BerandaATPATP Seni Rupa Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka
ATP Seni Rupa Kelas 5 Fase C Kurikulum Merdeka
6 menit membaca
Share this:
Mata pelajaran Seni Rupa kelas 5 SD/MI fase C, kini tidak hanya dianggap sebagai aktivitas menggambar atau membuat kerajinan tangan, tetapi juga diakui sebagai sebuah ilmu yang setara, menjadi wadah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, penghargaan terhadap budaya, dan keterampilan kehidupan.
Karena alasan itu, ATP Seni Rupa kelas 5 SD/MI fase C kurikulum merdeka dibuat secara khusus guna membantu guru dan siswa dalam menjalani aktivitas pembelajaran yang signifikannya, terstruktur, dan relevan.
Memahami Fase C dalam Konteks Seni Rupa Kelas 5
Fase C dalam kurikulum merdeka ditujukan untuk siswa dengan rentang usia 10 hingga 12 tahun (Kelas 5 dan 6 SD/MI). Di fase ini, siswa diharapkan untuk tidak hanya mempunyai keterampilan teknis, tetapi juga mulai mengembangkan penalaran estetis, kemampuan untuk merasionalisasi, menganalisis, dan memberikan interpretasi terhadap karya seni yang mereka buat maupun yang mereka nilai.
ATP Seni Rupa kelas 5 fase C kurikulum merdeka harus sejajar dengan penguatan dimensi profil lulusan. Unsur-unsur dari profil tersebut seperti “Penalaran Kritis”, “Kreativitas”, “Kolaborasi”, dan “Keimanan, Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia” diinternalisasi melalui aktivitas seni. Misalnya, ketika siswa berdiskusi mengenai makna simbol warna dalam sebuah karya, mereka melatih daya kritis mereka. Ketika mereka bekerja sama untuk membuat mural dengan tema keberagaman, mereka mengamalkan kolaborasi serta menghargai keragaman yang ada di dunia.
Struktur dan Komponen ATP Seni Rupa Kelas 5 Fase C
ATP Seni Rupa kelas 5 fase C kurikulum merdeka umumnya dibuat berdasarkan semester atau tahunan, dengan mengelompokkan tujuan pembelajaran ke dalam beberapa elemen utama. Elemen-elemen ini merupakan turunan dari Capaian Pembelajaran (CP) fase C. Secara umum, elemen-elemen tersebut mencakup:
Mengungkapkan Diri Melalui Karya Seni Rupa: Fokus pada pembuatan karya dalam dua dimensi (gambar, lukisan, cetakan) dan tiga dimensi (patung, konstruksi) dengan berbagai media dan tekniknya.
Mengapresiasi Karya Seni Rupa: Meliputi aktivitas mengamati, mendeskripsikan, menganalisis, menginterpretasikan, dan mengevaluasi karya seni dari berbagai konteks (lokal, nasional, dan Nusantara).
Mengkonseptualisasikan Ide Seni: Mengembangkan kemampuan dalam merencanakan karya, mulai dari pencarian ide, pembuatan sketsa, hingga pemilihan bahan.
Menyajikan dan Mendokumentasikan Karya: Mempelajari bagaimana memamerkan karya baik secara fisik maupun digital serta memahami pentingnya mendokumentasikan aktivitas pembelajaran seni.
Contoh Rincian Tujuan Pembelajaran dalam ATP Kelas 5
TP 1: Siswa diharapkan dapat mengenali unsur seni rupa (garis, warna, bentuk, tekstur) dan prinsip desain (irama, keseimbangan, penekanan) pada karya seni dua dimensi oleh seniman terkenal Indonesia dan Nusantara.
TP 2: Siswa dapat membuat sketsa gagasan berdasarkan pengamatan objek alami di sekitar (seperti daun, batu, dan pepohonan) dengan memperhatikan proporsi serta komposisi.
TP 3: Siswa dapat menciptakan karya seni lukis menggunakan teknik basah (cat air/akuarel) dan memanfaatkan gradasi warna untuk mengekspresikan suasana hati (bahagia, damai, bersemangat).
TP 4: Siswa dapat menghasilkan karya seni cetak sederhana (cetak tekan atau cetak stempel) yang menggunakan motif geometris atau floral yang terinspirasi oleh hiasan daerah setempat.
TP 5: Siswa dapat mengpresentasikan karya seninya dengan perilaku yang santun, menjelaskan gagasan, pilihan unsur seni, dan makna yang ingin disampaikan.
Dari contoh di atas, terlihat jelas alur yang terstruktur: dimulai dari apresiasi (TP1), perkembangan ide (TP2), eksplorasi teknik (TP3 dan TP4), hingga penyajian (TP5). Setiap tujuan saling terkait dan secara bertahap membangun kompetensi.
Penerapan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dalam Pembelajaran
Sebagai contoh, berikut adalah penerapan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dalam modul ajar kurikulum merdeka yang berlangsung selama 4-5 pertemuan.
Tujuan ATP Seni Rupa kelas 5 fase C kurikulum merdeka yang ingin dicapai: TP1, TP2, TP3, dan TP5.
Pertemuan 1 (Apresiasi dan Konseptualisasi)
Guru mengenalkan beragam motif dan warna khas batik yang berasal dari berbagai daerah (contohnya: sogan dari Solo, indigo dari Jawa Timur, serta warna cerah dari Pekalongan).
Siswa mengamati dan mendiskusikan arti simbolis dari warna-warna tersebut, serta mengaitkannya dengan aspek geografis dan budaya dari daerah asal (mengasah pemikiran kritis dan menghargai kearifan lokal).
Siswa memilih satu skema warna dari motif batik yang mereka pilih sebagai inspirasi untuk karya lukisan mereka sendiri.
Pertemuan 2-3 (Kreasi/Ekspresi)
Siswa menggambar sketsa komposisi sederhana dengan tema “alam di sekitar sekolahku” atau “budaya kotaku”.
Menggunakan cat air, siswa menerapkan teknik gradasi dan pencampuran warna berdasarkan skema warna batik yang telah mereka pilih. Mereka bereksperimen untuk membuat suasana yang berbeda.
Guru memberikan arahan terkait teknik penggunaan kuas, cara mencampur warna, dan pengelolaan area lukisan.
Pertemuan 4 (Penyajian dan Refleksi)
Siswa menyelesaikan karya mereka dan memamerkannya di “galeri kelas”.
Setiap siswa mempresentasikan hasil karyanya: palet warna batik yang mereka pilih, alasan pemilihan tersebut, dan cara mereka menerjemahkannya ke dalam lukisan dengan tema kontemporer.
Siswa saling memberikan penghargaan dan masukan yang konstruktif.
Peran Guru dan Penilaian dalam Pelaksanaan ATP Seni Rupa Kelas 5
Keberhasilan ATP kurikulum merdeka bergantung pada peran guru sebagai pembimbing dan perancang pembelajaran. Guru perlu kreatif dalam merancang aktivitas yang menarik, memilih materi yang sesuai dengan konteks lokal, serta membuat lingkungan belajar yang aman untuk berekspresi dan bereksperimen, bahkan saat terjadi kesalahan.
Asesmen dalam kurikulum merdeka bersifat formatif dan reflektif, berfokus pada proses. Penilaian untuk ATP Seni Rupa kelas 5 SD/MI fase C bisa dilakukan melalui:
Observasi: Guru memantau keterlibatan, proses kreativitas, dan kolaborasi siswa.
Portofolio: Kumpulan karya seni, sketsa, dan catatan refleksi dari siswa, yang menunjukkan perkembangan dari waktu ke waktu.
Proyek: Seperti modul ajar kurikulum merdeka sebelumnya, dinilai berdasarkan proses dan hasil akhir.
Refleksi Diri: Siswa menuliskan atau mengungkapkan pengalaman, tantangan, dan pencapaian mereka.
Rubrik Performa: Dengan kriteria jelas tentang pemahaman konsep, keterampilan teknis, kreativitas, dan partisipasi.
Tantangan dan Strategi Pelaksanaan
Pelaksanaan ATP Seni Rupa kelas 5 fase C kurikulum merdeka menghadapi beberapa kendala, seperti: keterbatasan fasilitas/material, variasi kemampuan awal siswa, dan pemahaman guru tentang pendekatan berbasis proses.
Optimalkan Sumber Daya Lokal: Manfaatkan bahan-bahan alami (seperti daun, tanah liat, pewarna alami) atau daur ulang (kardus, botol). Ini akan memperkaya konteks belajar.
Pembelajaran Diferensiasi: Berikan tantangan yang berbeda berdasarkan level siswa. Contohnya, untuk siswa yang lebih mahir, berikan tantangan komposisi yang lebih kompleks.
Kolaborasi dan Pelatihan Guru: Guru seni bisa bekerja sama dengan guru kelas atau guru mata pelajaran lainnya (contohnya, dengan IPAS saat membahas budaya daerah). Pelatihan dan komunitas praktis (PLC) sangat penting untuk memperdalam pemahaman.
Pemanfaatan Teknologi: Gunakan aplikasi gambar digital yang sederhana, tur museum virtual, atau video tutorial teknik seni untuk memperkaya sumber belajar.
Download ATP Seni Rupa kelas 5 fase C kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Penutup
ATP Seni Rupa kelas 5 SD/MI fase C dalam kurikulum merdeka bukanlah sekadar daftar tujuan yang harus dicapai. Ia merupakan sebuah narasi pedagogis yang dibuat untuk membantu setiap siswa menemukan suara kreatifnya, mengembangkan sensitivitas rasa, dan membangun pemahaman yang mendalam terhadap dunia visual di sekitarnya. Dengan ATP kurikulum merdeka yang terstruktur tetapi fleksibel ini, pembelajaran seni rupa menjadi lebih terarah tanpa mengekang kreativitas.
Pada akhirnya, sasaran utama dari Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) ini adalah melebihi kemampuan teknis. ATP kelas 5 ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman visual, kemampuan untuk ‘membaca’ dan ‘menulis’ dunia menggunakan gambar dan bentuk, yang sangat vital di abad ke-21.