Prota PAI dan Budi Pekerti Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka

Pergantian kurikulum dari kurikulum 2013 ke kurikulum merdeka membawa nuansa baru sekaligus tantangan bagi para guru, terutama untuk guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti. Di pusat penerapan kurikulum ini terdapat perencanaan yang seksama, dan salah satu alat perencanaan paling penting adalah Program Tahunan (Prota). Bagi guru PAI dan Budi Pekerti yang mengajar di kelas 7 dalam fase D, menyusun Prota kurikulum merdeka bukan hanya soal memetakan materi ke dalam kalender akademik, tetapi juga merancang sebuah perjalanan spiritual dan moral yang berarti untuk siswa.

Prota PAI dan Budi Pekerti Kelas 7 Kurikulum Merdeka

Memahami Esensi Program Tahunan (Prota) dalam Kurikulum Merdeka

Program Tahunan (Prota) adalah rencana pelaksanaan pembelajaran yang umum untuk semua kompetensi dalam Capaian Pembelajaran (CP) yang disusun dalam satu tahun ajaran. Prota kurikulum merdeka berfungsi sebagai peta jalan yang memberikan gambaran menyeluruh tentang:

  • Materi yang akan diajarkan (materi esensial).
  • Waktu yang dialokasikan dan durasi pengajaran (alokasi waktu).
  • Urutan penyampaian materi (urutan).
  • Hubungan antara satu materi dengan materi lainnya.

Dalam konteks kurikulum merdeka, Program Tahunan (Prota) bukanlah dokumen yang kaku yang harus diikuti tanpa bisa menyesuaikan. Ia bersifat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan siswa. Prota kurikulum merdeka menjadi dasar untuk membuat perencanaan yang lebih rinci, yaitu Program Semester (Promes) dan modul ajar kurikulum merdeka.

Profil Pelajar Pancasila dan Fase D: Landasan Filosofis Prota PAI dan Budi Pekerti Kelas 7

Sebelum beralih ke cara penyusunan Prota PAI dan Budi Pekerti kelas 7 fase D dan Budi Pekerti, memahami dua konsep kunci ini sangat penting.

  • Profil Pelajar Pancasila: Ini adalah tujuan akhir dari seluruh proses pendidikan di tanah air. Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti kelas 7 mempunyai kontribusi besar dalam membangun semua dimensi dari profil ini:
    • Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak baik: Ini adalah inti dari pembelajaran PAI dan Budi Pekerti kelas 7.
    • Berkebinekaan Global: Materi mengenai toleransi, menghormati perbedaan, dan sejarah Islam di Nusantara sangat relevan.
    • Bergotong Royong: Bisa dilihat melalui praktik salat berjamaah, kerja kelompok, dan proyek kebaikan.
    • Mandiri dan Berpikir Kritis: Mengajak siswa untuk mencari tahu hukum Islam, memahami alasan di balik sebuah perintah, bukan hanya sekadar mengikuti.
    • Kreatif: Misalnya, dalam menciptakan karya seni kaligrafi atau mendesain poster tentang nilai-nilai Islam.
  • Fase D: Kurikulum merdeka mengelompokkan kompetensi dalam beberapa “Fase”. Kelas 7 SMP/MTs termasuk dalam fase D. Ini berarti Capaian Pembelajaran (CP) untuk PAI dan Budi Pekerti ditetapkan untuk fase D, yang biasanya mencakup kelas 7, 8, dan 9. Guru kelas 7 perlu memahami CP fase D secara menyeluruh, lalu mengelompokkan dan mendistribusikan kompetensi-kompetensi tersebut untuk dicapai di kelas 7.

Analisis Capaian Pembelajaran (CP) PAI dan Budi Pekerti Fase D untuk Penyusunan Prota Kelas 7

Capaian Pembelajaran (CP) fase D untuk PAI dan Budi Pekerti kelas 7 menjadi panduan utama. Secara garis besar, CP ini meliputi elemen-elemen berikut:

  1. Al-Qur’an dan Hadis: Mengandung pemahaman terhadap ayat-ayat dan hadis tertentu, membaca dengan tartil, serta menghafal surat-surat pilihan.
  2. Akidah: Memperdalam keyakinan kepada Allah, Malaikat, Kitab-Kitab, dan Rasul-Nya, serta mengerti makna iman dan taqwa.
  3. Akhlak: Menekankan pada pengembangan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari, baik kepada diri sendiri, keluarga, teman, maupun masyarakat.
  4. Fikih/Ibadah: Memahami dan melaksanakan tata cara bersuci, salat fardhu maupun sunnah, serta berpuasa di bulan Ramadhan dan puasa sunnah.
  5. Sejarah Peradaban Islam: Mempelajari sejarah Nabi Muhammad SAW, khulafaur rasyidin, dan peradaban Islam pada zaman klasik.

Tugas guru adalah untuk mengevaluasi CP tersebut dan mengubahnya menjadi materi utama bagi kelas 7. Contohnya, dari aspek “Fikih”, guru bisa memutuskan bahwa kelas 7 akan lebih fokus pada pengulangan dan pendalaman thaharah (bersuci) serta salat, sementara materi puasa dan zakat bisa dialokasikan ke kelas 8.

Struktur dan Komponen Prota PAI dan Budi Pekerti Kelas 7

Sebuah Prota PAI dan Budi Pekerti kelas 7 fase D kurikulum merdeka yang efektif setidaknya harus mencakup komponen-komponen berikut:

  • Semester (Gasal/Genap)
  • Materi Pokok/Tema: Diambil dari analisis CP fase D. Contoh: “Salat dan Zikir”, “Al-Asmā’ Al-Husnā (al-‘Alim, al- Khabir, al-Sami’, dan al-Baṣir)”, “Iman kepada Allah dan Malaikat”.
  • Alokasi Waktu: Perkiraan jumlah Jam Pelajaran (JP) yang diperlukan. Satu JP biasanya berdurasi 40 menit.
  • Capaian Pembelajaran (CP): Cuplikan langsung dari CP fase D yang relevan dengan materi utama.
  • Keterangan: Berisi catatan tentang proyek, jadwal ujian, atau penyesuaian tertentu.

Pages: 1 2
You might also like
ATP Fikih Kelas 7 MTs Fase D Kurikulum Merdeka

ATP Fikih Kelas 7 MTs Fase D Kurikulum Merdeka

Prota Fikih Kelas 2 MI Fase A Kurikulum Merdeka

Prota Fikih Kelas 2 MI Fase A Kurikulum Merdeka

Prota Bahasa Arab Kelas 9 Fase D Kurikulum Merdeka

Prota Bahasa Arab Kelas 9 Fase D Kurikulum Merdeka

Prota SKI Kelas 3 MI Fase B Kurikulum Merdeka

Prota SKI Kelas 3 MI Fase B Kurikulum Merdeka

Prota Bahasa Arab Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka

Prota Bahasa Arab Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka

Prota Akidah Akhlak Kelas 12 Fase F Kurikulum Merdeka

Prota Akidah Akhlak Kelas 12 Fase F Kurikulum Merdeka