Kurikulum merdeka mengubah paradigma penilaian pendidikan secara drastis. Fokus utama kini beralih pada Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). KKTP kurikulum merdeka menawarkan pendekatan penilaian yang lebih humanis dan mendalam. Seni Teater kelas 11 SMA/MA fase F memerlukan perhatian khusus karena mata pelajaran tersebut memadukan seni, sosial, dan psikologi.

Guru harus membuat KKTP Seni Teater kelas 11 SMA/MA yang sesuai dengan ciri khas teater, seperti ekspresi, gerak, dan suara. Murid kelas 11 berada pada fase F yang menuntut kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Mereka mulai mempelajari naskah-naskah kontemporer yang berat serta mengeksplorasi gaya akting realisme dan absurd.
KKTP Seni Teater kelas 11 SMA/MA fase F kurikulum merdeka mengukur kemampuan kognitif pengamatan teater melalui analisis unsur intrinsik naskah. Murid menganalisis tema, alur, dan penokohan, serta gaya bahasa pengarang. Mereka juga mengamati elemen ekstrinsik pementasan seperti tata lampu dan suara. Murid mencapai kriteria “baik” jika menyebutkan lima fungsi tata panggung, dan “sangat baik” jika mengaitkan fungsi dengan suasana dramatik. Aspek kognitif memuat pemahaman sejarah teater, dengan penjelasan tentang periode Yunani, Romawi, dan modern.
Mereka membandingkan teater tradisional dan kontemporer, serta guru menilai pengetahuan kontekstual. KKTP kelas 11 juga mengukur keterampilan mengkritik pertunjukan melalui resensi singkat yang memuat kelebihan, kekurangan, dan saran perbaikan. Kriteria utama adalah objektivitas dan dasar argumentasi. Guru Seni Teater kelas 11 SMA/MA juga mengarahkan murid mempresentasikan analisis mereka untuk mengasah komunikasi lisan.
KKTP Seni Teater kelas 11 fase F kurikulum merdeka menekankan keterampilan praktik dalam pelajaran. Murid berlatih olah tubuh melalui gerak dasar seperti berlari dan melompat, dinilai berdasarkan kelenturan dan keseimbangan. Mereka juga berlatih olah vokal, melafalkan huruf dengan jelas, dan mengatur napas untuk monolog. Dengan kriteria suara terdengar hingga baris belakang. Improvisasi juga penting, dengan murid membuat adegan spontan berdasarkan kata atau benda acak. Guru menilai kelancaran dialog dan konsistensi karakter. Semua penilaian dicatat dalam lembar observasi, yang menjadi bukti perkembangan dan membantu guru memberikan bimbingan yang tepat.
KKTP Seni Teater kelas 11 SMA/MA fase F kurikulum merdeka tidak mengabaikan aspek sosial dan afektif karena teater adalah seni kolektif yang mengandalkan tim. Setiap murid mempunyai peran penting dalam kelompok, dan mereka belajar menyelaraskan gerak dengan teman lain. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) memuat kriteria kedisiplinan selama latihan. Misalnya hadir tepat waktu dan membawa alat peraga. Mereka juga menjaga kebersihan ruang latihan bersama, dan selanjutnya, kerja sama menjadi indikator utama. Murid berbagi tugas seperti mencari properti dan kostum, serta berdiskusi tentang konsep pementasan secara demokratis. Kriteria capaian adalah kontribusi aktif dalam musyawarah, di mana murid yang baik mengajukan usulan dan mendengarkan orang lain.
Mereka tidak mendominasi atau menarik diri dari diskusi, dan empati sosial juga terukur melalui KKTP kurikulum merdeka. Murid saling memberi motivasi saat ada yang lupa dialog, dan mereka membantu teman memperbaiki gerakan yang salah. Sikap saling menghargai mencerminkan budi pekerti luhur, dan guru mengamati interaksi antarmurid secara alami. Konflik kecil sering muncul dalam proses berkreasi, tetapi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) menilai kemampuan menyelesaikan konflik dengan damai. Murid belajar mengalah demi keutuhan pementasan, dan semua sikap tersebut penting untuk kehidupan mereka kelak. Guru memberikan penghargaan pada kelompok yang kompak, dan penghargaan itu memotivasi kelompok lain untuk berbenah.