BerandaKelas 1KKTP Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
KKTP Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
4 menit membaca
Share this:
Kurikulum merdeka muncul dengan semangat untuk membuat perubahan: membebaskan cara belajar, fokus pada siswa, dan memberikan kebebasan kepada guru untuk menyesuaikan dengan berbagai karakteristik dan kecepatan belajar siswa. Dalam desain kurikulum ini, penilaian bukan lagi sekadar pengukuran di akhir pembelajaran, melainkan sebuah panduan yang terus memberikan arahan.
Di sinilah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) memiliki peranan penting, terutama di tingkat dasar: Bahasa Indonesia kelas 1 SD/MI fase A. KKTP kurikulum merdeka bukan cuma daftar pencapaian, melainkan peta terperinci yang membantu guru dalam membuat dasar literasi yang kuat dan menyenangkan bagi anak-anak yang baru mulai belajar di lingkungan pendidikan formal.
Memahami Esensi KKTP Kurikulum Merdeka
KKTP Bahasa Indonesia kelas 1 fase A dalam kurikulum merdeka merupakan rubrik atau indikator tertentu yang dipakai untuk menilai seberapa jauh siswa telah memahami suatu Tujuan Pembelajaran (TP). TP sendiri adalah uraian operasional dari Capaian Pembelajaran (CP) yang lebih luas. Jika CP fase A menggambarkan keterampilan yang ingin dicapai dalam waktu yang lebih panjang (biasanya dua tahun untuk Fase A), maka TP dan KKTP kelas 1 SD/MI membaginya menjadi langkah-langkah kecil, terukur, dan bisa dicapai dalam satu atau beberapa pertemuan.
KKTP Bahasa Indonesia kelas 1 SD/MI fase A dalam kurikulum merdeka mempunyai fungsi sebagai:
Panduan Guru: Menentukan strategi, materi, dan aktivitas yang sesuai.
Alat Diagnostik: Mengenali kelebihan dan kesulitan setiap siswa sejak awal.
Komunikasi yang Jelas: Menjadi bahasa yang mudah dipahami bagi orang tua untuk mengikuti perkembangan anak.
Penjaminan Kualitas: Memastikan bahwa aktivitas belajar tetap berada pada jalur pencapaian kompetensi yang penting.
Menerjemahkan Capaian Pembelajaran menjadi KKTP Operasional
Berikut adalah contoh cara elemen-elemen CP fase A bisa dijelaskan menjadi Tujuan Pembelajaran dan KKTP Bahasa Indonesia kelas 1 fase A dalam kurikulum merdeka.
1. Menyimak (Pemahaman Mendengarkan)
Tujuan Pembelajaran: Siswa mampu merespons instruksi lisan sederhana dalam konteks pembelajaran.
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP):
Belum Terlihat (BT): Siswa belum menunjukkan respon terhadap instruksi.
Mulai Terlihat (MT): Siswa memperhatikan atau melihat guru/sumber suara saat instruksi diberikan.
Terkembang (TG): Siswa mengikuti sebagian dari instruksi (misalnya: “Ambil bukumu” – siswa hanya mengambil buku tanpa membukanya).
Sesuai Harapan (SH): Siswa melaksanakan instruksi sederhana dua langkah dengan tepat (misalnya: “Ambil bukumu dan buka halaman 5”).
Di Atas Harapan (DAH): Siswa dapat membantu menjelaskan instruksi tersebut kepada teman.
2. Membaca Permulaan
Tujuan Pembelajaran: Siswa mengenali dan melafalkan huruf vokal dan konsonan dengan bentuk dan suara yang benar.
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP):
BT: Belum mampu mengenali bentuk huruf.
MT: Dapat menunjuk atau menyentuh huruf yang disebutkan guru dari beberapa pilihan huruf.
TG: Dapat menyebutkan nama dan bunyi sebagian besar huruf vokal (a, i, u, e, o) dengan benar.
SH: Mampu menyebutkan nama dan bunyi semua huruf vokal dan konsonan dasar (m, b, s, p, d, dll. ) dengan benar.
DAH: Mampu menggabungkan bunyi huruf menjadi suku kata sederhana (ba, bi, bu) dengan baik.
3. Menulis Permulaan
Tujuan Pembelajaran: Siswa menulis kata-kata sederhana dengan ejaan yang mendekati berdasarkan suara yang didengar.
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP):
BT: Masih dalam tahap goresan acak.
MT: Dapat menulis beberapa huruf yang mewakili bunyi kata, walaupun tidak berurutan (misalnya: “bola” ditulis “bl”).
TG: Mampu menuliskan huruf yang mewakili hampir semua suara dalam suatu kata secara berurutan, meskipun belum sepenuhnya benar (contoh: “sekolah” ditulis “skolah”).
SH: Mampu menulis kata-kata sederhana (CV, CVC, VCV) dengan ejaan yang cukup akurat dan dapat dibaca (contoh: “ibu” ditulis “ibu”, “mobil” ditulis “mobil”).
DAH: Mampu menulis frasa singkat (2-3 kata) dengan penggunaan spasi dan ejaan yang hampir tepat.
4. Berbicara dan Berkomunikasi
Tujuan Pembelajaran: Siswa mampu menceritakan pengalaman pribadi dengan cara yang teratur.
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP):
BT: Hanya diam atau menggelengkan kepala ketika diminta untuk bercerita.
MT: Mengatakan satu atau dua kata mengenai pengalamannya.
TG: Bercerita dengan kalimat-kalimat pendek meskipun belum teratur (terpotong-potong).
SH: Bercerita dengan 2-3 kalimat sederhana yang menggambarkan cerita secara berurutan (dari awal hingga akhir).
DAH: Menceritakan dengan rinci, menggunakan variasi kosakata, dan dengan intonasi yang menarik.