Kurikulum merdeka telah mulai diterapkan di Indonesia. Kurikulum tersebut membawa banyak perubahan besar. Salah satu perubahan yang paling penting adalah penyederhanaan perangkat ajar yaitu Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). ATP Al-Qur’an Hadis kelas 12 Madrasah Aliyah (MA) fase F kurikulum merdeka berfungsi sebagai petunjuk utama dalam aktivitas pembelajaran.

Apa saja karakteristik dari ATP Al-Qur’an Hadis kelas 12? Pertama, Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) ini fokus pada pencapaian kompetensi spiritual. Mata pelajaran Al-Qur’an Hadis di Madrasah Aliyah bertujuan untuk membentuk karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Murid bukan hanya diharuskan menghafal, tetapi juga memahami makna yang terkandung. Mereka diarahkan untuk menerapkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, untuk mempertimbangkan perkembangan kognitif murid yang berada di kelas 12. Pada usia sekitar 17-18 tahun, murid sudah mampu berpikir kritis. Mereka juga mampu melakukan analisis dan evaluasi. Oleh karena itu, tujuan pembelajaran ditetapkan pada tingkat yang lebih tinggi.
Ketiga, ATP kurikulum merdeka mempunyai sifat yang holistik dan terintegrasi. Holistik berarti mencakup segala aspek. Aspek yang dimaksud adalah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Untuk pelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 12 MA, aspek afektif sangat mendominasi. Murid harus merasakan cinta terhadap Al-Qur’an dan menunjukkan perilaku yang baik. Selain itu, integrasi terjadi dengan mata pelajaran lainnya, seperti sejarah kebudayaan Islam atau fiqih. Guru perlu memperhatikan hubungan antara berbagai mata pelajaran. Dengan adanya integrasi, pembelajaran menjadi lebih bermakna.
Keempat, untuk menerapkan pendekatan yang berfokus pada capaian pembelajaran (CP). Ini berarti bahwa semua tujuan mengarah pada CP dari fase tersebut. CP fase F untuk Al-Qur’an Hadis kelas 12 Madrasah Aliyah cukup rumit. Murid diharapkan dapat membaca Al-Qur’an dengan tartil. Mereka juga harus menguasai hadis-hadis tertentu. Kemampuan dalam menafsirkan ayat dengan cara yang sederhana juga diperlukan. Selain itu, murid seharusnya bisa mengaitkan ayat tersebut dengan fenomena yang terjadi saat ini. Inilah capaian yang harus dicapai melalui ATP kelas 12. Setiap tujuan dalam ATP kurikulum merdeka berfungsi sebagai langkah menuju capaian tersebut.
Kini, mari kita bahas komponen yang membentuk ATP Al-Qur’an Hadis kelas 12 MA fase F kurikulum merdeka. Ia setidaknya harus mencakup tiga komponen utama. Pertama, elemen atau ruang lingkup materi. Kedua, tujuan pembelajaran yang jelas dan bisa diukur. Ketiga, alur penyajian yang teratur. Pemerintah tidak membakukan suatu format tertentu. Sekolah dan guru diberikan kebebasan untuk berinovasi. Namun, kebebasan ini tetap harus dalam batasan capaian. Supaya lebih mudah dipahami, biasanya ATP kelas 12 dibuat dalam bentuk tabel. Baris pertama mencakup fase dan semester. Baris-baris berikutnya memuat nomor urut tujuan.
Selanjutnya, perhatikan cara penulisannya. Urutan tujuan harus logis dan bersifat bertahap. Dimulai dari yang paling sederhana menuju yang lebih kompleks. Sebagai contoh, tujuan pertama berkaitan dengan membaca ayat. Tujuan kedua berkisar tentang memahami arti per kata. Ketiga berfokus pada menafsirkan makna secara keseluruhan. Selanjutnya, keempat meliputi penerapan dalam keseharian. Urutan semacam ini mencerminkan taksonomi Bloom yang telah diperbarui. Taksonomi ini meliputi mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, hingga membuat. Untuk kelas 12 fase F, tingkat analisis dan evaluasi lebih dominan.
Sebagai contoh yang lebih konkret, kita ambil satu topik. Topik tersebut adalah Surah Al-Baqarah ayat 183 tentang puasa. Tujuan pertama mungkin bisa diungkapkan dengan: “Murid membaca QS. Al-Baqarah: 183 dengan baik.” Kedua bisa dinyatakan sebagai: “Murid menjelaskan kosakata sulit yang terdapat dalam ayat tersebut.” Ketiga: “Murid menjabarkan hukum puasa berdasarkan ayat itu.” Kemudian, tujuan keempat: “Murid menganalisis hikmah puasa dalam konteks kehidupan modern.” Lalu, kelima: “Murid menilai dampak puasa pada kesehatan.” Terakhir, tujuan keenam: “Murid membuat jadwal untuk ibadah puasa sunnah.” Urutan tersebut jelas terstruktur dan logis.