Kurikulum merdeka hadir dengan semangat untuk memberikan kebebasan, menawarkan kesempatan bagi guru dan siswa untuk menjelajahi pembelajaran yang lebih mendalam, bermakna, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dalam konteks pelajaran Seni Tari kelas 11 SMA/MA fase F, ini merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk mengubah cara pandang dari sekadar menghafal gerakan dan sejarah tari, menjadi sebuah proses dimana siswa bisa memahami, merasakan, dan menghayati seni tari sebagai bagian dari identitas dan ekspresi kemanusiaan.

Untuk mencapainya, pendekatan Deep Learning yang mengedepankan Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning menjadi kerangka yang sangat cocok.
Sebelum membuat modul ajar deep learning kurikulum merdeka, penting untuk memahami cara penerapan ketiga pilar tersebut dalam pembelajaran Seni Tari kelas 11 SMA/MA fase F.
Dalam modul ajar deep learning Seni Tari kelas 11 kurikulum merdeka, pembelajaran penuh kesadaran berarti memahami lebih dari sekadar gerakan fisik. Siswa diarahkan untuk sepenuhnya hadir dan menyadari setiap gerakan yang dilakukan. Mereka belajar merasakan gerakan otot, irama pernapasan, emosi yang muncul, serta koneksi antara tubuh dan ruang. Pendekatan tersebut mengasah kecerdasan kinestetik dan intrapersonal, membantu siswa mengenali tubuh mereka sebagai alat untuk mengekspresikan makna. Misalnya, ketika mempelajari sebuah gerakan, siswa tidak hanya diminta untuk meniru, tetapi juga untuk merenungkan: “Apa yang saya rasakan saat melakukan gerakan ini? Bagaimana pengaruh gerakan ini terhadap perasaan saya?”
Prinsip ini mengharuskan supaya pembelajaran Seni Tari dihubungkan dengan konteks kehidupan siswa. Tari bukan sekadar objek mati di museum, melainkan budaya yang hidup dan berkembang. Modul ajar deep learning kelas 11 SMA/MA fase F seharusnya mampu mengaitkan elemen-elemen tari (gerakan, ruang, waktu, tenaga, dan ekspresi) dengan isu-isu terkini, nilai-nilai kearifan lokal, atau bahkan masalah sosial yang dekat dengan siswa. Contohnya, belajar Tari Saman bukan hanya tentang keselarasan gerakan, tetapi juga tentang nilai solidaritas, disiplin, dan tanggapan terhadap kemajuan zaman. Dengan cara tersebut, tari menjadi wadah untuk memahami dunia, bukan hanya sebuah keterampilan teknis.
Kesenangan berfungsi sebagai penggerak utama kreativitas. Pembelajaran tari mesti membuat suasana yang aman, inklusif, dan mendukung eksperimen. Ketakutan untuk salah, rasa malu, dan penilaian harus diminimalkan. Pembelajaran menyenangkan dalam tari dapat hadir melalui permainan gerak, kolaborasi dalam kelompok, eksplorasi musik yang beragam, atau pementasan yang merayakan proses alih-alih hanya hasil akhir. Saat siswa merasa bahagia, mereka akan lebih berani mengambil risiko kreatif dan mengekspresikan diri mereka dengan jujur.
Berikut adalah struktur dan contoh pengisian modul ajar deep learning Seni Tari kelas 11 kurikulum merdeka.
Berikut adalah langkah-langkah kegiatan pembelajaran dalam modul ajar deep learning Seni Tari kelas 11 SMA/MA fase F yang menggabungkan ketiga pendekatan: