(Deep Learning) Modul Ajar Prakarya Kerajinan Kelas 9
2 menit membaca
Share this:
Peran Guru sebagai Fasilitator Deep Learning
Peran guru dalam modul ajar deep learning Prakarya Kerajinan kelas 9 kurikulum merdeka beralih dari pengajar menjadi fasilitator, motivator, dan teman belajar.
Merancang Pengalaman Pembelajaran: Guru berfokus pada menciptakan “pengalaman pembelajaran” yang kaya, bukan hanya “materi yang perlu diajarkan”.
Memberi Pertanyaan yang Membangun: Alih-alih memberikan jawaban langsung, guru mengajukan pertanyaan yang bisa memicu pemikiran, seperti “Bagaimana menurutmu cara membuat sambungan ini lebih kokoh?” atau “Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari kesalahan potong ini?”
Menciptakan Lingkungan Psikologis yang Aman: Guru membuat ruang di mana risiko dan kegagalan dihargai sebagai bagian alami dari kegiatan belajar. Ini merupakan syarat penting bagi pembelajaran yang menyenangkan dan sadar.
Menjadi Contoh Pembelajar Seumur Hidup: Guru menunjukkan antusiasme dalam belajar hal-hal baru bersamaan dengan siswa, mungkin dengan mengerjakan proyek sampingan sendiri.
Keterampilan Hidup Abad 21: Kemampuan kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan berpikir kritis terasah dengan baik.
Kesehatan Mental: Praktik Mindful Learning membantu siswa dalam mengelola stres, meningkatkan konsentrasi, dan membangun ketahanan diri.
Kewarganegaraan yang Berorientasi Lingkungan: Proyek yang bermakna menanamkan kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Silahkan download modul ajar deep learning Prakarya Kerajinan kelas 9 kurikulum merdeka klik disini
Penutup
Modul ajar deep learning Prakarya Kerajinan kelas 9 SMP/MTs fase D dalam kurikulum merdeka mempunyai kemampuan tinggi untuk menjadi sarana pendidikan yang mengubah. Dengan merancangnya berdasarkan prinsip-prinsip Deep Learning seperti Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning, kita tidak hanya mengajarkan siswa bagaimana cara membuat kerajinan tangan. Kita memberikan mereka kesadaran penuh terhadap kegiatan pembelajaran, kemampuan untuk mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari, serta kebahagiaan dalam menciptakan. Akhirnya, hasilnya bukan hanya menghasilkan pengrajin muda, tetapi yang lebih utama: individu yang terus belajar sepanjang hayat, kreatif, tangguh, dan peduli terhadap orang lain serta lingkungan mereka.