Implementasi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) SKI kelas 12 Madrasah Aliyah (MA) fase F kurikulum merdeka harus direncanakan. ATP kurikulum merdeka sebaiknya menjadi pedoman dalam mendesain pengalaman belajar. Tujuan pembelajaran harus tercermin dalam kegiatan konkret. Murid harus aktif membaca, berdiskusi, dan menganalisis peristiwa.

Strategi pertama adalah memahami isi ATP SKI kelas 12 MA fase F kurikulum merdeka secara menyeluruh. Guru perlu mengetahui tujuan pembelajaran yang harus dicapai selama satu periode. Guru juga perlu memahami hubungan antara satu tujuan dengan tujuan berikutnya. Langkah tersebut penting karena setiap kegiatan pembelajaran harus mendukung tujuan tertentu. Guru bisa menandai tujuan yang membutuhkan kemampuan memahami, menganalisis, mengevaluasi, atau merefleksikan.
Setelah itu, guru bisa menentukan strategi yang paling sesuai. Misalnya, tujuan analisis membutuhkan kegiatan yang memberikan bahan untuk dianalisis. Tujuan evaluasi membutuhkan masalah atau sumber yang mudah murid nilai. Tujuan refleksi membutuhkan kegiatan yang memberi ruang untuk berpikir secara personal. Dengan memahami ATP kelas 12 sejak awal, guru mudah menghindari kegiatan yang tidak mempunyai arah. Guru juga mudah mengatur waktu dengan lebih realistis.
Setiap tujuan memperoleh alokasi waktu berdasarkan tingkat kesulitan dan kebutuhan murid. Guru kemudian bisa mengembangkan tujuan tersebut ke dalam modul ajar kurikulum merdeka. Langkah tersebut membuat ATP SKI kelas 12 fase F kurikulum merdeka menjadi dasar untuk perencanaan pembelajaran. Dengan demikian, guru tidak sekadar menyelesaikan materi. Guru berfokus pada pencapaian kompetensi yang sudah didesain.
Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Aliyah sebaiknya menyampaikan tujuan pembelajaran kepada murid pada awal kegiatan. Langkah sederhana ini membantu murid memahami arah pembelajaran. Mereka bisa mengetahui kemampuan yang perlu dikuasai setelah kegiatan selesai. Guru bisa menyampaikan tujuan dengan bahasa yang sederhana. Misalnya, guru bisa mengatakan bahwa murid akan menganalisis penyebab perkembangan suatu peradaban Islam. Guru kemudian menjelaskan bukti yang perlu mereka gunakan.
Dengan cara tersebut, murid memahami harapan pembelajaran sejak awal. Mereka juga mudah menilai perkembangan dirinya selama kegiatan berlangsung. Guru bisa menuliskan tujuan pada papan tulis atau media pembelajaran. Selanjutnya, guru bisa menghubungkan tujuan dengan pengalaman murid. Hubungan tersebut membuat tujuan terasa lebih relevan. Misalnya, guru bisa bertanya tentang alasan suatu masyarakat mengalami perubahan. Pertanyaan tersebut mudah menjadi pengantar menuju materi sejarah.
Murid kemudian memahami bahwa mereka tidak hanya belajar untuk menjawab soal. Mereka belajar untuk memahami suatu persoalan dan membangun argumentasi. Strategi tersebut juga membantu meningkatkan keterlibatan murid. Mereka mempunyai gambaran yang jelas tentang kegiatan belajar Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Aliyah yang akan mereka jalani.
Analisis sumber sejarah adalah strategi penting untuk pembelajaran SKI kelas 12 Madrasah Aliyah. Guru bisa menyediakan sumber primer atau sekunder seperti teks, gambar, dokumen, peta, atau catatan sejarah. Murid membaca dan mengidentifikasi informasi penting serta menentukan siapa pembuat sumber dan tujuan pembuatannya. Mereka membandingkan dua sumber untuk mencari persamaan dan perbedaan. Kegiatan tersebut membantu murid memahami pentingnya kajian sumber dalam sejarah. Guru juga memberikan lembar kerja untuk membantu analisis dan memberikan umpan balik pada hasil argumen. Dengan demikian, kegiatan analisis sumber mudah langsung mendukung tujuan pembelajaran dalam ATP SKI kelas 12 fase F kurikulum merdeka.
Diskusi kelompok membantu murid mengembangkan komunikasi dan kolaborasi. Guru membagi murid menjadi kelompok kecil dengan pertanyaan atau masalah sejarah. Mereka mendiskusikan jawaban berdasarkan sumber yang ada dengan aturan diskusi yang jelas. Setiap anggota harus menyampaikan pendapat dan menghargai yang berbeda, dengan dasar yang mudah dipertanggungjawabkan. Setelah diskusi, kelompok mempresentasikan hasilnya, lalu mendapatkan pertanyaan atau tanggapan. Guru berperan sebagai moderator dan meluruskan informasi. Diskusi penting dalam implementasi ATP SKI kelas 12 fase F kurikulum merdeka.