Program Semester, yang sering disebut Promes, adalah rencana kegiatan pembelajaran yang disusun untuk periode setengah tahun ajaran. Promes kurikulum merdeka menjelaskan tema, materi, metode, serta asesmen yang akan dilakukan oleh guru selama satu semester. Dengan adanya Promes Bahasa Inggris kelas 2 SD/MI, kegiatan pembelajaran menjadi lebih terorganisir dan terarah, sehingga pencapaian kompetensi siswa dapat dinilai dengan lebih jelas.

Komponen Utama Promes Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Promes Bahasa Inggris kelas 2 fase A kurikulum merdeka terdapat beberapa komponen agar menjadi rencana pembelajaran yang dinamis, inklusif, dan mampu memenuhi kebutuhan perkembangan kognitif serta karakter siswa kelas 2 SD/MI fase A:
1. Alokasi Waktu
- Jumlah Minggu Efektif setiap Semester (contoh: 18-20 minggu).
- Total JP (Jam Pelajaran) dalam satu Semester (berdasarkan struktur kurikulum, umumnya 2 JP/minggu → sekitar 36-40 JP/semester).
- Pembagian JP setiap Bulan/Minggu (bisa dalam bentuk tabel).
2. Kompetensi Awal (Dari CP Fase A dan ATP)
- Elemen: Mendengarkan (Listening): Memahami instruksi, ungkapan, dan kosakata dasar yang berkaitan dengan tema konkret dengan bantuan gambar, gerakan, dan benda asli.
- Elemen: Berbicara (Speaking): Menanggapi/menggunakan ungkapan komunikatif dasar (salam, terima kasih, maaf) serta kosakata sederhana terkait tema dengan pelafalan dan intonasi yang jelas.
- Elemen: Membaca (Reading): Mengenali dan membaca kata/frasa pendek dan sederhana yang berhubungan dengan tema dengan bantuan gambar.
- Elemen: Menulis (Writing): Menjiplak/menulis kata dan frasa pendek yang sangat sederhana terkait tema.
- Elemen: Pemahaman Lintas Budaya: Menunjukkan sikap sopan yang sesuai dengan konteks (mengucapkan terima kasih, maaf, izin).
3. Pembelajaran dan Asesmen (Inti Promes – Dibuat per Bulan/Minggu)
- Tema Utama: Tema besar yang menggabungkan pembelajaran (contoh: Greetings & Feelings, My Body, My Classroom Objects, My Family, Animals Around Me, Food I Like). Sesuai dengan ATP kurikulum merdeka.
- Sub-Tema/Konteks: Fokus yang lebih spesifik dalam tema (contoh, dalam tema “My Classroom Objects”: Pencil, Book, Chair, Table).
- Tujuan Pembelajaran (TP):
- Diambil langsung dari Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) untuk semester tersebut.
- Spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan untuk usia, dan fokus pada keterampilan komunikasi dasar.
- Contoh TP: “Setelah bermain peran, peserta didik dapat menyebutkan minimal 3 nama benda di kelas (contoh: buku, pensil, kursi) dengan pelafalan yang jelas.”
- Materi Pokok: Kosakata, ungkapan, dan struktur kalimat yang sangat sederhana sesuai dengan TP dan tema.
- Contoh: Kosakata: buku, pensil, penghapus, penggaris; Ungkapan: ” What is this?”, “It’s a…”; Struktur: Kalimat deklaratif/pertanyaan sangat pendek.
- Kegiatan Pembelajaran (Ringkas): Aktivitas utama yang berbasis bermain (play based learning) dan komunikatif.
- Contoh: Permainan instruksi (Simon Says), lagu dan gerakan, permainan kartu (games flashcard), mendongeng sederhana, TPR (Total Physical Response), kegiatan menjiplak/mewarnai sembari mengenal kata.
- Asesmen:
- Bentuk: Asesmen formatif (observasi, unjuk kerja/performance sederhana, portofolio sederhana, catatan anekdot).
- Teknik/Instrumen: Mengamati sikap dan partisipasi, menirukan ucapan, menunjukkan benda sesuai instruksi, menyanyi, permainan tebak kata/gambar, hasil karya menjiplak/menulis sederhana.
- Fokus: Kemampuan memahami instruksi, memberikan respons secara verbal/non-verbal, pelafalan kata dasar, keberanian berkomunikasi, dan sikap.
Strategi Pembelajaran Inovatif
Promes Bahasa Inggris kelas 2 SD/MI fase A dalam kurikulum merdeka menggunakan beberaga strategi pembelajaran inovatif agar siswa aktif di dalam kelas. Berikut strategi yang digunakan:
Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning)
Pembelajaran berbasis proyek mendorong siswa untuk aktif terlibat dalam aktivitas belajar dengan menciptakan produk nyata. Misalnya, siswa kelas 2 SD/MI bisa membuat “My Body Booklet” dengan menggambar bagian-bagian tubuh, memberi label dalam Bahasa Inggris, dan mempresentasikan hasilnya. Melalui proyek ini, berbagai CP terintegrasi: dari penguasaan kosakata hingga pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi. Proyek berlangsung dalam beberapa tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga refleksi sehingga siswa belajar mengelola waktu, sumber daya, dan tanggung jawab.
Pembelajaran Partisipatif dan Kolaboratif
Strategi partisipatif fokus pada keterlibatan seluruh siswa dalam aktivitas di kelas. Misalnya, guru bisa mengatur siswa dalam kelompok kecil untuk melakukan aktivitas “Vocabulary Relay”: setiap anggota kelompok secara bergantian menjelaskan makna kata dengan menggunakan gerakan tubuh (Total Physical Response), sementara anggota lainnya menebak kata tersebut. Dengan cara ini, siswa belajar untuk berkolaborasi, menghargai sudut pandang teman, dan meningkatkan kepercayaan diri. Selain itu, diskusi singkat antar kelompok juga mendukung pengembangan keterampilan komunikasi dan toleransi.
Menggabungkan media digital dan teknologi pendidikan membawa variasi dan menarik minat siswa usia dini. Guru bisa memanfaatkan video animasi singkat untuk menunjukkan kosakata, aplikasi interaktif berbasis tablet untuk latihan pengucapan, atau platform kuis online sederhana untuk asesmen formatif. Di sekolah yang memiliki akses internet terbatas, materi digital bisa diputar secara offline dengan menggunakan flash drive atau video yang sudah diunduh sebelumnya. Sementara itu, media tradisional seperti kartu flash, poster yang dibuat tangan, atau permainan papan bertema masih efektif dalam memperkuat pemahaman dan melengkapi pengalaman belajar.