ATP kelas 10 juga perlu memberikan gambaran tentang pengalaman belajar yang akan murid jalani. Kegiatan belajar harus mendukung tujuan yang sudah ditetapkan. Karena itu, guru perlu memilih kegiatan berdasarkan kompetensi, bukan sekadar berdasarkan variasi metode.
Jika tujuan meminta murid menganalisis, guru bisa menggunakan studi kasus. Berikutnya, jika tujuan meminta penerapan, guru bisa menggunakan simulasi atau proyek. Selanjutnya, jika tujuan meminta refleksi, guru bisa menggunakan jurnal reflektif. Dengan demikian, kegiatan belajar mempunyai hubungan langsung dengan tujuan.
Pembelajaran Akidah Akhlak kelas 10 MA juga bisa menggunakan diskusi kelompok. Murid bisa membahas masalah akhlak yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian, mereka mencari solusi berdasarkan nilai Islam. Setelah itu, murid mudah mempresentasikan hasil analisisnya.
Komponen keterampilan proses sangat penting dalam pembuatan ATP Akidah Akhlak kelas 10 fase E kurikulum merdeka. Murid harus mengamati, mempertanyakan, mencari informasi, menganalisis, dan mengomunikasikan hasil, bukan hanya menerima informasi. Guru bisa mendesain pembelajaran yang mengarahkan penyelidikan, seperti mengamati perilaku sombong, mengidentifikasi penyebab dan dampaknya, serta menghubungkannya dengan pelajaran Akidah Akhlak kelas 10 MA. Keterampilan proses membuat pembelajaran lebih aktif dan membangun pemahaman serta karakter murid.
Komponen penting dalam pembelajaran adalah asesmen yang membantu guru mengetahui pencapaian tujuan pembelajaran. Bentuk asesmen harus sesuai dengan kompetensi yang diukur, seperti asesmen tertulis untuk pemahaman konsep, studi kasus untuk analisis, dan observasi untuk penerapan akhlak. Jurnal refleksi juga bisa membantu guru dalam mengevaluasi perilaku murid. Asesmen tidak hanya untuk mengukur hafalan, tetapi juga pemahaman dan pengamalan nilai.
Alokasi waktu membantu guru mengatur pembelajaran supaya berjalan realistis. Setiap tujuan pembelajaran membutuhkan waktu yang berbeda. Guru perlu mempertimbangkan tingkat kesulitan materi dan kemampuan murid. Selain itu, guru perlu menyesuaikannya dengan struktur kurikulum Madrasah Aliyah. Materi yang membutuhkan analisis mendalam bisa memperoleh waktu lebih panjang. Sebaliknya, tujuan yang sederhana bisa memperoleh waktu lebih singkat. Guru juga perlu menyediakan waktu untuk asesmen dan refleksi. Dengan perencanaan tersebut, pembelajaran tidak berjalan terburu-buru.
Alokasi waktu juga membantu guru membuat program pembelajaran semester. Guru mudah melihat distribusi tujuan pembelajaran sepanjang semester. Selanjutnya, guru mudah menyesuaikan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dengan kalender pendidikan. Dengan demikian, ATP kurikulum merdeka menjadi lebih mudah diterapkan dalam kegiatan pembelajaran nyata.
Download ATP Akidah Akhlak kelas 10 fase E kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Dengan komponen lengkap, ATP Akidah Akhlak kelas 10 fase E kurikulum merdeka bisa menjadi perangkat pembelajaran terarah. Guru menghubungkan CP dengan TP, materi, kegiatan, asesmen dan alokasi waktu. Penting bagi guru untuk memastikan setiap komponen berfungsi jelas dan terhubung dengan CP dan asesmen untuk membuat ATP kurikulum merdeka praktis dan sesuai dengan karakteristik pembelajaran di Madrasah Aliyah.