Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Fikih kelas 10 Madrasah Aliyah (MA) fase E dari kurikulum merdeka memainkan peran yang sangat penting. ATP kurikulum merdeka ini memberikan arah yang jelas untuk aktivitas belajar mengajar, sehingga guru tidak lagi bekerja tanpa pedoman yang sistematis. Sebaliknya, guru bisa mendesain pembelajaran dengan tujuan akhir yang spesifik. Kurikulum merdeka membawa paradigma baru dalam pendidikan di Indonesia.

Pertama-tama, ATP Fikih kelas 10 MA fase E kurikulum merdeka mencakup serangkaian tujuan pembelajaran yang dibuat secara kronologis. Rangkaian tujuan ini menghubungkan capaian pembelajaran dengan materi ajar. Kedua, untuk membantu guru dalam mengukur pencapaian murid secara bertahap, di mana setiap tujuan pembelajaran mempunyai indikator keberhasilan yang berbeda. Oleh karena itu, guru mudah melakukan evaluasi terhadap aktivitas belajar murid setiap minggu.
Fase E secara khusus ditujukan bagi murid kelas 10, di mana pada fase ini, murid memasuki tingkat pemikiran yang lebih abstrak. Materi Fikih di Madrasah Aliyah juga menuntut pemahaman tentang dalil dan istinbath hukum. ATP Fikih kelas 10 fase E kurikulum merdeka didesain untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dengan membuat pembelajaran dari pengenalan dasar sampai analisis kasus.
Capaian Pembelajaran (CP) menjadi acuan utama dalam pembuatannya. Guru mengambil CP dan merumuskannya menjadi beberapa Tujuan Pembelajaran (TP) yang dibuat secara berurutan berdasarkan tingkat kesulitan. Dengan cara tersebut, ATP kurikulum merdeka terdiri dari kumpulan TP yang terintegrasi, yang mengharuskan analisis mendalam terhadap CP fase E.
Sebuah ATP Fikih kelas 10 MA fase E kurikulum merdeka yang ideal harus memuat tujuan, materi, dan alokasi waktu. Guru perlu menentukan target perilaku murid setelah pembelajaran selesai, yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Selain itu, guru juga harus mengidentifikasi materi pokok yang relevan, termasuk sumber hukum, ibadah, dan muamalah dasar.
Sebagai contoh konkret, ATP Fikih kelas 10 MA fase E kurikulum merdeka yang membahas bab Thaharah dan Shalat melibatkan langkah-langkah berikut: Pertama, murid belajar tentang najis dan cara mensucikannya. Kedua, murid mempelajari syarat dan rukun shalat. Ketiga, murid menganalisis dalil naqli mengenai kewajiban shalat. Keempat, murid mempraktikkan gerakan shalat yang benar. Terakhir, murid mengevaluasi kesalahan umum dalam pelaksanaan shalat.
Urutan tujuan dalam ATP kelas 10 mencerminkan proses kognitif murid, dari langkah mengingat, memahami, hingga menerapkan materi. Setelah itu, murid diarahkan untuk menganalisis dan mengevaluasi pemahaman mereka. Proses bertahap ini didesain untuk mencegah kebingungan murid dan memungkinkan guru untuk mengatur waktu pembelajaran secara proporsional.
Kurikulum merdeka juga menekankan pentingnya pembelajaran yang berdiferensiasi. Oleh karena itu, ATP Fikih kelas 10 fase E kurikulum merdeka harus bisa mengakomodasi perbedaan kemampuan antar murid. Guru harus mendesain tujuan yang fleksibel, sehingga murid yang lebih pintar mendapatkan tantangan tambahan, sedangkan murid yang memerlukan bimbingan bisa menerima dukungan ekstra. Dengan cara tersebut, ATP kelas 10 menjadi lebih inklusif dan adil.
Setiap tujuan pembelajaran juga memerlukan instrumen asesmen. Asesmen formatif digunakan untuk mengukur aktivitas pembelajaran yang sedang berlangsung, sedangkan asesmen sumatif digunakan untuk mengukur hasil akhir dari suatu bab. Guru membuat soal penilaian berdasarkan indikator yang terdapat dalam ATP kelas 10, sehingga menjamin validitas dan reliabilitas penilaian.