yang lebih sulit. Keenam, sediakan waktu untuk ulangan harian. Ketujuh, siapkan juga waktu untuk proyek (kokurikuler). Selanjutnya, buat tabel Promes kurikulum merdeka di kertas atau format digital. Setelah itu, konsultasikan dengan rekan-rekan guru. Akhirnya, mintalah persetujuan dari kepala Madrasah Ibtidaiyah.
Guru tidak hanya bertugas membuatnya. Ia juga harus menerapkannya di kelas. Pertama, siapkan modul ajar kurikulum merdeka. Modul ajar harus mengacu pada Promes SKI kelas 3 fase B kurikulum merdeka yang telah dibuat. Kedua, terapkan metode interaktif seperti bercerita. Murid kelas 3 menyukai mendengarkan cerita. Ketiga, integrasikan nilai-nilai Islam. Contohnya, tentang kejujuran Nabi Muhammad.
Selanjutnya, lakukan refleksi di akhir setiap bulan. Apakah jadwalnya sesuai dengan Program Semester? Jika tidak, lakukan penyesuaian segera. Selain itu, sampaikan perubahan kepada orang tua. Mereka perlu mengetahui jadwal yang baru. Dengan cara tersebut, pembelajaran tetap bisa terkontrol.
Tantangan utama adalah adanya libur yang tidak terduga. Misalnya, bencana banjir atau aksi unjuk rasa. Solusinya, siapkan waktu cadangan di dalam Promes kurikulum merdeka. Sisakan 2-3 minggu untuk ulangan dan proyek (kokurikuler).
Tantangan kedua adalah materi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Ibtidaiyah yang terlalu padat. Guru sering kali merasa kesulitan untuk mengajarkan semuanya. Solusinya, utamakan pencapaian pembelajaran yang mendasar.
Tantangan ketiga adalah perbedaan kecepatan belajar murid. Beberapa anak lebih lambat dalam memahami kisah. Solusinya, terapkan pendekatan yang membedakan. Kelompokkan murid menurut tingkat kemampuan mereka. Setelah itu, berikan waktu tambahan untuk yang memerlukan bantuan.
Tantangan keempat adalah minimnya media dalam pembelajaran. Solusinya, guru bisa membuat media pembelajaran sendiri. Misalnya, papan flanel yang menggambarkan nabi.
Tantangan kelima adalah menurunnya motivasi murid. Solusinya, selingi dengan nyanyian atau permainan. Nyanyikan sholawat mengenai kelahiran Nabi. Bermain kartu untuk mengurutkan peristiwa juga sangat efektif.
Guru perlu melakukan evaluasi terhadap Promes SKI kelas 3 MI fase B kurikulum merdeka secara rutin. Pertama, bandingkan antara rencana dan pelaksanaan. Apakah semua bahan ajar sudah disampaikan? Jika tidak, cari apa penyebabnya. Kedua, analisis hasil belajar murid. Nilai dari ulangan harian dapat mencerminkan pemahaman mereka. Ketiga, mintalah masukan dari murid. Tanyakan pertanyaan yang sederhana. “Apakah kalian menyukai urutan pelajarannya?”
Kemudian, diskusikan dengan rekan guru. Mereka mungkin mempunyai pengalaman yang sama. Selain itu, perhatikan seberapa terlibat murid dalam pelajaran. Murid yang aktif bertanya dan menjawab adalah tanda program berhasil. Namun, jika banyak murid mengeluh bosan, maka Program Semester perlu diperbaiki. Revisi bisa meliputi pengubahan urutan atau metode pengajaran. Di akhir semester, siapkan laporan evaluasi. Laporan ini akan menjadi acuan untuk Promes kelas 3 di semester selanjutnya.