Kurikulum merdeka telah memberikan dampak yang signifikan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Salah satu komponen yang paling penting dalam kurikulum tersebut adalah Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). ATP kurikulum merdeka berfungsi sebagai petunjuk utama untuk para pendidik dalam mendesain setiap aktivitas pembelajaran mengajar secara sistematis. Bahasa Arab di Madrasah Aliyah (MA) merupakan salah satu mata pelajaran yang memerlukan perhatian khusus dalam konteks ini.

Kelas 10 fase E merupakan jenjang awal yang sangat krusial untuk murid. Pada fase tersebut, murid mulai memahami struktur bahasa Arab dengan lebih mendalam. ATP Bahasa Arab kelas 10 MA fase E kurikulum merdeka membantu guru dalam menentukan capaian pembelajaran yang realistis, sehingga mereka mudah membuat strategi pengajaran yang efektif dan terukur.
Tujuan pembelajaran dalam ATP Bahasa Arab kelas 10 MA fase E kurikulum merdeka harus dirumuskan dengan jelas dan spesifik. Setiap tujuan didesain menggunakan kata kerja operasional, sehingga guru bisa dengan mudah mengukur ketercapaian masing-masing indikator. Tujuan tersebut meliputi empat keterampilan berbahasa utama, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Murid kelas 10 fase E mulai mempelajari teks-teks sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Guru mendesain tujuan secara bertahap dan berkesinambungan.
Capaian pembelajaran (CP) menjadi acuan utama dalam pembuatan ATP kurikulum merdeka. Fase E mempunyai standar kompetensi yang harus dicapai oleh murid, termasuk pemahaman kosakata dan tata bahasa dasar. Murid diharapkan bisa mengidentifikasi informasi pokok dari teks pendek dan memproduksi kalimat sederhana dengan struktur yang tepat. Kemampuan berbicara murid dikembangkan melalui simulasi percakapan, di mana guru memperkenalkan ungkapan-ungkapan dasar dalam berbagai konteks seperti perkenalan, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Pembuatan ATP Bahasa Arab kelas 10 fase E kurikulum merdeka dimulai dengan analisis capaian pembelajaran. Guru mengidentifikasi kompetensi yang akan dikembangkan selama satu tahun dan memecahnya menjadi tujuan-tujuan yang lebih kecil. Setiap tujuan dibuat dengan alur yang logis dan berurutan. Guru juga memperhatikan tingkat kesulitan materi secara bertahap, di mana materi sederhana diberikan pada awal semester pertama, dan tingkat kesulitan meningkat sesuai dengan perkembangan murid. Selain itu, guru mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan belajar murid.
Materi pembelajaran Bahasa Arab kelas 10 Madrasah Aliyah dibuat berdasarkan tema yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari murid. Guru memilih tema-tema yang menarik dan kontekstual, seperti perkenalan diri, aktivitas sehari-hari, dan lingkungan sekolah. Setiap tema mempunyai kosakata dan struktur kalimat yang spesifik, diurutkan dari yang paling sederhana untuk memudahkan murid dalam memahami materi baru.
Guru Bahasa Arab kelas 10 Madrasah Aliyah menggunakan berbagai strategi pembelajaran yang inovatif, dengan pembelajaran berbasis proyek sebagai salah satu pilihan utama. Murid dilibatkan secara aktif dalam setiap aktivitas pembelajaran, dan guru memanfaatkan media pembelajaran yang beragam dan interaktif, seperti audio, video, dan gambar. Penggunaan teknologi informasi juga sangat dianjurkan dalam pembelajaran, yang memungkinkan murid mengakses sumber belajar secara online. Guru juga memfasilitasi diskusi kelompok dan presentasi sebagai bagian dari aktivitas pembelajaran.
Asesmen dalam kurikulum merdeka bersifat holistik dan autentik. Guru melakukan penilaian baik terhadap proses maupun hasil belajar. Penilaian tersebut dilakukan secara berkelanjutan selama aktivitas pembelajaran berlangsung. Berbagai teknik asesmen yang bervariasi digunakan oleh guru, termasuk tes tertulis, lisan, dan praktik. Selain itu, murid juga dinilai melalui portofolio dan proyek. Penilaian ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai kemampuan murid, dan hasil asesmen tersebut digunakan untuk memperbaiki aktivitas pembelajaran.