Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) terdiri dari serangkaian tujuan pendidikan yang tertata dengan baik, bertujuan untuk membantu guru dalam mengatur kegiatan belajar-mengajar. ATP kurikulum merdeka berfungsi untuk mengarahkan pembelajaran yang lebih fleksibel sesuai dengan karakteristik murid.

ATP SKI kelas 10 Madrasah Aliyah (MA) fase E kurikulum merdeka berfungsi sebagai petunjuk belajar yang didasarkan pada Capaian Pembelajaran (CP) dari Kementerian Agama. Capaian tersebut memuat analisis tentang budaya di Mekah dan Madinah, metode dakwah Rasulullah SAW, peristiwa hijrah, serta Piagam Madinah.
ATP SKI kelas 10 MA fase E kurikulum merdeka terdiri dari berbagai komponen utama yang saling terhubung. Masing-masing komponen mempunyai peran yang berbeda, tetapi semua berkolaborasi untuk membuat perencanaan pembelajaran yang terstruktur, efisien, dan sejalan dengan prinsip kurikulum merdeka. Pembuatan komponen Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga menjamin bahwa setiap kegiatan belajar mendukung pencapaian keterampilan yang diharapkan.
Dalam hal ini, guru harus memahami setiap komponen secara mendalam supaya mudah mendesain kegiatan pembelajaran yang sistematis, berarti, dan sesuai dengan kebutuhan murid. Dengan komponen yang komprehensif dan terencana dengan jelas, ATP kelas 10 berfungsi sebagai pedoman yang membantu guru dalam mengembangkan modul ajar kurikulum merdeka, strategi pengajaran, serta asesmen yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Aliyah.
Komponen pertama dalam ATP kurikulum merdeka adalah identitas. Sektor ini berisi informasi dasar seperti nama mata pelajaran (Sejarah Kebudayaan Islam), fase (E), kelas (X), semester (Ganjil/Genap), serta elemen-elemen yang menjadi perhatian utama selama kegiatan belajar di Madrasah Aliyah. Meski tampak sederhana, identitas sangat penting karena memberikan gambaran mengenai cakupan pembelajaran yang akan diadakan.
Guru bisa memastikan bahwa ATP SKI kelas 10 fase E kurikulum merdeka yang dibuat sesuai dengan tingkat pendidikan, karakteristik murid, dan Capaian Pembelajaran (CP) yang berlaku di fase E. Kejelasan identitas juga mendukung koordinasi antar guru mata pelajaran dan tim pengembang kurikulum di Madrasah Aliyah.
Selain identitas, ATP kelas 10 juga memuat elemen pembelajaran yang menjadi dasar dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Dalam SKI kelas 10 MA fase E, elemen tersebut meliputi pemahaman tentang kemajuan sejarah Islam sejak sebelum Islam, perjuangan dakwah Rasulullah SAW, pembentukan masyarakat Madinah, sampai dengan perkembangan peradaban Islam di masa Khulafaur Rasyidin dan dinasti-dinasti penting. Guru menggunakan elemen tersebut untuk memilih materi yang sesuai dan mendesain tujuan pembelajaran secara bertahap. Dengan cara ini, setiap kegiatan belajar mempunyai hubungan yang jelas dengan kompetensi yang harus dikuasai oleh murid.
Adanya identitas dan elemen pembelajaran juga membantu guru dalam menggabungkan berbagai penguatan karakter dalam kegiatan belajar. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, kerja sama, dan semangat untuk belajar bisa dimasukkan mulai dari tahap perencanaan. Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Aliyah tidak hanya berfokus pada penguasaan fakta sejarah, tetapi juga pada pengembangan karakter murid sesuai dengan dimensi profil lulusan dan kurikulum berbasis cinta (Panca Cinta). Oleh karena itu, identitas dan elemen pembelajaran berfungsi sebagai fondasi awal yang menentukan arah pengembangan ATP kelas 10 secara keseluruhan.