Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti merupakan aspek penting dalam mengembangkan karakter dan keimanan siswa sejak usia dini. Dalam kurikulum merdeka, Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) diutamakan sebagai pendekatan penting untuk memastikan setiap tahap belajar menyokong perkembangan holistik siswa.

ATP merupakan serangkaian langkah pembelajaran yang dibentuk untuk mencapai tujuan pembelajaran khusus dalam batas waktu yang telah ditentukan. Dalam dunia pendidikan, ATP adalah seperti sebuah peta arah yang membantu guru dalam merancang, menjalankan, dan menilai aktivitas belajar mengajar. Dengan adanya ATP kurikulum merdeka, pembelajaran menjadi lebih terarah, terukur, serta sesuai dengan perkembangan usia siswa.
Kurikulum merdeka telah dirancang untuk menjawab kebutuhan dalam pendidikan yang lebih fleksibel dan berfokus pada pengembangan karakter. Prinsip utama kurikulum merdeka ialah mengizinkan guru untuk menyesuaikan cara pembelajaran dengan ciri-ciri siswa dan situasi di sekelilingnya. Ini selaras dengan misi pendidikan negara kita untuk menciptakan murid yang tidak hanya pintar dalam bidang akademis, namun juga memiliki budi pekerti yang luhur.
ATP PAI dan Budi Pekerti memegang peranan utama dalam memastikan bahawa semua capaian pembelajaran yang diingini dapat dicapai dengan berkesan. Di samping itu, ATP kurikulum merdeka turut memperkuat pembentukan karakter siswa, terutama dalam penanaman nilai-nilai keislaman dan moral sejak usia dini.
Di kelas 1 SD, pembelajaran terbagi menjadi fase A, fokusnya adalah memperkenalkan nilai-nilai dasar agama dan moral yang dapat dipahami dengan mudah oleh anak-anak usia dini. Fase tersebut merupakan landasan krusial dalam membentuk karakter awal siswa.
Capaian pembelajaran (CP) dalam PAI dan Budi Pekerti fase A di kelas 1 kurikulum merdeka mencakup pengenalan nilai-nilai mendasar seperti jujur, hormat, serta tanggung jawab. Dengan cara yang sederhana, diharapkan siswa dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, dalam pembelajaran mengenai kejujuran, ATP PAI dan Budi Pekerti mengarahkan para guru untuk menyampaikan konsep kejujuran melalui cerita atau contoh kehidupan sehari-hari. Tahap tersebut bertujuan memberikan pemahaman yang lebih konkrit kepada siswa akan kepentingan bersikap jujur.
Komponen utama dari ATP kelas 1 mencakup sasaran pembelajaran, aktivitas yang direncanakan untuk mencapai sasaran tersebut, dan evaluasi untuk menilai pemahaman siswa. Komponen tersebut memastikan agar aktivitas pembelajaran berjalan dengan teratur dan memberikan hasil yang dapat diukur dengan jelas.
Nilai-nilai budi pekerti menjadi fokus utama dalam pembelajaran PAI, yang disertakan melalui kegiatan seperti permainan peran, perbincangan kelompok, atau dongeng ilustrasi. Metode tersebut membantu siswa untuk memahami dan meresapi nilai-nilai yang diajarkan.
Penerapan ATP kurikulum merdeka di dalam kelas dapat dijalankan dengan menyusun langkah-langkah pembelajaran yang fleksibel sesuai dengan keadaan di kelas. Guru bisa menyesuaikan cara mengajar agar tujuan ATP kelas 1 tercapai, seperti memanfaatkan alat bantu visual demi membantu siswa dalam memahami materi dengan lebih baik.