Anak-anak di usia dini mempunyai rentang perhatian yang pendek. Guru Akidah Akhlak kelas 1 MI perlu kreatif dalam mendesain aktivitas penilaian harian. Penilaian dilakukan melalui permainan interaktif yang menarik. Contohnya, tebak gambar tentang ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Anak juga diajak bernyanyi sambil menunjukkan perilaku positif. Penilaian seharusnya tidak membuat anak merasa tertekan. Lingkungan belajar yang menyenangkan menjadi kunci keberhasilan utama. Guru harus bersabar dalam mengamati perilaku.
Perkembangan tiap anak tidak selalu berkembang dengan cara yang sama. Ada anak yang cepat memahami aspek kognitif tertentu. Selain itu, ada pula yang lebih unggul dalam aspek afektif dan sosial. KKTP Akidah Akhlak kelas 1 fase A kurikulum merdeka memberikan kesempatan untuk menghargai perbedaan individu. Asesmen bersifat diagnostik untuk perbaikan pembelajaran yang akan datang. Bukan untuk membandingkan murid satu sama lain secara kompetitif.
Evaluasi rutin terhadap KKTP Akidah Akhlak kelas 1 fase A kurikulum merdeka itu sendiri sangat penting. Bahkan, guru perlu merevisi kriteria di setiap akhir semester. Revisi tersebut berdasarkan hasil capaian murid sebelumnya. Jika semua murid memenuhi kriteria tertinggi, maka kriteria akan dinaikkan. Sebaliknya, jika banyak murid yang tidak lulus, kriteria diturunkan. Oleh sebab itu, Proses tersebut dikenal sebagai penyesuaian dinamis yang berkelanjutan.
KKTP kurikulum merdeka bukanlah dokumen tetap yang kaku. Ia merupakan alat hidup yang terus berkembang. Guru harus jujur dalam melakukan evaluasi diri secara objektif.
Semua pertanyaan tersebut perlu dijawab secara kolektif. Guru berkolaborasi dengan rekan sejawat di Madrasah Ibtidaiyah untuk berdiskusi. Lalu, diskusi antar guru menghasilkan kriteria yang lebih baik dan akurat. Guru juga rutin mengikuti pelatihan pengembangan kurikulum.
Download KKTP Akidah Akhlak kelas 1 fase A kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
KKTP Akidah Akhlak kelas 1 MI fase A kurikulum merdeka adalah fondasi yang penting. Namun, fondasi tersebut mendukung pembangunan generasi yang berakhlak baik dan beriman. Kurikulum merdeka memberikan kebebasan penuh kepada guru. Tetapi kebebasan itu harus diimplementasikan dengan bertanggung jawab. Kemudian, guru mendesain kriteria yang bersahabat dan menyenangkan untuk anak. Penilaian lebih menekankan proses daripada hanya hasil akhir. Selain itu, keberhasilan diukur dari perubahan positif dalam perilaku setiap hari. Bahkan, anak-anak tumbuh dengan iman dan takwa yang kuat. Mereka juga sangat peduli terhadap sosial di sekitarnya.
Semua itu diwujudkan melalui KKTP kurikulum merdeka yang terencana dengan baik. Orang tua juga mendapatkan laporan perkembangan anak secara rutin. Terjadi komunikasi yang baik antara sekolah dan rumah. Mari kita wujudkan pendidikan yang benar-benar membebaskan anak. Semoga artikel ini memberikan wawasan berharga bagi para guru di Madrasah Ibtidaiyah. Guru berperan sebagai fasilitator dan sekaligus motivator utama dalam mencapai kesuksesan ini.