Kurikulum merdeka fokus pada pencapaian murid, di mana guru tidak hanya mengejar materi tetapi juga kompetensi yang terbangun. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) menjadi acuan untuk mengukur keberhasilan belajar. Seni Teater kelas 8 SMP/MTs fase D menekankan ekspresi dan kolaborasi, sehingga pembuatan KKTP kurikulum merdeka harus cermat.

Pembelajaran Seni Teater bukan sekadar pentas akhir, karena proses latihan justru menyimpan banyak nilai pendidikan. Murid belajar bekerja sama dalam satu tim, mereka belajar menghargai pendapat orang lain, dan mereka juga belajar mengelola emosi di atas panggung. Kemudian, mereka belajar menyampaikan pesan melalui gerak, dan gerak serta suara menjadi alat komunikasi utama mereka. Semua aspek tersebut perlu diterjemahkan menjadi kriteria jelas, sebab KKTP Seni Teater kelas 8 fase D kurikulum merdeka yang baik merangkum semua kompetensi itu. Ia tidak boleh hanya mengukur hasil akhir pementasan, tetapi ia justru harus mengukur proses panjang pembentukan karakter. Sebab, fase D adalah masa transisi remaja yang kritis, dan pada usia ini, kepercayaan diri sedang berkembang pesat. Maka, Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) harus bisa mengakomodasi dinamika itu.
Langkah pertama membuat KKTP kurikulum merdeka adalah merumuskan tujuan, dan tujuan pembelajaran harus spesifik dan terukur. Misalnya, murid dapat mengolah naskah sederhana, kemudian murid dapat memerankan tokoh dengan ekspresif, lalu murid mampu bekerja sama dalam kelompok produksi. Setiap tujuan ini membutuhkan indikator pencapaian tersendiri, dan indikator itulah yang nantinya menjadi butir-butirnya. Guru Seni Teater kelas 8 SMP/MTs perlu membuat deskripsi capaian per aspek, dan deskripsi itu memuat rentang nilai kualitatif mulai dari “perlu bimbingan” hingga “sangat mahir”. Deskripsi itu memudahkan guru memberikan umpan balik, sehingga umpan balik menjadi lebih personal dan membangun. Murid pun paham posisinya saat itu, dan mereka tahu apa yang harus ditingkatkan selanjutnya.
Aspek pertama dalam KKTP Seni Teater kelas 8 SMP/MTs adalah kemampuan vokal, yang merupakan alat utama aktor di atas panggung. Murid harus mampu mengucapkan dialog dengan jelas, melatih intonasi, volume suara, dan mengatur tempo bicara untuk mempengaruhi suasana adegan. Kriteria penilaian vokal bisa meliputi ketepatan pelafalan dan variasi dinamika suara, yang mudah dinilai melalui latihan membaca naskah dan rekaman yang membantu murid mendengar kekurangan mereka.
Aspek kedua adalah kemampuan gerak tubuh, sebagai media ekspresi utama aktor. Gerak tubuh menyampaikan emosi tanpa kata, sehingga murid perlu menguasai keseimbangan, koordinasi, dan gestur karakter yang sesuai dengan latar belakang tokoh. Penilaian gerak melihat kelenturan, ketepatan, dan kesesuaian gerak dengan naskah, dengan penggunaan rubrik gerak dasar untuk mengukur kesulitan gerakan. Murid perlu berlatih secara bertahap dan meniru gerak yang diberikan guru.
Aspek ketiga adalah penghayatan karakter, yang merupakan inti seni peran. Murid harus memahami motivasi dan konflik tokoh, serta menunjukkan ekspresi wajah yang tulus. Meskipun sulit diukur secara kuantitatif, konsistensi peran selama adegan penting untuk dievaluasi. Guru mudah menggunakan skenario improvisasi untuk menguji pemahaman karakter, dan reaksi spontan murid mencerminkan penghayatan yang sesungguhnya.
Aspek keempat adalah kerja sama tim, karena teater melibatkan kolaborasi semua elemen seperti sutradara dan tim teknis. Penilaian kerja sama meliputi kehadiran pada latihan, membantu teman, dan kemampuan menerima kritik. Interaksi antarmurid selama latihan juga diamati untuk penilaian.
Aspek kelima adalah kreativitas dan inovasi, yang penting untuk memperkaya pertunjukan. Murid mudah melakukan perubahan kecil pada gerakan dan menambahkan properti, dengan penilaian berdasarkan ide orisinal yang memperkuat cerita. Kreativitas harus tetap berada dalam batasan naskah, sekaligus mengarahkan murid untuk berpikir kritis dan imajinatif, menghasilkan pertunjukan yang segar dan bermakna.